Analis Ungkap Penyebab Saham Kebab Baba Rafi ARA di Hari Pertama

Kebab Baba Rafi (dok. Babarafi.com)

TEMPO.CO, Jakarta - Analis Trimegah Sekuritas Rovandi menanggapi harga saham pengelola jaringan waralaba Kebab Baba Rafi PT Sari Kreasi Boga Tbk (RAFI) yang terbang hingga ke level auto reject atas (ARA) usai dilepas ke pasar. Harga saham RAFI naik 34,92 persen ke level Rp 170 dari harga perdananya di Rp 126 per lembar pada Jumat kemarin, 5 Agustus 2022.

Menurut Rovandi, jaringan waralaba tersebut berhasil di sektor usaha mikro kecil menengah atau UMKM. "Kebab Baba Rafi sukses ARA di hari pertama. Kalau sekilas saya perhatikan mungkin karena ini perusahaan mewakili UMKM dengan fundamental kuat yang mempunyai hampir 1.000 mitra," ujar dia saat dihubungi pada Sabtu, 6 Agustus 2022.

Adapun soal tren pergerakan saham RAFI, Rovandi belum bisa menjelaskan lebih lanjut. "Baru satu hari, jadi belum bisa dibaca trennya," tutur Rovandi.

Sebelumnya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mencatat 800 emiten yang resmi melantai di BEI pada Jumat 5 Agustus 2022. Emiten saham tersebut adalah pengelola jaringan waralaba Kebab Baba Rafi PT Sari Kreasi Boga Tbk (RAFI). BEI juga menyebut ada 34 emiten saham tercatat yang menghimpun dana hingga Rp 20,1 triliun. Kemudian terdapat 30 emiten saham dalam pipeline pencatatan saham BEI.

"Pencapaian ini merupakan hasil dari penyelenggaraan program sosialisasi kepada calon perusahaan tercatat di seluruh Indonesia yang dilakukan secara konsisten oleh BEI bersama berbagai pihak," tulis BEI dalam keterangan pers pada Jumat 5 Agustus 2022.

BEI juga memaparkan telah mencatat rekor nilai penggalangan dana tertinggi penawaran umum saham di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) sebesar Rp 62,5 triliun pada tahun 2021. Selama periode 2018 hingga 2021 BEI juga menjadi bursa paling aktif di ASEAN dengan catatan 217 perusahaan tercatat.

Manajemen BEI tengah mendorong perusahaan untuk mempertimbangkan pendanaan melalui pasar modal Indonesia dengan melakukan pencatatan sebagai salah satu strategi pengembangan perusahaan. Harapannya, dengan semakin banyak perusahaan yang melantai di BEI maka dapat menjadikan pasar modal sebagai rumah pertumbuhan bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia dan memberikan pilihan investasi yang lebih beragam bagi investor.

Sementara itu selama masa penawaran umum RAFI antara 1–3 Agustus 2022, terdapat kelebihan saham yang dipesan investor atau oversubscribed sebanyak 75,75 kali dengan nilai pemesanan mencapai Rp1,56 triliun.

Investment Banking Division PT Investindo Nusantara Sekuritas Zharfan Dhaifullah selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek IPO SKB Food sebelumnya menjelaskan bahwa jumlah pemesanan saham pada penawaran umum perdana saham RAFI dengan sistem penawaran umum elektronik tercatat cukup tinggi. Setidaknya terdapat 21.000 pemesan dengan pemesanan sebanyak 12,44 miliar saham atau setara sebesar Rp1,57 Triliun.

Untuk penjatahan terpusat (pooling) jumlah pemesanan mencapai 11,65 miliar saham sehingga terjadi oversubscribed hampir 82 kali. Adapun secara total terjadi oversubscribed sebanyak 13 kali sepanjang penawaran umum berlangsung.

“Pesanan yang masuk ada 120,24 juta lot untuk pooling atau oversubscribed hampir 82 kali (81,90 kali) dari pooling yang ditawarkan,” kata Zharfan dalam keterangan tertulis, Kamis, 4 Agustus 2022.

Sementara itu, pesanan untuk penjatahan pasti (fixed allotment) tercatat sebanyak 7,89 juta lot sehingga total pesanan mencapai sebanyak 128,13 juta lot atau mencerminkan 1.351,53 persen yang setara lebih dari Rp1,56 Triliun dari total saham yang ditawarkan SKB Food pada proses IPO ini.

