Tarif Ojek Online Naik, Indef Beberkan Dampaknya: Tak Hanya ke Inflasi, Tapi ...

Pengemudi ojek online mengangkut penumpang di Kawasan Stasiun Sudirman, Jakarta Pusat, Senin, 8 Juni 2020. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengizinkan pengemudi ojek online beroperasi untuk mengangkut penumpang selama PSBB transisi dengan menerapkan protokol kesehatan. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Ekonom Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Nailul Huda memperkirakan kenaikan tarif ojek online (ojol) bakal memicu inflasi tinggi. "Inflasi transportasi per Juli 2022 sudah cukup tinggi, di mana secara tahunan sudah di level 6,65 persen, tertinggi kedua setelah makanan, minuman, dan tembakau," ujarnya melalui keterangan resmi, Kamis, 11 Agustus 2022.

Menurut dia, upaya pemerintah menjaga inflasi tetap rendah misalnya dengan mengalokasikan subsidi BBM hingga subsidi pangan menjadi kontradiktif karena kenaikan tarif ojol akan memberatkan masyarakat. Oleh sebab itu, pemerintah belum mempertimbangkan berbagai aspek atau sisi lain dari kebijakannya tersebut.

Padahal, kata Nailul, kenaikan tarif ojol selain bakal mengerek inflasi, juga akan mendorong masyarakat pengguna ojol beralih moda transportasi lain atau bahkan kendaraan pribadi. “Jika menggunakan kendaraan pribadi akan menambah kemacetan dan kerugian ekonomi akan bertambah,” tuturnya.

Sementara transportasi online, termasuk ojek online, adalah multisided-market yang memungkinkan banyak jenis konsumen yang dilayani oleh sebuah platform. Oleh karena itu, seharusnya yang dilihat bukan hanya dari sisi mitra pengemudi ojek online saja, namun juga dari sisi konsumen atau penumpang.

Sesuai hukum ekonomi, kata Nailul, dari sisi konsumen penumpang akan ada penurunan permintaan. Sudah pasti pengemudi yang akan rugi karena secara total pendapatan akan menurun. "Maka hal ini kontradiktif dengan kesejahteraan mitra driver yang ingin dicapai dengan adanya perubahan tarif ini,” ucapnya.

Selain itu, kenaikan biaya transportasi juga bisa bakal mendatangkan multiplier effect lain karena membebani usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Misalnya, industri makanan-minuman di skala UMKM yang bisa menaikkan harga.






Rupiah Menguat di Level Rp 15.288 per Dolar AS Hari Ini, Dibayangi Laju Inflasi Domestik

2 jam lalu

Rupiah Menguat di Level Rp 15.288 per Dolar AS Hari Ini, Dibayangi Laju Inflasi Domestik

Nilai tukar atau kurs rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi, 4 Oktober 2022, menguat.


Ancaman Resesi, Sandiaga Sebut 97 Persen Lapangan Kerja Dihasilkan UMKM

5 jam lalu

Ancaman Resesi, Sandiaga Sebut 97 Persen Lapangan Kerja Dihasilkan UMKM

Sandiaga Uno yakin ancaman resesi global yang diprediksi terjadi pada tahun 2023 dapat diantisipasi dengan sejumlah upaya penguatan UMKM.


Polsek Tambora Selidiki Aksi Penembakan oleh Pria Berjaket Ojol

5 jam lalu

Polsek Tambora Selidiki Aksi Penembakan oleh Pria Berjaket Ojol

Polsek Tambora menyelidiki kasus penembakan yang dilakukan seorang pria memakai jaket ojek online kepada warga di kawasan Tanah Sereal, Jakarta Barat


ID FOOD Dukung Gerakan Kemitraan Inklusif UMKM Naik Kelas yang Dirilis Jokowi

7 jam lalu

ID FOOD Dukung Gerakan Kemitraan Inklusif UMKM Naik Kelas yang Dirilis Jokowi

BUMN Holding Pangan ID FOOD ikut mendukung gerakan kemitraan inklusif untuk UMKM Naik Kelas yang diluncurkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama KADIN Indonesia.


Terpopuler Bisnis: Sosok CEO dan Pendiri HMNS hingga BSU Rp 600 Ribu

8 jam lalu

Terpopuler Bisnis: Sosok CEO dan Pendiri HMNS hingga BSU Rp 600 Ribu

Berita terpopuler ekonomi bisnis sepanjang Senin, 3 Oktober 2022 antara lain sosok Rizky Arief Dwi Prakoso, pendiri dan CEO perusahaan parfum HMNS.


Pemerintah Targetkan Penyaluran KUR Tahun 2023 Sebesar Rp 460 Triliun, Bisa Terserap?

9 jam lalu

Pemerintah Targetkan Penyaluran KUR Tahun 2023 Sebesar Rp 460 Triliun, Bisa Terserap?

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut pemerintah menargetkan penyaluran KUR naik dari Rp 373 triliun menjadi Rp 460 triliun pada 2023.


Meski Inflasi September di Bawah Prediksi, Analis Sebut Pemerintah Punya PR Berikut Ini

18 jam lalu

Meski Inflasi September di Bawah Prediksi, Analis Sebut Pemerintah Punya PR Berikut Ini

Inflasi September masih di bawah prakiraan analis, tetapi tetap menjadi pekerjaan rumah pemerintah untuk menjaga transmisi harga energi dan komoditas.


Terkini Bisnis: RANS Entertainment Buka Lowongan Kerja, Kisah Jatuh Bangun CEO HMNS

20 jam lalu

Terkini Bisnis: RANS Entertainment Buka Lowongan Kerja, Kisah Jatuh Bangun CEO HMNS

Berita terkini ekonomi dan bisnis hingga Senin sore, 3 Oktober 2022, dimulai dari info lowongan kerja RANS Entertainment.


Analis Perkirakan Dolar Menguat dalam Beberapa Bulan Mendatang, karena...

21 jam lalu

Analis Perkirakan Dolar Menguat dalam Beberapa Bulan Mendatang, karena...

Di tengah menguatnya indeks dolar, mata uang rupiah ditutup melemah 75 poin dalam perdagangan Senin sore, 3 Oktober 2022.


Kunci UMKM Tahan Resesi Global Versi Teten: Daya Beli Terjaga dan Ada Jaminan Sosial

23 jam lalu

Kunci UMKM Tahan Resesi Global Versi Teten: Daya Beli Terjaga dan Ada Jaminan Sosial

Selama daya masyarakat terjaga dan ada jaminan sosial, Teten optimistis permintaan terharap produk-produk UMKM masih baik meski muncul resesi.