Ekosistem Media Digital Tanah Air Belum Ideal Ciptakan Jurnalisme Berkualitas

Ilustrasi media online. Pixabay

TEMPO.CO, Jakarta -Sekretaris Jenderal Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wahyu Dhyatmika mengatakan ekosistem media digital di tanah air dipandang belum ideal untuk membangun jurnalisme yang berkualitas.

Menurutnya, ekosistem digital saat ini masih menyamaratakan dengan publisher pembuat konten sehingga tidak melihat isi atau kualitas medianya. Ia mencontohkan model bisnis programmatic ads atau iklan otomatis, yang diukur hanya berdasar pageview. Kondisi ini, katanya, mendorong media untuk melupakan isi berita dan hanya fokus pada apa yang diinginkan pembacanya untuk mencari klik sebanyak-banyaknya, tanpa mempertimbangkan kualitas berita.

“Jangan sampai perubahan ekosistem media, membuat publik kehilangan sumber informasi yang terpercaya” kata Wahyu Dhyatmika, saat diskusi publik tentang Tantangan dan Peluang Media Digital,  yang diselenggarakan Tempo Institute, dalam rangka mengawali kegiatan Pelatihan (bootcamp) Media Digital Program Independent Media Accelerator (IMA), Selasa, 19 Juli 2022, dikutip dari siaran pers yang diterima Tempo, Kamis. 

Jika itu terjadi, lanjutnya, publik tidak bisa lagi membedakan mana fakta yang terverifikasi,  opini,  hoaks atau, kabar info berbayar. Alhasil, publik tidak bisa merumuskan sebuah pendapat yang berdasarkan informasi yang faktual.

Wahyu Dhyatmika juga memaparkan ekosistem aspek penting lainya antara lain adaptasi teknologi, adaptasi format, dan adaptasi mindset, supaya roh independen itu tidak sampai hilang. Dengan banyaknya kemunculan media digital,  media cenderung lebih suka membuat berita yang hanya disukai khalayak tanpa ada unsur edukasi atau kritisnya.  

Setali tiga uang Ketua Umum Aliansi Jurnalistik Independen (AJI) Sasmito Madrim juga melihat kualitas jurnalisme masih menjadi persoalan. Indikasinya dapat  dilihat, dari banyaknya laporan yang masuk ke Dewan Pers. Dalam satu tahun terakhir setidaknya ada 600 laporan terkait ketidakprofesionalan atau soal kode etik jurnalistik.

Ia mengungkapkan kualitas media dan kualitas jurnalisme tidak bisa disama-ratakan. Sebab pola kaderisasi dan pembinaan jurnalis beragam. Ada media yang saat menerima wartawannya harus melalui proses pelatihan, tapi tak jarang media menerjunkan langsung wartawan mudanya ke lapangan tanpa pelatihan.

“Di satu sisi, banyak juga media yang tampil dengan keunikannya, seperti halnya Project Multatuli, Konde, Magdalene dan sebagainya,” papar Sasmito.

Menurut Wahyu di tengah persaingan yang ketat sebuah media memang harus memiliki diferensiasi yang kuat. Ia melihat tiga media itu memang memiliki visi yang jernih, apa yang akan mereka lakukan, jenis jurnalisme apa yang mereka ingin sajikan, dan segmen audiens seperti apa  yang ingin mereka layani.

“Kita ingin melihat media tersebut dalam 3-5 tahun ke depan, apa inovasi  tersebut memiliki nafas panjang?” terangnya.






Indonesia Fact Checking Summit 2022 Perkuat Kolaborasi untuk Tangkal Hoaks Jelang Pemilu 2024

6 hari lalu

Indonesia Fact Checking Summit 2022 Perkuat Kolaborasi untuk Tangkal Hoaks Jelang Pemilu 2024

Mafindo bersama AMSI, dan AJI berkomitmen untuk berkolaborasi melawan hoaks jelang Pemilu 2024.


AMSI Awards 2022 Beri Penghargaan kepada Media Nasional dan Lokal untuk Berbagai Kategori

13 hari lalu

AMSI Awards 2022 Beri Penghargaan kepada Media Nasional dan Lokal untuk Berbagai Kategori

AMSI Awards 2022 menjadi wadah penghargaan kepada sejumlah media yang konsisten dengan memproduksi konten terbaik.


Tempo.co Raih Penghargaan AMSI Awards 2022

13 hari lalu

Tempo.co Raih Penghargaan AMSI Awards 2022

Tempo.co meraih penghargaan AMSI Awards 2022 untuk kategori media nasional dengan pertumbuhan konten terbaik.


She Said: Investigasi Kekerasan Seksual pemicu Gerakan #MeToo

13 hari lalu

She Said: Investigasi Kekerasan Seksual pemicu Gerakan #MeToo

Maria Schrader mengemas She Said seperti film jurnalisme pada umumnya yang menceritakan cerita di balik terbitnya berita besar.


Huawei dan AMSI Teken MoU Pengembangan Kecakapan Digital Media Siber di Indonesia

13 hari lalu

Huawei dan AMSI Teken MoU Pengembangan Kecakapan Digital Media Siber di Indonesia

Huawei dan AMSI teken MoU mengembangkan kompetensi dan keterampilan digital awak media di bidang TIK.


Menkop UKM Teten Masduki Berharap Industri Media Sehat

14 hari lalu

Menkop UKM Teten Masduki Berharap Industri Media Sehat

Para anggota AMSI merupakan pelaku industri media yang 75 persen diantaranya termasuk dalam industri UKM.


Apa itu Karbon Biru untuk Antisipasi Pemanasan Global?

19 hari lalu

Apa itu Karbon Biru untuk Antisipasi Pemanasan Global?

Karbon biru upaya antisipasi dampak pemanasan global belakangan ini. Apakah itu karbon biru, mengapa begitu penting?


Grup Goto Klaim Ekosistem Digitalnya Telah Berkontribusi 2 Persen terhadap PDB Indonasia

40 hari lalu

Grup Goto Klaim Ekosistem Digitalnya Telah Berkontribusi 2 Persen terhadap PDB Indonasia

CEO dan pendiri merek parfum asal Indonesia HMNS, Rizky Arief Dwi adalah salah satu pegiat UMKM yang mengikuti program yang diselenggarakan Grup GoTo.


Mengenal Digital Fatigue dan Jenisnya

41 hari lalu

Mengenal Digital Fatigue dan Jenisnya

Digital fatigue diartikan sebagai kelelahan fisik dan mental


Mafindo, AMSI dan Aji Dorong Materi Cek Fakta Masuk Kurikulum Sekolah dan Kampus

41 hari lalu

Mafindo, AMSI dan Aji Dorong Materi Cek Fakta Masuk Kurikulum Sekolah dan Kampus

Mafindo, AMSI, dan AJI gelar FGD untuk sosialisasi materi cek fakta dan literasi media ke sekolah dan kampus.