Syarat dan Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan via Online dan Offline

Nasabah antre untuk melakukan pencairan dana Jaminan Hari Tua (JHT) di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sudirman, Jakarta, Selasa, 15 Februari 2022. Nasabah masih dapat mencairkan dana JHT meski belum menginjak usia 56 tahun sebelum aturan baru diberlakukan setelah adanya Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pembayaran Manfaat Jaminan Hari Tua. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan penting diketahui oleh setiap pekerja, khusunya mereka yang terkena dampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Pasalnya, hal tersebut menjadi program jaminan sosial yang dicetuskan pemerintah agar mereka tidak terbebani secara ekonomi.

Cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan pun cukup mudah dengan mengikuti petunjuk serta menyiapkan dokumen yang ditentukan. Untuk mengetahui cara mencairkan dana BPJS Ketenagakerjaan, simak penjelasan berikut.

Pencairan Dana BPJS Ketenagakerjaan

Dilansir dari laman BPJS Ketenagakerjaan, program jaminan sosial merupakan salah satu tanggung jawab dan kewajiban negara untuk memberikan perlindungan sosial ekonomi kepada masyarakat. Jaminan perlindungan bagi pekerja dari BPJS Ketenagakerjaan di antaranya adalah Jaminan Hari Tua, Jaminan Kematian, Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Pensiun, dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan. Sesuai dengan Permenaker No. 19 Tahun 2015, para buruh dan pekerja dapat mengajukan permohonan Jaminan Hari Tua sebelum mencapai usia pensiun.

Lantas, bagaimana cara mencairkan dana BPJS Ketenagakerjaan? Serta apa saja syarat mencairkan BPJS Ketenagakerjaan yang perlu dipersiapkan peserta? Berikut panduan lengkapnya.

Syarat Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan

Untuk klaim JHT, masyarakat harus memenuhi salah satu syarat pencairan BPJS Ketenagakerjaan yang terdiri dari:

-   Peserta mengundurkan diri (resign) atau berstatus tidak aktif bekerja.

-   Peserta mengalami PHK.

-   Peserta berusia minimal 56 tahun atau pensiunan.

Selanjutnya, masing-masing kategori peserta BPJS Ketenagakerjaan diwajibkan mempersiapkan beberapa dokumen meliputi:

1. Tertimpa Dampak PHK atau Mengundurkan Diri

-   Kartu keikutsertaan BPJAMSOSTEK.

-   Kartu KTP elektronik.

-   Buku tabungan berbagai jenis bank.

-   Kartu Keluarga (KK).

-   Surat Pernyataan Berhenti Bekerja, Surat Keterangan Pengalaman Kerja, surat yang menyatakan perjanjian kerja, atau Surat Penetapan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI).

-   NPWP (apabila ada).

-   Untuk peserta PHK, dinyatakan berhenti bekerja berdasarkan PHI, pemutusan kerja bipartit, dan/atau terlibat tindak pidana (kasus hukum).

2. Memasuki Umur Pensiun

-   Kartu keikutsertaan BPJAMSOSTEK.

-   Kartu KTP elektronik.

-   Buku tabungan berbagai jenis bank.

-   Kartu Keluarga (KK).

-   Surat pernyataan jika sudah pensiun.

-   NPWP (apabila ada).

3. Menderita Cacat Total Tetap

-   Kartu keikutsertaan BPJAMSOSTEK.

-   Kartu KTP elektronik.

-   Buku tabungan berbagai jenis bank.

-   Kartu Keluarga (KK).

-   Surat pernyataan dokter bahwa yang bersangkutan cacat total tetap.

-   Surat keterangan jika sudah berhenti kerja.

-   NPWP (apabila ada)

4. Keluar Selamanya dari Wilayah NKRI (WNI)

-   Kartu keikutsertaan BPJAMSOSTEK.

-   Paspor aktif.

-   KITAS (Kartu Izin Tinggal Sementara) atau visa.

-   Buku tabungan berbagai jenis bank.

-   Surat pernyataan beralih kewarganegaraan dan tidak akan kembali menjadi WNI (Warga Negara Indonesia) yang disahkan legalitasnya dengan tanda tangan bermaterai.

-   Surat Perjanjian Kerja atau pernyataan berhenti kerja.

-   NPWP (apabila ada).

5. Keluar Selamanya dari Wilayah NKRI (WNA)

-   Kartu keikutsertaan BPJAMSOSTEK.

-   Paspor aktif.

-   KITAS (Kartu Izin Tinggal Sementara) atau visa.

-   Buku tabungan berbagai jenis bank.

-   Surat pernyataan selesai masa kerja di Indonesia.

-   Surat Perjanjian Kerja atau pernyataan berhenti kerja.

-   NPWP (apabila ada).

6. Klaim 10 Persen

-   Menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan minimal 10 tahun.

-   Kartu keikutsertaan BPJAMSOSTEK.

-   Kartu KTP elektronik.

