Kebab Baba Rafi Melantai di Pasar Modal, Harga Saham Langsung ARA

Kebab Baba Rafi (dok. Babarafi.com)

TEMPO.CO, Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mencatat 800 emiten yang resmi melantai di BEI pada Jumat 5 Agustus 2022. Emiten saham tersebut adalah pengelola jaringan waralaba Kebab Baba Rafi PT Sari Kreasi Boga Tbk (RAFI).

BEI juga menyebut ada 34 emiten saham tercatat yang menghimpun dana hingga Rp20,1 triliun. Kemudian terdapat 30 emiten saham dalam pipeline pencatatan saham BEI.

"Pencapaian ini merupakan hasil dari penyelenggaraan program sosialisasi kepada calon perusahaan tercatat di seluruh Indonesia yang dilakukan secara konsisten oleh BEI bersama berbagai pihak," tulis BEI dalam keterangan pers pada Jumat 5 Agustus 2022.

Harga Saham RAFI terbang hingga ke level auto reject atas (ARA) usai dilepas ke pasar. Harga saham RAFI naik 34,92 persen ke level Rp 170 dari harga perdananya di Rp 126 per lembar.

BEI juga memaparkan telah mencatat rekor nilai penggalangan dana tertinggi penawaran umum saham di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) sebesar Rp62,5 triliun pada tahun 2021. Selama periode 2018 hingga 2021 BEI juga menjadi bursa paling aktif di ASEAN dengan catatan 217 perusahaan tercatat.

Manajemen BEI tengah mendorong perusahaan untuk mempertimbangkan pendanaan melalui pasar modal Indonesia dengan melakukan pencatatan sebagai salah satu strategi pengembangan perusahaan. Harapannya, dengan semakin banyak perusahaan yang melantai di BEI maka dapat menjadikan pasar modal sebagai rumah pertumbuhan bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia dan memberikan pilihan investasi yang lebih beragam bagi investor.

Sementara itu selama masa penawaran umum RAFI antara 1–3 Agustus 2022, terdapat kelebihan saham yang dipesan investor atau oversubscribed sebanyak 75,75 kali dengan nilai pemesanan mencapai Rp1,56 triliun.

Investment Banking Division PT Investindo Nusantara Sekuritas Zharfan Dhaifullah selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek IPO SKB Food sebelumnya menjelaskan bahwa jumlah pemesanan saham pada penawaran umum perdana saham RAFI dengan sistem penawaran umum elektronik tercatat cukup tinggi. Setidaknya terdapat 21.000 pemesan dengan pemesanan sebanyak 12,44 miliar saham atau setara sebesar Rp1,57 Triliun.

Untuk penjatahan terpusat (pooling) jumlah pemesanan mencapai 11,65 miliar saham sehingga terjadi oversubscribed hampir 82 kali. Adapun secara total terjadi oversubscribed sebanyak 13 kali sepanjang penawaran umum berlangsung.

“Pesanan yang masuk ada 120,24 juta lot untuk pooling atau oversubscribed hampir 82 kali (81,90 kali) dari pooling yang ditawarkan,” kata Zharfan dalam keterangan tertulis, Kamis kemarin. 

Sementara itu, pesanan untuk penjatahan pasti (fixed allotment) tercatat sebanyak 7,89 juta lot sehingga total pesanan mencapai sebanyak 128,13 juta lot atau mencerminkan 1.351,53 persen yang setara lebih dari Rp1,56 Triliun dari total saham yang ditawarkan SKB Food pada proses IPO ini.

Sebagaimana diketahui, RAFI menawarkan sebanyak-banyaknya 9,4 juta lot atau sebanyak 948.090.000 saham biasa atas nama yang seluruhnya adalah saham baru dan dikeluarkan dari portepel, dengan nilai nominal Rp15 setiap saham.

Jumlah tersebut mewakili sebanyak-banyaknya 30,31 persen dari modal ditempatkan dan disetor SKB Food setelah penawaran umum perdana saham dengan harga final Rp126 per saham.

