Aksi Korporasi, Tindakan terhadap Aset Perusahaan

Pembangunan Tol Becakayu di kawasan Basuki Rahmat, Jakarta, Jumat, 11 Februari 2022. PT Waskita Toll Road (WTR) akan menerima tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 7,90 triliun untuk menggarap 7 ruas tol antara lain Tol Bekasi - Cawang - Kampung - Melayu (Becakayu) Seksi Koneksi Wiyoto - Wiyono dan Seksi 2A Ujung. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - PT Waskita Karya (Persero) Tbk akan menerbitkan saham baru melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue sebesar Rp 3,9 triliun. Direktur Jenderal Kekayaan Negara Rionald Silaban mengatakan aksi korporasi melalui right issue ini akan dilaksanakan pada November 2022. Tujuannya untuk memperkuat struktur permodalan dan menyehatkan keuangan perseroan, serta menyelesaikan pekerjaan berbagai proyek jalan tol.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah menyertakan sebesar Rp3 triliun dari Penyertaan Modal Negara (PMN) dalam right issue Badan Usaha Milik Negara ini, dan berharap Rp 900 miliar sisanya dapat dihimpun dari publik.

Menteri berharap komposisi kepemilikan saham setelah rights issue dari pemerintah sebesar 75,35 persen dan publik sebesar 24,65 persen atau tetap sama seperti kepemilikan saat ini. “Komposisi kepemilikan setelah right issue tergantung pada masyarakat yang akan mengambil haknya,” kata Menteri dalam Rapat Kerja Menteri Keuangan dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin, 29 Agustus 2022.

Langkah yang diambil oleh Waskita itu merupakan salah satu bentuk dari aksi korporasi, yakni langkah yang mendorong atau melanjutkan proses dan berdampak langsung pada aset perusahaan. Setiap tindakan yang dilakukan oleh perusahaan dan diubah secara material dapat dianggap sebagai tindakan korporasi.

Keputusan rights issue dapat mempengaruhi harga saham Waskita. Mengutip Barclays.co.uk beberapa tindakan dalam aksi korporasi akan menggerakkan harga saham secara positif dan dapat pula memicu reaksi negatif pasar.

Aksi korporasi dilakukan ketika disetujui dewan direksi. Persetujuan paling sering diambil melalui pemungutan suara. Dalam beberapa kasus, pemegang saham perusahaan diberi kesempatan untuk memberikan suara pada beberapa atau semua aksi korporasi yang dilakukan perusahaan.

Jenis-jenis Aksi Korporasi

Melansir corporateinternasionalinstitute.com ada tiga jenis aksi korporasi, yaitu:

Wajib

Merupakan tindakan korporasi yang wajib dilakukan oleh dewan direksi perusahaan. “Wajib,” berarti bahwa pemegang saham tidak punya pilihan selain menyetujui tindakan yang diambil seperti pembagian laba atau keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham atau dividen.

Pengambilan keputusan dilakukan oleh badan pengelola perusahaan. Pemegang saham tidak perlu melakukan apa pun selain mengumpulkan dividen tunai atas saham mereka. Selain dividen, tindakan lain yang diklasifikasikan sebagai tindakan wajib adalah spin-off atau distribusi aset-aset tertentu kepada pemegang saham, pemecahan saham, dan merger.

Wajib dengan Opsi

Tindakan korporasi wajib dengan opsi menawarkan pilihan kepada pemegang saham di antara opsi yang berbeda. Menggunakan contoh dividen lagi, dengan jenis tindakan ini, perusahaan menawarkan dividen dalam bentuk saham atau dividen tunai, dengan tindakan wajib menjadi opsi utama. Pemegang saham boleh memilih bentuk pembayaran dividen.


Sukarela

Aksi korporasi sukarela melibatkan aktivitas pemegang saham memilih untuk menjadi peserta. Agar perusahaan dapat maju dengan aksi korporasi, pemegang saham harus merespons. Contoh utama dari tindakan sukarela adalah penawaran tender.