-   Buku tabungan berbagai jenis bank.

-   Kartu Keluarga (KK).

-   Surat pernyataan jika sudah berhenti bekerja atau masih bekerja yang diterbitkan perusahaan.

-   NPWP (apabila ada).

7. Klaim 30 Persen Untuk DP Perumahan

-   Menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan minimal 10 tahun.

-   Sedang mengajukan pembayaran DP (down payment) atau uang muka KPR (Kredit Kepemilikan Rumah).

-   Bersedia jika berpotensi terbebani pajak progresif apabila jarak pencairan lebih dari 2 tahun

-   Kartu keikutsertaan BPJAMSOSTEK.

-   Kartu KTP elektronik.

-   Kartu Keluarga (KK).

-   Surat pernyataan masih bekerja yang diterbitkan perusahaan.

-   Dokumen yang diberikan perbankan (berbeda-beda tergantung tujuan dan mitra bank).

-   Buku tabungan bank mitra untuk KPR.

-   NPWP (apabila ada).

Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan

Apabila peserta telah memenuhi ketentuan, selanjutnya dapat mengajukan permohonan pencairan BPJS Ketenagakerjaan. Cara mencairkan BPJS Kesehatan bisa dilakukan secara online atau offline dengan mengunjungi kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan. Dilansir dari laman BPJS Ketenagakerjaan, berikut petunjuk pencairan dana untuk peserta.

Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan via Online

1. Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Online lewat Website

-   Akses laman https://lapakasik.bpjsketenagakerjaan.go.id/ di browser.

-   Lakukan Login dengan melengkapi data diri meliputi Nama Lengkap, NIK, dan Nomor Kepesertaan BPJAMSOSTEK.

-   Tunggu proses verifikasi untuk menimbang kelayakan klaim.

-   Selanjutnya, peserta diminta untuk mengisi identitas sesuai instruksi.

-   Upload semua dokumen yang sudah dipindai (scan) dalam ekstensi PNG/JPG/JPEG/PDF dengan ukuran tidak melebihi 6 MB.

-   Akan muncul notifikasi konfirmasi, tekan ‘Simpan’.

-   Peserta akan memperoleh informasi berupa Jadwal dan Kantor Cabang yang ditunjuk pihak BPJS Ketenagakerjaan.

-   Peserta akan melaksanakan proses wawancara melalui video call. Serta persiapkan dokumen asli untuk keperluan verifikasi oleh petugas.

-   Tunggu beberapa waktu dan uang JHT akan masuk ke rekening peserta.

2. Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Online lewat Aplikasi Jamsostek Mobile

Cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan juga dapat dilakukan via aplikasi JMO (Jamsostek Mobile). JMO merupakan layanan yang tersedia gratis di Play Store. Peserta bisa menikmati kemudahan fitur JMO untuk pencairan JHT sebagai berikut.

-   Install aplikasi JMO (Jamsostek Mobile).

-   Buka aplikasi JMO.

-   Login dengan menggunakan email aktif dan ketikkan kata sandi.

-   Masuk ke beranda aplikasi dan tekan menu ‘Pengkinian Data’.

-   Baca informasi yang tertera dengan cermat. Apabila sudah yakin, tekan ‘Sudah’.

-   Lakukan verifikasi pengenalan wajah (biometrik).

-   Ketik nomor ponsel dan email.

-   Ketik nomor rekening dan NPWP.

-   Selanjutkan akan muncul data dan tekan ‘Konfirmasi’.

-   Tekan menu ‘Jaminan Hari Tua’.

-   Tekan tombol ‘Klaim JHT’.

-   Apabila memenuhi persyaratan, peserta diharuskan memilih alasan klaim.

-   Tekan ‘Selanjutnya’.

-   Lakukan verifikasi pengenalan wajah kembali.

-   Saat tampil informasi klaim JHT, tekan ‘Konfirmasi’.

-   Selesai.

Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan via Offline

Selain lewat online, peserta juga bisa mencairkan dana BPJS Ketenagakerjaan lewat offline dengan mengunjungi kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan atau di bank. Berikut petunjuk yang bisa diikuti.

1. Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Offline di Kantor Cabang

-   Bawalah dokumen lengkap sesuai dengan satu dari tujuh kategori peserta yang boleh mengajukan pencairan JHT.

-   Membawa smartphone dengan mengaktifkan mode GPS.

-   Scan QR Code di kantor cabang menggunakan Google Lens.

-   Selanjutnya ponsel akan mengarahkan ke form yang disediakan.

-   Lakukan pengisian awal data meliputi Nama Lengkap, NIK, dan Nomor Kepesertaan BPJAMSOSTEK.

-   Tunggu proses verifikasi untuk menimbang kelayakan klaim.

-   Selanjutnya, peserta diminta untuk mengisi identitas sesuai instruksi.

-   Unggah dokumen yang diminta.

-   Tunjukkan notifikasi kepada petugas.

-   Proses wawancara dan lanjutan akan disampaikan oleh petugas.