Baca:  Pemilik Kebab Baba Rafi Bagikan Seluk-beluk Memulai Bisnis Waralaba






Pertahankan Kepemilikan Saham, Alfamart Masukkan Dana Rp23,07 Miliar ke Anak Usaha

2 jam lalu

Pertahankan Kepemilikan Saham, Alfamart Masukkan Dana Rp23,07 Miliar ke Anak Usaha

Pengelola jaringan minimarket Alfamart, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. menambah investasi saham di PT Sumber Indah Lestari sebesar Rp23,07 miliar.


IHSG Sesi I Ditutup Melemah di 7.114,8, Samuel Sekuritas: Indeks Sektor Transportasi Paling Jeblok

12 jam lalu

IHSG Sesi I Ditutup Melemah di 7.114,8, Samuel Sekuritas: Indeks Sektor Transportasi Paling Jeblok

IHSG menutup sesi di zona merah di level 7.114,8 atau turun 0,2 persen penutupan perdagangan akhir pekan lalu di level 7.129,2.


Miliarder India Rakesh Jhunjhunwala Meninggal, Kekayaannya Rp87 Triliun

1 hari lalu

Miliarder India Rakesh Jhunjhunwala Meninggal, Kekayaannya Rp87 Triliun

Penyebab kematian miliarder Rakesh Jhunjhunwala tidak dipublikasi. Perdana Menteri Narendra Modi berduka atas kepergiannya


Transaksi Saham Pekan Kedua Agustus Tembus Rp 15 Triliun

1 hari lalu

Transaksi Saham Pekan Kedua Agustus Tembus Rp 15 Triliun

Bursa Efek Indonesia mencatat nilai transaksi saham pekan kedua Agustus telah tembus Rp15 triliun seiring peningkatan IHSG.


Emiten Cina Delisting dari Bursa Amerika, Saham Alibaba Merosot

2 hari lalu

Emiten Cina Delisting dari Bursa Amerika, Saham Alibaba Merosot

Sejumlah emiten Cina mengalami pelemahan saham pada Jumat, 12 Agustus 2022, di Bursa Amerika Serikat.


1 September 2022, Aplikasi Info BCA Berhenti Beroperasi

3 hari lalu

1 September 2022, Aplikasi Info BCA Berhenti Beroperasi

Aplikasi Info BCA yang dirilis pada 8 November 2013 silam akan resmi berhenti beroperasi per 1 September 2022.


Naik 62,27 Persen, Laba Bersih Semester I 2022 Pakuwon Jati Rp 735,5 M

4 hari lalu

Naik 62,27 Persen, Laba Bersih Semester I 2022 Pakuwon Jati Rp 735,5 M

Emiten properti pengelola Mal Kota Kasablanka hingga Gandaria City, PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON) meraih laba bersih Rp753,5 miliar.


IHSG Terkerek ke Level 7.158, Indeks Teknologi Paling Moncer

4 hari lalu

IHSG Terkerek ke Level 7.158, Indeks Teknologi Paling Moncer

IHSG menutup sesi pertama di level 7.158,2 atau 1,02 persen lebih tinggi dari angka penutupan kemarin di level 7.086,2.


Bendahara Gadaikan dan Jual Saham, Dilaporkan Merugikan Perusahaan Rp 14,3 Miliar

4 hari lalu

Bendahara Gadaikan dan Jual Saham, Dilaporkan Merugikan Perusahaan Rp 14,3 Miliar

Bendahara Umum APNI Antonius Setyadi dilaporkan atas dugaan penggelapan dan/atau penipuan saham ke Polda Metro Jaya.


OJK: Indeks Saham Syariah Meningkat 10,79 Persen

4 hari lalu

OJK: Indeks Saham Syariah Meningkat 10,79 Persen

OJK mencatat nilai kapitalisasi pasar atas saham syariah secara ytd juga mengalami peningkatan sebesar 11,79 persen.