Balai Besar POM Mataram Razia Pasar Kosmetik Ilegal, Temuan Meningkat dari Tahun Lalu

Logo BPOM. twitter.com

TEMPO.CO, Jakarta - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Mataram selama dua pekan yaitu minggu ke III dan IV Juli 2022 melakukan aksi penertiban pasar kosmetik illegal atau mengandung bahan berbahaya.

Kepala Balai Besar POM Mataram I Gusti Ayu Adhi Aryapatni menjelaskan telah memeriksa 41 distributor, toko kosmetik, salon, klinik kecantikan dan produsen kosmetik di Kabupaten/Kota se pulau Lombok. ‘’21 sarana memenuhi ketentuan atau 51,22 persen dan 20 sarana tidak memenuhi ketentuan atau 48,78 persen,’’ katanya kepada wartawan di kantornya, Jum’at 29 Juli 2022.

Jika dibandingkan dengan hasil aksi penertiban terakhir di tahun 2019, dengan temuan sarana tidak memenuhi ketentuan (TMK) sebanyak 30,28 persen, maka persentase sarana yang menjual kosmetik tanpa izin edar (TIE) atau mengandung bahan berbahaya (BB) di tahun 2022 ini cenderung meningkat.

Ditemukan 1 item, 1 pcs kosmetik kadaluarsa (0,28  persen), selebihnya didominasi temuan kosmetik TIE 349 item (99,72  persen) dengan jumlah temuan sebanyak 3.229 pcs dan rincian sebanyak 136 item atau 1573 pcs (38,97  persen ) produk kosmetik lokal/dalam negeri, dengan nilai ekonomi Rp 29.210.000.

Sebanyak 213 item atau 3.214 pcs (61,03  persen) produk kosmetik impor/ luar negeri senilai Rp 49.259.500. Produk impor terbanyak dari China, Korea, India yang nilai keekonomian temuan seluruhnya Rp 78.469.500 atau meningkat lebih dari 300 persen dari nilai temuan tahun 2019  sebesar Rp 22.853.000.

Berdasarkan keterangan pemilik sarana, sumber pembelian produk sebagian besar dibeli secara online, beberapa dari sumber yang tidak jelas/sales yang tidak dketahui identitasnya.

Produk temuan telah dimusnahkan pemilik disaksikan petugas dilengkapi Berita Acara dan Surat pernyataan pelaku usaha untuk tidak menjual  produk kosmetik Tanpa Ijin Edar, bila pada pemeriksaan berikutnya masih ditemukan pelanggaran yang sama pelaku usaha dapat dikenakan sanksi sesuai Undang – Undang  No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, Pasal 106 ayat (1) jo Pasal 196  bahwa setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp1,5 miliar.

Dari proporsi asal produk, 38,97 persen diantaranya adalah kosmetik produk lokal/dalam negeri sebagai target pembinaan/pendampingan selanjutnya.

Aksi penertiban yang dilakukan Balai Besar POM ini dalam upaya menurunkan tingkat peredaran kosmetik ilegal untuk melindungi kesehatan masyarakat dari risiko kesehatan akibat penggunaan kosmetika yang tidak memenuhi persyaratan mutu dan keamanan.

Sebelumnya, Juni 2022 telah dilaksanakan pembentukan 30 Duta Kosmetik Aman NTB dan 3 Duta terbaik yaitu Ainul Mardiati (Poltekkes Mataram), Ida Ayu Ngurah Trisna (UNRAM) dan Hana Novita Fitri (MAN 2 Mataram) telah mendapat pelatihan ATD (Advanced Training Duta) di Badan POM 13-14 Juli 2022 siap menjadi fasilitator BBPOM Di Mataram mengedukasi masyarakat tentang kosmetik aman.

SUPRIYANTHO KHAFID

Baca: BPOM Beberkan Alasan Tarik Es Krim Haagen-Dazs Rasa Vanilla dari Peredaran






Tingkatkan Perhatian Terkait BPA dan Kesehatan

1 jam lalu

Tingkatkan Perhatian Terkait BPA dan Kesehatan

Tren migrasi BPA dari galon polikarbonat yang beredar sudah masuk tahap mengkhawatirkan


Hong Kong Tarik Mie Sedaap Korean Spicy Chicken karena Mengandung Pestisida, di Indonesia?

3 hari lalu

Hong Kong Tarik Mie Sedaap Korean Spicy Chicken karena Mengandung Pestisida, di Indonesia?

Pemerintah Hong Kong meminta para penjual Mie Sedaap Korean Spicy Chicken untuk berhenti memasarkan produk itu. Bagaimana keamanannya di Indonesia?


Ingatkan Serbuan Produk Halal Impor, Kemenperin: Mereka Minta Sertifikasi Dipermudah

3 hari lalu

Ingatkan Serbuan Produk Halal Impor, Kemenperin: Mereka Minta Sertifikasi Dipermudah

Kemenperin mengantisipasi serbuan produk halal impor yang membidik Indonesia sebagai pasar potensial.


Wings Group Buka Suara soal Mie Sedaap yang Ditarik dari Pasar Hong Kong

5 hari lalu

Wings Group Buka Suara soal Mie Sedaap yang Ditarik dari Pasar Hong Kong

Wings Group Indonesia menjelaskan Mie Sedaap diproduksi dengan menaati regulasi dari badan terkait untuk memenuhi standar keamanan pangan yang berlaku.


Dokter Sebut Ketidakseimbangan Mikrobiome Sebabkan Jerawat

6 hari lalu

Dokter Sebut Ketidakseimbangan Mikrobiome Sebabkan Jerawat

Perubahan mikrobiome kulit yang menyebabkannya tidak seimbang akan menimbulkan berbagai masalah kulit. Salah satunya jerawat.


Obat-Obat Keras Golongan G Dijual Bebas di Toko-toko Kosmetik di Tangerang

11 hari lalu

Obat-Obat Keras Golongan G Dijual Bebas di Toko-toko Kosmetik di Tangerang

Polisi menangkap para penjual obat-obat keras golongan G di Tangerang. Dijual dengan berkedok toko kosmetik.


Polisi Tangkap Tiga Penjual Obat Tramadol, Eximer, dan Teihexypenid Berkedok Kios Kosmetik

12 hari lalu

Polisi Tangkap Tiga Penjual Obat Tramadol, Eximer, dan Teihexypenid Berkedok Kios Kosmetik

Polisi Sektor Sepatan Polres Metro Tangerang menangkap tiga penjual obat keras seperti Tramadol, Eximer, dan Teihexypenid.


Mengenal Bahaya Antioksidan Buatan

13 hari lalu

Mengenal Bahaya Antioksidan Buatan

Antioksidan buatan berbahaya bila dikonsumsi berlebihan.


Peluang Bisnis Produk Kosmetik dan Tips Sukses Memulainya

15 hari lalu

Peluang Bisnis Produk Kosmetik dan Tips Sukses Memulainya

Berikut bocoran buat yang merintis usaha produk kosmetik dan cara mnjaring konsumen agar bisnis moncer.


Pakar IPB: Pelabelan BPA Membuat Masyarakat Indonesia Aman

19 hari lalu

Pakar IPB: Pelabelan BPA Membuat Masyarakat Indonesia Aman

BPA tidak hanya ditemukan dalam campuran plastik keras polikarbonat, tapi marak pula di dalamkemasan kaleng, botol bayi atau dot