-   Tunggu JHT cair dan masuk rekening.

2. Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan di Bank Kerja Sama

BPJS Ketenagakerjaan dapat dicairkan di mitra bank, yakni Bank BRI, BNI, Mandiri, BTN, dan BJB. Untuk prosedur pencairannya sebagai berikut.

-   Membawa dokumen lengkap sesuai dengan satu dari tujuh kategori peserta yang boleh mengajukan pencairan JHT.

-   Datang ke kantor cabang bank sesuai hari dan jam kerja.

-   Pihak bank akan mewawancarai peserta.

-   Jika layak, uang JHT akan dikirimkan ke rekening.

Demikian cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan yang bisa dilakukan. Peserta bisa memilih metode sesuai dengan kebutuhan.

MELYNDA DWI PUSPITA

Baca: Thomas Lembong Blak-blakan Cerita Ancol Tidak Berkembang: Banyak Proyek Mangkrak

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Pemda NTB Berikan Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan Kepada 10 Ribu Petani dan Buruh

2 jam lalu

Pemda NTB Berikan Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan Kepada 10 Ribu Petani dan Buruh

Provinsi NTB dinobatkan menjadi provinsi pertama di Indonesia yang memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi petani dan buruh tani tembakau dengan menggunakan anggaran APBD Provinsi, Senin, 3 Oktober 2022.


Berikut Daftar Penyakit yang Ditanggung BPJS Kesehatan Terbaru 2022

5 jam lalu

Berikut Daftar Penyakit yang Ditanggung BPJS Kesehatan Terbaru 2022

Berikut daftar penyakit yang ditanggung BPJS Kesehatan dari ringan sampai kronis sepert sakit kepala, diabetes, sampai HIV


Masih Tunggu Hasil Verifikasi, Kemnaker Optimistis BSU Tahap Empat Cair Pekan Depan

3 hari lalu

Masih Tunggu Hasil Verifikasi, Kemnaker Optimistis BSU Tahap Empat Cair Pekan Depan

Kemnaker sudah melakukan pemadanan data untuk pencairan BSU tahap empat awal Oktobe mendatang.


Bantuan Subsidi Upah Tahap IV Cair 3 Oktober

5 hari lalu

Bantuan Subsidi Upah Tahap IV Cair 3 Oktober

Pemerintah sebelumnya telah mencairkan bantuan subsidi upah kepada 7,07 juta penerima yang terbagi atas tiga tahap.


Apakah Iuran BPJS Kesehatan Terpengaruh oleh Kenaikan Tarif INA CBGs? Ini Penjelasan Direktur BPJS

5 hari lalu

Apakah Iuran BPJS Kesehatan Terpengaruh oleh Kenaikan Tarif INA CBGs? Ini Penjelasan Direktur BPJS

Pemerintah tengah menghitung kenaikan tarif INA CBGs seiring implementasi KRIS. Lalu bagaimana dampaknya ke iuran BPJS Kesehatan nantinya?


Presiden Serahkan BSU di Baubau dan Buton

6 hari lalu

Presiden Serahkan BSU di Baubau dan Buton

Lebih dari 2.500 pekerja di Baubau dan Buton yang menerima bantuan. Mereka adalah peserta BPJS Ketenagakerjaan.


Indosat PHK 300 Karyawan, Pakar: Jika karena Masalah Keuangan Dampaknya Bisa Kemana-mana

7 hari lalu

Indosat PHK 300 Karyawan, Pakar: Jika karena Masalah Keuangan Dampaknya Bisa Kemana-mana

Indosat Ooredoo Hutchison mengumumkan bahwa perusahaan telah menempuh langkah pemutusan hubungan kerja (PHK) pada Jumat, 23 September 2022.


Indosat PHK 300 Karyawan, Pakar: Ada Duplikasi SDM Imbas Merger dengan Tri

7 hari lalu

Indosat PHK 300 Karyawan, Pakar: Ada Duplikasi SDM Imbas Merger dengan Tri

Heru melanjutkan, jika PHK di Indosat harus terjadi, perusahaan perlu memenuhi hak-hak karyawannya.


300 Karyawan Indosat Kena PHK, Pakar Singgung Jumlah Komisaris yang Berjibun

7 hari lalu

300 Karyawan Indosat Kena PHK, Pakar Singgung Jumlah Komisaris yang Berjibun

Indosat mengklaim lebih dari 95 persen karyawan yang terkena dampak pemangkasan telah menerima tawaran itu.


Ramai Soal Pemberitahuan PHK Bisa Kurang dari H-1, Serikat Pekerja: Akibat UU Ciptaker

8 hari lalu

Ramai Soal Pemberitahuan PHK Bisa Kurang dari H-1, Serikat Pekerja: Akibat UU Ciptaker

Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia angkat bicara soal kekecewaan pekerja yang baru dikabari manajemen perusahaan sehari sebelum PHK efektif berlaku.