Sebagaimana diketahui, RAFI menawarkan sebanyak-banyaknya 9,4 juta lot atau sebanyak 948.090.000 saham biasa atas nama yang seluruhnya adalah saham baru dan dikeluarkan dari portepel, dengan nilai nominal Rp15 setiap saham.

Jumlah tersebut mewakili sebanyak-banyaknya 30,31 persen dari modal ditempatkan dan disetor SKB Food setelah penawaran umum perdana saham dengan harga final Rp126 per saham.

Baca: Kebab Baba Rafi Melantai di Pasar Modal, Harga Saham Langsung ARA






Samuel Sekuritas Perkirakan IHSG Hari Ini Terkoreksi

18 jam lalu

Samuel Sekuritas Perkirakan IHSG Hari Ini Terkoreksi

Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG terkoreksi pada perdagangan hari ini.


IHSG Menguat Tajam, Samuel Sekuritas: Sektor Energi Naik Paling Tinggi

1 hari lalu

IHSG Menguat Tajam, Samuel Sekuritas: Sektor Energi Naik Paling Tinggi

IHSG menutup sesi satu di level 7.134,8, atau melampaui angka penutupan Senin, 8 Agustus 2022 lalu, yakni 7.086,8.


Samuel Sekuritas Perkirakan IHSG Kembali Menguat, Saham Ini Perlu Dicermati

1 hari lalu

Samuel Sekuritas Perkirakan IHSG Kembali Menguat, Saham Ini Perlu Dicermati

Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG kembali menguat pada perdagangan Selasa, 9 Agustus 2022.


Hak Pemegang Saham, Inilah Jenis-jenis Dividen

2 hari lalu

Hak Pemegang Saham, Inilah Jenis-jenis Dividen

Dividen tunai dibagikan kepada para pemegang saham dalam bentuk uang tunai. Jenis ini pula yang paling banyak digunakan.


IHSG Sesi I Melemah ke 7.063,3, Samuel Sekuritas: Indeks Sektor Teknologi Paling Jeblok

2 hari lalu

IHSG Sesi I Melemah ke 7.063,3, Samuel Sekuritas: Indeks Sektor Teknologi Paling Jeblok

IHSG menutup sesi pertama perdagangan di level 7.063,3. Dengan begitu, indeks kini 0,3 persen lebih rendah dari angka penutupan Jumat pekan lalu.


Inflasi Terus Menanjak, Simak Strategi Investasi dari Bareksa: Sesuaikan dengan Profil Risiko

2 hari lalu

Inflasi Terus Menanjak, Simak Strategi Investasi dari Bareksa: Sesuaikan dengan Profil Risiko

Bareksa menilai kenaikan harga barang dan jasa harus dibarengi dengan investasi yang tepat agar nilai uang masyarakat dapat melawan inflasi.


IHSG Hari Ini Dibuka Menguat di 7.092,3, Samuel Sekuritas Rekomendasikan 5 Saham

2 hari lalu

IHSG Hari Ini Dibuka Menguat di 7.092,3, Samuel Sekuritas Rekomendasikan 5 Saham

IHSG pada perdagangan pagi hari ini, Senin, 8 Agustus 2022, dibuka di level 7.092,3 dan terus bergerak naik hingga puncaknya di level 7.100,80.


Laba Bersih Semester I 2022 Summarecon Agung Tumbuh 134,5 Persen

4 hari lalu

Laba Bersih Semester I 2022 Summarecon Agung Tumbuh 134,5 Persen

Emiten properti PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA) mencetak kinerja moncer pada semester I/2022.


Laba Bersih Semester I 2022 Naik 1.517 Persen, Indika Energy Kempit Rp 2,98 T

5 hari lalu

Laba Bersih Semester I 2022 Naik 1.517 Persen, Indika Energy Kempit Rp 2,98 T

Indika Energy Tbk. (INDY) mencatatkan laba bersih US$200,65 juta atau sekitar Rp2,98 triliun pada semester I/2022, melonjak 15 kali lipat.


IHSG Menghijau 5 Hari Berturut-turut, Telkom hingga Allo Bank Pendorong Terkuat Hari Ini

5 hari lalu

IHSG Menghijau 5 Hari Berturut-turut, Telkom hingga Allo Bank Pendorong Terkuat Hari Ini

Telkom Indonesia (TLKM) menjadi saham penggerak terkuat IHSG pada sesi perdagangan hari ini dengan sumbangan 8,88 poin.