Pemegang saham dapat berpartisipasi dalam penawaran tender atau menolak. Setiap pemegang saham harus memberikan tanggapan sehubungan dengan keikutsertaannya. Setiap pemegang saham yang memilih untuk menawarkan saham pada harga yang telah ditentukan kemudian akan menerima pembayaran dari penjualan.

NOVITA ANDRIAN

Baca juga: Aksi Korporasi Rights Issue BRI Topang Ultra Mikro






IHSG Jeblok ke Level 6.892,5, Indeks Sektor Infrastruktur Jatuh Paling Dalam

15 jam lalu

IHSG Jeblok ke Level 6.892,5, Indeks Sektor Infrastruktur Jatuh Paling Dalam

IHSG pada sesi kedua perdagangan hari ini, Selasa, 6 Desember 2022, berada di zona merah, menutup sesi di level 6.892,5.


Analis Ungkap Prospek Bisnis Cinema XXI yang Bakal IPO Tahun Depan

3 hari lalu

Analis Ungkap Prospek Bisnis Cinema XXI yang Bakal IPO Tahun Depan

Analis Trimegah Sekuritas Rovandi menanggapi kabar operator bioskop Cinema XXI, PT Nusantara Sejahtera Raya, bakal IPO tahun depan.


Bank Raya (AGRO) Rights Issue 2,32 Miliar Saham, BRI Akan Serap Semuanya

4 hari lalu

Bank Raya (AGRO) Rights Issue 2,32 Miliar Saham, BRI Akan Serap Semuanya

PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) berencana melakukan rights issue.


IHSG Ditutup Melemah di Akhir Pekan, Saham Big Caps Terlaris

4 hari lalu

IHSG Ditutup Melemah di Akhir Pekan, Saham Big Caps Terlaris

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup turun tipis 0,02 persen pada perdagangan Jumat, 2 Desember 2022.


Sepekan Saham GOTO Anjlok ke Level ARB, Ada Apa?

4 hari lalu

Sepekan Saham GOTO Anjlok ke Level ARB, Ada Apa?

Saham GOTO kembali memberatkan pergerakan IHSG dengan penurunan hingga auto rejection bawah (ARB) pada perdagangan Jumat, 2 Desember 2022.


Samuel Sekuritas: IHSG Turun Cukup Dalam, Saham BCA Melemah usai Aksi Profit Taking

5 hari lalu

Samuel Sekuritas: IHSG Turun Cukup Dalam, Saham BCA Melemah usai Aksi Profit Taking

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup di level 7.020,8, atau turun 0,85 persen dibandingkan angka penutupan kemarin, (7.081,3).


Kaesang Pangarep Beberkan Alasan Tak Tertarik Beli Saham Teknologi: Capek, Boncos Banyak

5 hari lalu

Kaesang Pangarep Beberkan Alasan Tak Tertarik Beli Saham Teknologi: Capek, Boncos Banyak

Putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep, blak-blakan menyatakan dirinya tak mau lagi berinvestasi saham emiten sektor teknologi. Ini sebabnya.


IHSG Diprediksi Menguat, Samuel Sekuritas: Saham BBNI hingga INCO Patut Dicermati

5 hari lalu

IHSG Diprediksi Menguat, Samuel Sekuritas: Saham BBNI hingga INCO Patut Dicermati

PT Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan Indeks harga saham gabungan atau IHSG pada hari ini, Kamis, 1 Desember 2022, akan menguat.


Kaesang Pangarep Targetkan Sejuta Nasabah Saham Rakyat pada 2023

5 hari lalu

Kaesang Pangarep Targetkan Sejuta Nasabah Saham Rakyat pada 2023

Kaesang Pangarep selaku pendiri dan brand ambassador Saham Rakyat menargetkan satu juta nasabah pada tahun 2023. Apa strateginya?


Cerita Kaesang Pangarep Pernah Rugi 70 Persen Saat Investasi Saham

6 hari lalu

Cerita Kaesang Pangarep Pernah Rugi 70 Persen Saat Investasi Saham

Kaesang Pangarep, mengatakan untung dan rugi saat investasi saham adalah hal yang wajar.