Gubernur BI: Kami Belum Perlu Menaikkan Suku Bunga

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo bersiap memimpin pertemuan hari kedua pada Pertemuan Tingkat Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 atau Finance Ministers and Central Bank Governors (FMCBG) G20 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat 18 Februari 2022. Pertemuan Tingkat Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral yang merupakan rangkaian Presidensi G20 Indonesia dalam jalur keuangan tersebut membawa enam agenda prioritas, yakni exit strategy untuk mendukung pemulihan yang adil, pembahasan scarring effect untuk mengamankan pertumbuhan masa depan, sistem pembayaran di era digital, keuangan berkelanjutan, inklusi keuangan, dan perpajakan internasional. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/POOL

TEMPO.CO, Jakarta -Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan BI belum perlu untuk menaikkan suku bunga saat ini. Hal itu karena masih ada kebijakan pemerintah yang dapat menahan inflasi.

"Karena ada subsidi, ada pengendalian pangan, sehingga dari sisi kebijakan suku bunga tidak harus buru-buru menaikkan suku bunga. Sehingga masih bisa menjaga stabilitas mendorong pemulihan ekonomi," kata Perry Warjiyo dalam konferensi pers usai pembukaan rapat koordinasi nasional pengendalian inflasi di Istana Negara yang disiarkan virtual pada Kamis, 18 Agustus 2022.

Dia mengatakan BI melakukan pengendalian likuiditas supaya memang tidak berlebih, karena kalau terlalu berlebih likuiditas itu bisa untuk spekulasi. Namun, juga dia memastikan agar likuiditas tidak kurang.

"Lebih dari cukup supaya perbankan terus menyalurkan kredit. Alhamdulillah kredit perbankan sekarang sudah lebih dari 10 persen, UMKM lebih dari 16 persen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi," ujarnya.

Dia menuturkan arah kebijakan moneter Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas. Sementara kebijakan makroprudensial, sistem pembayaran, UMKM, ekonomi keuangan syariah, tetap diarahkan untuk mendukung pertumbuhan.

"Untuk kebijakan moneter kami lakukan stabilisasi nilai tukar rupiah," kata dia,

Nilai tukar rupiah, kata dia, saat ini tingkat depresiasinya termasuk yang terbaik dari global. Secara year to date Rupiah terdepresiasi kurang lebih 3,5 setengah persen.

"Kami lakukan intervensi, stabilisasi nilai tukar Rupiah supaya ini tidak kemudian mengganggu stabilitas bagi pemulihan ekonomi dan juga untuk rakyat agar harga di dalam negeri tidak naik karena gejolak global," kata Perry.

Baca Juga: BTN Tawarkan Promo Bunga KPR 2,2 Persen

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Terkini Bisnis: RANS Entertainment Buka Lowongan Kerja, Kisah Jatuh Bangun CEO HMNS

36 menit lalu

Terkini Bisnis: RANS Entertainment Buka Lowongan Kerja, Kisah Jatuh Bangun CEO HMNS

Berita terkini ekonomi dan bisnis hingga Senin sore, 3 Oktober 2022, dimulai dari info lowongan kerja RANS Entertainment.


Analis Perkirakan Dolar Menguat dalam Beberapa Bulan Mendatang, karena...

1 jam lalu

Analis Perkirakan Dolar Menguat dalam Beberapa Bulan Mendatang, karena...

Di tengah menguatnya indeks dolar, mata uang rupiah ditutup melemah 75 poin dalam perdagangan Senin sore, 3 Oktober 2022.


Kunci UMKM Tahan Resesi Global Versi Teten: Daya Beli Terjaga dan Ada Jaminan Sosial

3 jam lalu

Kunci UMKM Tahan Resesi Global Versi Teten: Daya Beli Terjaga dan Ada Jaminan Sosial

Selama daya masyarakat terjaga dan ada jaminan sosial, Teten optimistis permintaan terharap produk-produk UMKM masih baik meski muncul resesi.


Ancaman Resesi Global, Ketua Kadin Sebut Upaya Dorong UMKM Naik Kelas Kian Penting

4 jam lalu

Ancaman Resesi Global, Ketua Kadin Sebut Upaya Dorong UMKM Naik Kelas Kian Penting

Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid menyatakan upaya mendorong UMKM naik kelas semakin penting saat ini. Apalagi belakangan muncul prediksi resesi global.


Bahas Beras, Mendag: Apapun Gejolak di Pasar, Pemda Diharapkan Jaga Sesuai Harga Standar

4 jam lalu

Bahas Beras, Mendag: Apapun Gejolak di Pasar, Pemda Diharapkan Jaga Sesuai Harga Standar

Zulkifli Hasan memastikan stok beras secara nasional aman dan stabilitas harga beras tetap terjaga


BPS Sebut Kenaikan Harga Bensin Sebabkan Inflasi Tahunan 5,95 Persen

4 jam lalu

BPS Sebut Kenaikan Harga Bensin Sebabkan Inflasi Tahunan 5,95 Persen

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono menyebutkan bahwa bensin menjadi pemicu inflasi hingga mencapai 5,95 persen.


Zulhas Cerita Ditelepon Jokowi Tiap Hari Agar Tak Lengah Atas Kenaikan Harga Beras

5 jam lalu

Zulhas Cerita Ditelepon Jokowi Tiap Hari Agar Tak Lengah Atas Kenaikan Harga Beras

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengaku Presiden Jokowi hampir setiap hari menghubunginya untuk tidak lengah atas kenaikan harga beras.


Ingatkan Inflasi 2023 Bisa Lebih dari 4 Persen, Bank Indonesia: Harga Pangan dan Energi Meningkat

5 jam lalu

Ingatkan Inflasi 2023 Bisa Lebih dari 4 Persen, Bank Indonesia: Harga Pangan dan Energi Meningkat

Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S Budiman menyebut risiko inflasi melebihi empat persen secara tahunan masih tinggi hingga 2023.


Terkini Bisnis: Jokowi Akan Umumkan Pandemi Berakhir, Inflasi Tertinggi Sejak Desember 2014

5 jam lalu

Terkini Bisnis: Jokowi Akan Umumkan Pandemi Berakhir, Inflasi Tertinggi Sejak Desember 2014

Berita terkini hingga Senin siang, 3 Oktober 2022, dimulai dari rencana Presiden Jokowi dalam waktu dekat akan mengumumkan pandemi Covid-19 berakhir.


Harga BBM, Beras dan Angkot Jadi Penyebab Utama Inflasi September 1,17 Persen

6 jam lalu

Harga BBM, Beras dan Angkot Jadi Penyebab Utama Inflasi September 1,17 Persen

Komoditas utama penyumbang inflasi September adalah harga BBM, beras dan angkutan dalam kota.