Anggaran Subsidi BBM 2023 Menyusut, Indef: Jokowi Pakai Lagi Ilmu Lamanya

Presiden Joko Widodo berpose dengan mengenakan baju adat Dolomani dari provinsi Sulawesi Tenggara saat Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Republik Indonesia di Istana Negara, 17 Agustus 2022. FOTO/Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Riset Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Berly Martawardaya menanggapi turunnya alokasi subsidi energi untuk tahun depan. Kebijakan ini persis seperti yang dilakukan Presiden Joko Widodo alias Jokowi pada 2014 lalu.

“Salah satu kebijakannya saat itu adalah menghapuskan subsidi BBM kecuali Solar, dan tentu itu menyenangkan dan dialokasikan ke infrastruktur sejak 2015,” ujar dia dalam diskusi daring bertajuk Merdeka dari Energi Fosil yang digelar pada Kamis, 18 Agustus 2022.

Pemerintah mengalokasikan anggaran subsidi dan kompensasi energi pada 2023 sebesar Rp 336,7 triliun atau menyusut ketimbang 2022 yang sebesar Rp 502 triliun. Anggaran energi tahun depan terdiri atas subsidi Rp 210,7 triliun dan kompensasi Rp 126 triliun.

Berly mengatakan, delapan tahun lalu, Jokowi dalam pidatonya menyatakan pembangunan untuk pendidikan, kesehatan, dan insfrastuktur terganggu karena anggarannya dipakai untuk subsidi BBM. Menurut Berly, kebijakan untuk menurunkan anggaran subsidi sudah benar.

Anggaran ini bisa dialihkan untuk pembangunan dan pemerataan perlindungan sosial. Misalnya, program kartu-kartu bantuan hingga bantuan langsung tunai (BLT) untuk 20-40 persen masyarakat di desil terbawah.

“Kemarin bisa dilakukan BLT minyak goreng yang bisa jalan enggak sampai dua bulan. Pak Jokowi sudah tahu caranya, jadi dia dipakai lagi ilmu lamanya,” tutur Berly.

Sementara itu, analis dari Climate Policy Initiative, Albertus Prabu Siagian, mengatakan pengurangan anggaran subsidi itu akan memaksa atau mendorong masyarakat untuk melakukan penghematan energi. “Jadi mungkin permintaan energi itu jadi berkurang,” kata dia dalam diskusi yang sama.

Sedangkan dari sisi PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN, Albertus menambahkan, perseroan akan membuat lebih banyak pembakit listrik yang tidak penuh utilisasinya. “Karena tadi masyarakatnya sendiri permintaannya lebih rendah, karena harga energinya lebih mahal, dan disubsidinya berkurang,” ucap Albertus.

Dikutip dari Nota Keuangan beserta RAPBN Tahun Anggaran 2023, dari total anggaran energi itu, anggaran subsidi jenis BBM tertentu dan LPG tabung 3 kilogram direncanakan sebesar Rp 138,33 triliun atau lebih rendah 7,4 persen dibandingkan dengan outlook 2022. Alokasi anggaran susbdidi jenis BBM tertentu dan gas melon tahun ini diperkirakan Rp 149,36 triliun.

Anggaran itu mendatang bakal diarahkan untuk transformasi penyaluran subsidi BBM agar lebih tepat sasaran. Penyalurannya juga akan berbasis target penerima serta terintegrasi dengan program perlindungan sosial.

ARRIJAL RACHMAN | MOH KHORY ALFARIZI






Jokowi Setujui Susunan Tim Pencari Fakta Tragedi Kanjuruhan

26 menit lalu

Jokowi Setujui Susunan Tim Pencari Fakta Tragedi Kanjuruhan

Nama-nama pimpinan dan anggota tim pencari fakta tragedi Kanjuruhan ini sudah dilaporkan Mahfud ke Presiden Joko Widodo atau Jokowi.


Jokowi: Meski Dunia Krisis, Indonesia Masih Dipercaya Perusahaan Besar Dunia

44 menit lalu

Jokowi: Meski Dunia Krisis, Indonesia Masih Dipercaya Perusahaan Besar Dunia

Jokowi mengatakan Indonesia masih dipercaya perusahaan-perusahaan besar dunia sebagai tujuan investasi meskipun terjadi krisis finansial global.


Jokowi Groundbreaking Pabrik Pipa Wavin Terbesar di Dunia: Tak Mudah Gaet Investasi

1 jam lalu

Jokowi Groundbreaking Pabrik Pipa Wavin Terbesar di Dunia: Tak Mudah Gaet Investasi

Jokowi meresmikan groundbreaking pabrik pipa milik Wavin Manufacturing Indonesia, bagian dari Wavin Orbia asal Belanda, di Kawasan Industri Batang.


Pedagang Ini Sebut 90 Persen Beras di Batam Hasil Selundupan Impor: Ngeri-ngeri Sedap

1 jam lalu

Pedagang Ini Sebut 90 Persen Beras di Batam Hasil Selundupan Impor: Ngeri-ngeri Sedap

Salah satu pedagang beras di pasar induk Cipinang menyatakan mayoritas beras yang beredar di Batam adalah selundupan impor dari Vietnam.


Siang Ini Jokowi Groundbreaking Pabrik Pipa di Batang

2 jam lalu

Siang Ini Jokowi Groundbreaking Pabrik Pipa di Batang

Jokowi siang ini akan terbang menuju Kawasan Industri Terpadu Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.


Pemerintah Tegaskan Fokus Utama Tangani Korban Tragedi Kanjuruhan

3 jam lalu

Pemerintah Tegaskan Fokus Utama Tangani Korban Tragedi Kanjuruhan

Sebanyak 125 orang meninggal dalam tragedi Kanjuruhan usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya di Liga 1.


Zulhas Cerita Ditelepon Jokowi Tiap Hari Agar Tak Lengah Atas Kenaikan Harga Beras

4 jam lalu

Zulhas Cerita Ditelepon Jokowi Tiap Hari Agar Tak Lengah Atas Kenaikan Harga Beras

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengaku Presiden Jokowi hampir setiap hari menghubunginya untuk tidak lengah atas kenaikan harga beras.


Jokowi Bilang Pandemi Covid-19 Segera Berakhir, Menkes: Timing dari WHO

4 jam lalu

Jokowi Bilang Pandemi Covid-19 Segera Berakhir, Menkes: Timing dari WHO

Menkes Budi Gunadi mengaku dapat perintah dari Presiden Jokowi untuk koordinasi dengan WHO soal status pandemi Covid-19.


Jokowi Bilang Pandemi Covid-19 Segera Usai, Menkes: WHO yang Tentukan Waktunya

4 jam lalu

Jokowi Bilang Pandemi Covid-19 Segera Usai, Menkes: WHO yang Tentukan Waktunya

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa nanti keputusan menyatakan pandemi Covid-19 berakhir tetap ada di tangan WHO


Terkini Bisnis: Jokowi Akan Umumkan Pandemi Berakhir, Inflasi Tertinggi Sejak Desember 2014

4 jam lalu

Terkini Bisnis: Jokowi Akan Umumkan Pandemi Berakhir, Inflasi Tertinggi Sejak Desember 2014

Berita terkini hingga Senin siang, 3 Oktober 2022, dimulai dari rencana Presiden Jokowi dalam waktu dekat akan mengumumkan pandemi Covid-19 berakhir.