Disebut Memonopoli Kawasan Pulau Komodo, Ini Profil BUMD NTT PT Flobamor

Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi sejumlah menteri, gubernur, dan bupati berada di atas kapal pinisi menuju Pulau Rinca Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis 21 Juli 2022. Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk meninjau sekaligus meresmikan perluasan Bandar Udara Komodo Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat serta melakukan perjalanan dengan kapal pinisi untuk meresmikan penataan kawasan Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo. ANTARA FOTO/Setpres/Agus Suparto

TEMPO.CO, Jakarta -Asosiasi Pelaku Wisata dan Individu pelaku wisata Labuan Bajo menyebut PT Flobamor memonopoli sektor pariwisata di Manggarai Barat. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Nusa Tenggara Timur atau NTT itu menjadi pengelola di Pulau Komodo dan Pulau Padar yang ditunjuk oleh pemerintah daerah.

Nama perusahaan itu ramai dibicarakan setelah penetapan kenaikan harga tiket Taman Nasional Komodo menjadi Rp 3,75 juta. Dalam situs resminya, PT Flobamor menjalankan bisnis utama berupa jasa penyeberangan. Penetapan bidang usaha ini dilakukan dengan memperhatikan keputusan pemegang saham, anggaran dasar perseroan, dan perundang-undangan yang berlaku.

“Penetapan bidang usaha jasa penyeberangan sebagai core business perseroan selain memenuhi unsur legalitas juga sejalan dengan kekuatan sumber daya perseroan, sumber daya administrasi , sumber daya manusia,” demikian tertulis dalam profil perusahaan di situs resminya.

PT Flobamor memiliki tiga unit kapal feri yang memberikan pelayanan kepada masyarakat. Rute yang dilayani adalah pertama Kupang-Ende yang menghubungkan Kota Kupang dengan ibu kota Kabupaten Ende, dengan KMP Sirung.

Kedua, Kupang-Rote dan Kupang-Lewoleba, sebagai penyeberangan komersil dengan KMP Ile Boleng. Dan ketiga, menghubungkan Provinsi NTT dan Maluku dengan KMP Pulau Sabu.

Bisnis lain dari BUMD itu adalah usaha potensial sesuai dengan peluang yang tersedia berjalan saat ini, yakni perdagangan sapi; beras dan jagung; aspal, additif perkerasan jalan (Soil Additif); serta potensi peluang usaha lain yang berdampak pada ekonomi kerakyatan. 

Perusahaan yang berada di Jalan Teratai Nomor 5, Kelurahan Naikolan, Kota Kupang itu memiliki akta pendirian dengan nomor 78 tertanggal 21 September 2010. Nama notarisnya di dalam akta tersebut adalah Silvester Joseph Mambaitfeto. Akta perubahannya memiliki nomor 34 tertanggal 25 September 2018 dengan nama notaris Serlina Sari Dewi Darmawan.

“Izin usahanya melalui Dinas Perhubungan Provinsi NTT dengan nomor DISHUB.550/005/2015. Dan masa berlaku selama perusahaan masih menjalankan usaha,” tertulis dalam situs web resminya.

Dar segi keuangan perusahaan, PT Flobamor memiliki total modal sebesar Rp 19.426.813.000. Dari total modal tersebut, 99,9 persen sahamnya dipegang oleh Pemerintah Provinsi NTT, dan 0,1 persen atau senilai Rp 20 juta yang dimiliki Koperasi Praja Mukti.

Perusahaan berlogo ombak itu dipimpin oleh beberapa orang yakni, Komisaris Utama Samuel Haning; Komisaris Hadi A Djawas; Direktur Utama Agustinus Z Bokotei; dan Direktur Operasional Abner E R Atauoah. Serta ada dua manager di bawah direktur operasional yaitu Manager Operasi dan Pengembangan Usaha, dan Manager Keuangan dan Administrasi.






