Cina Sebut Sering Komunikasi dengan Presiden Jokowi dan Luhut soal Kereta Cepat

Pekerja menyelesaikan pengerjaan proyek tunnel dua Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa 21 Juni 2022. PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menyatakan proyek tunnel dua Kereta Cepat Jakarta-Bandung itu telah berhasil ditembus yang menandakan 13 terowongan KCJB kini telah tersambung. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

TEMPO.CO, Jakarta - Perwakilan Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC) Cina, Pan Jiang, mengatakan pihaknya sering berkomunikasi dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi soal perkembangan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

“Bulan lalu Bapak Jokowi baru melawat ke Cina, dan menjadi pemimpin negara pertama yang datang ke Cina setelah pandemi Covid-19. Ini mencerminkan kerja sama yang baik. Dia juga berkali-kali meninjau pembangunan KCJB,” ujar dia dalam konferensi pers virtual pada Jumat, 5 Agustus 2022.

Menurut dia, Presiden Jokowi dan Presiden Xi Jinping juga berjanji mendorong pelaksanaan proyek infrastruktur kereta cepat. KCJB merupakan proyek simbolis bagi Cina dan pertama kalinya negara panda mengekspor teknologi dan penerapan engineering. 

“Bagi Presiden Xi Jinping proyek KCJB sangat penting dan memberikan arahan yang penting untuk proses pembangunan,” tutur Pan Jiang.

Selain itu, Pimpinan NDRC, Pan Jiang berujar, berkali-kali berdiskusi dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan membicarakan kesulitan dalam pelaksaan proyek KCJB. Pan Jiang yakin dengan dukungan dua negara proyek bisa berjalan dengan baik.

“Kita pasti bisa mengatasi kesulitan, dan 91 persen pembangunan jalan sudah selesai, serta 13 terowongan sudah selesai dibuat,” kata Pan Jiang.

Pada Jumat, 5 Agustus 2022, pengiriman perdana rangkaian kereta cepat (EMU) dan kereta inspeksi (CIT) mulai dilakukan dari Cina ke Indonesia.  Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Dwiyana Slamet Riyadi menjelaskan pengiriman perdana yang menandai sejarah antara kedua negara. 

“Karena ini adalah pertama kalinya pengiriman EMU kereta api cepat dari Tiongkok ke luar negeri,” ujar dia.

Dwiyana mengatakan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB) hadir sebagai wujud nyata dari kerja sama strategis antara Indonesia dan Cina. Proyek ini, kata dia, merupakan bagian dari program strategis nasional di bidang infrastruktur yang diamanatkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Presiden Xi Jinping untuk membangun konektivitas masa depan yang andal nyaman dan modern.

Saat ini, Dwiyana melanjutkan, progres investasi dari proyek KCJB mencapai 85 persen. Masih menyisakan beberapa pekerjaan, penyelesaian tunnel dua, kemudian pre loading, track laying, dan tentunya juga penyelesaian stasiun.

Sebagai pionir dari kereta cepat khususnya di Asia Tenggara, menurut dia, kehadiran KCJB ini sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat Indonesia. Proyek ini diharapkan membuat konektivitas antara Jakarta-Bandung semakin cepat.

“Pilihan masyarakat juga akan semakin banyak, khususnya untuk moda transportasi yang ramah lingkungan, seperti kereta api cepat ini,” kata Dwiyana.

Baca: Bantah Indonesia Dikontrol Cina, Luhut Pandjaitan: yang Ngomong Ngerti Angka Nggak?






Wamenkeu Sebut Produk Dalam Negeri Bisa Topang Ekonomi RI di Tengah Ancaman Krisis

4 jam lalu

Wamenkeu Sebut Produk Dalam Negeri Bisa Topang Ekonomi RI di Tengah Ancaman Krisis

Wamenkeu mengatakan penggunaan produk dalam negeri bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.


Sejumlah Negara Mendukung Unjuk Rasa Menolak Lockdown di Cina

6 jam lalu

Sejumlah Negara Mendukung Unjuk Rasa Menolak Lockdown di Cina

Inggris mengatakan Cina harus mau mendengarkan suara rakyatnya sendiri. Warga Cina mencoba mengatakan mereka tidak senang dengan aturan Covid-19.


Jokowi: Prabowo Punya Kerutan Wajah dan Rambut Putih

6 jam lalu

Jokowi: Prabowo Punya Kerutan Wajah dan Rambut Putih

Presiden Jokowi menyebut ciri-ciri pemimpin yang pernah disampaikannya yaitu yang berkerut dan rambut putih, ada di diri Prabowo.


Seniman Cina Ai Weiwei Tak Yakin Protes Covid-19 Dapat Menggulingkan Xi Jinping

7 jam lalu

Seniman Cina Ai Weiwei Tak Yakin Protes Covid-19 Dapat Menggulingkan Xi Jinping

Pemerintahan Presiden Xi Jinping dinilai sulit goyah karena tidak ada agenda politik yang jelas dalam protes menolak kebijakan Covid-19 di Cina.


Luhut: Tahun Depan, Belanja Produk Impor Maksimal 5 Persen

7 jam lalu

Luhut: Tahun Depan, Belanja Produk Impor Maksimal 5 Persen

Luhut yakin pengurangan porsi impor ini dapat meningkatkan belanja produk dalam negeri sehingga memberikan dampak ekonomi yang signifikan.


PKS Melihat Celah Jokowi 3 Periode Masih Terbuka

7 jam lalu

PKS Melihat Celah Jokowi 3 Periode Masih Terbuka

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menilai isu Jokowi 3 periode belum tertutup.


Kepala BIN Budi Gunawan: Kerutan Pemimpin Versi Jokowi 100 Persen Identik dengan Prabowo

8 jam lalu

Kepala BIN Budi Gunawan: Kerutan Pemimpin Versi Jokowi 100 Persen Identik dengan Prabowo

Kepala BIN Budi Gunawan ikut angkat suara menanggapi omongan Presiden Jokowi soal calon presiden yang keningnya berkerut dan rambut putih.


Mardani PKS: Presiden Jokowi Jangan Melulu Sibuk dengan Relawan

9 jam lalu

Mardani PKS: Presiden Jokowi Jangan Melulu Sibuk dengan Relawan

Politikus PKS Mardani Ali Sera minta Presiden Jokowi fokus jalankan tugas sebagai Kepala Negara, bukan melulu sibuk dengan relawan menjelang Pilpres.


Jokowi Penuhi Permintaan Soal Kuota Khusus Anak Suku Dayak Jadi Prajurit TNI-Polri

9 jam lalu

Jokowi Penuhi Permintaan Soal Kuota Khusus Anak Suku Dayak Jadi Prajurit TNI-Polri

Panglima Besar Pasukan Merah Agustinus minta kuota khusus untuk anak-anak Suku Dayak agar menjadi prajurit TNI-Polri. Jokowi setuju.


Survei Charta Politika: Hanya 18 Persen Masyarakat Setuju Penundaan Pemilu 2024

9 jam lalu

Survei Charta Politika: Hanya 18 Persen Masyarakat Setuju Penundaan Pemilu 2024

Survei lembaga Charta Politika Indonesia menyebut hanya 18 persen responden yang menyatakan setuju dengan isu penundaan Pemilu 2024. Sementara itu, sebanyak 76,3 persen lainnya menolak isu tersebut.