Bocah Asal NTT Juara Dunia Sempoa, Begini Sejarah Sempoa

7 hari lalu

Bocah Asal NTT Juara Dunia Sempoa, Begini Sejarah Sempoa

Sempoa merupakan alat hitung yang telah ada sejak berabad-abad lalu. Berikut sejarah sempoa.


Pendapatan LRT Jakarta Naik Jadi Rp 211 Miliar pada 2022, Penumpang Meningkat 117 Persen

8 hari lalu

Pendapatan LRT Jakarta Naik Jadi Rp 211 Miliar pada 2022, Penumpang Meningkat 117 Persen

Laba LRT Jakarta tercatat sekitar Rp8 miliar pada 2022, tahun lalu hanya Rp 3 miliar.


Gelaran ASEAN Summit 2023, PUPR Bangun Akses Labuhan Bajo - Tanamori

10 hari lalu

Gelaran ASEAN Summit 2023, PUPR Bangun Akses Labuhan Bajo - Tanamori

PUPR tengah merampungkan pembangunan akses Labuan Bajo - Tanamori di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.


Buntut Kapal Tenggelam di Labuan Bajo, Manggarai Barat Akan Buat SOP untuk Pelaku Wisata

11 hari lalu

Buntut Kapal Tenggelam di Labuan Bajo, Manggarai Barat Akan Buat SOP untuk Pelaku Wisata

Kejadian kapal tenggelam dua kali ini mencoreng nama baik pariwisata Labuan Bajo yang telah dikenal oleh dunia.


Dharma Jaya Jajaki Kerja Sama Suplai Ikan ke DKI dengan BUMD Maluku

12 hari lalu

Dharma Jaya Jajaki Kerja Sama Suplai Ikan ke DKI dengan BUMD Maluku

Perumda Dharma Jaya menjajaki kerja sama pengadaan ikan untuk DKI Jakarta dengan BUMD Maluku.


Penjabat Bupati Lembata Resmikan Patung Anto Enga Tifaona

13 hari lalu

Penjabat Bupati Lembata Resmikan Patung Anto Enga Tifaona

Penjabat Bupati Lembata, Marsianus Jawa mengatakan patung Anto Enga Tifaona ini akan dijadikan ikon warga Kota Loweleba.


Habiskan Dana Rp2 Miliar, Patung Anton Tifaona di Lembata Siap Diresmikan

13 hari lalu

Habiskan Dana Rp2 Miliar, Patung Anton Tifaona di Lembata Siap Diresmikan

Acara peresmian Patung Brigjen Anton Enga Tifaona ini akan dimulai dengan misa Gereja Kristus Raja Lewoleba.


Anak Usaha Jakpro Targetkan Pengerjaan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu 115 Kilometer Selesai 2024

14 hari lalu

Anak Usaha Jakpro Targetkan Pengerjaan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu 115 Kilometer Selesai 2024

PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Perseroda melalui anak usahanya, PT Jakarta Insfrastruktur Propertindo (JIP) menargetkan pengerjaan proyek Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) sepanjang 115 kilometer


Pakai Kapal Bekas yang Pernah Tenggelam, Wisatawan Labuan Bajo Merasa Ditipu

16 hari lalu

Pakai Kapal Bekas yang Pernah Tenggelam, Wisatawan Labuan Bajo Merasa Ditipu

Wisatawan Labuan Bajo merasa tertipu karena dilayani kapal bekas yang pernah tenggelam. Apesnya, kapal itu kembali tenggelam. Lengkap sudah.


Kapal Tiana yang Tenggelam di Labuan Bajo Berstatus Barang Bukti di Polisi, Mengapa Bisa Kembali Berlayar?

16 hari lalu

Kapal Tiana yang Tenggelam di Labuan Bajo Berstatus Barang Bukti di Polisi, Mengapa Bisa Kembali Berlayar?

Kapal Tiana Liveaboard yang tenggelam di perairan Labuan Bajo pada Sabtu lalu ternyata pernah tenggelam Juni 2022 lalu. Jadi barang bukti.