OPEC Prediksi Permintaan Minyak Dunia Naik dan Lampaui Pasokan pada 2023, Dampaknya ke Harga?

Seorang lelaki berdiri dekat dengan kilang Cardon, milik perusahaan minyak negara Venezuela PDVSA di Punto Fijo, Venezuela 22 Juli 2016. [REUTERS]

Harga minyak jenis Brent itu turun tajam sejak mencapai US$ 139 per Maret 2022 lalu yang mendekati level tertinggi sepanjang masa pada 2008. Penurunan harga komoditas itu karena investor telah menjual minyak akhir-akhir ini di tengah kekhawatiran bahwa kenaikan suku bunga agresif untuk membendung inflasi akan memperlambat pertumbuhan ekonomi dan menekan permintaan minyak.

Dari sisi pasokan, persediaan minyak AS naik lebih dari yang diharapkan dalam jeda ringan dari ketatnya pasar. Data pemerintah menunjukkan stok minyak mentah komersial AS naik 3,3 juta barel ketimbang ekspektasi untuk penarikan moderat dalam stok.

Sebelumnya diberitakan laju inflasi AS per Juni 2022 meroket ke level 9,1 persen di antaranya kenaikan harga bensin dan masih tingginya harga makanan. Hal tersebut diduga bakal makin mendorong bank sentral atau The Federal Reserve (The Fed) untuk menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin akhir bulan ini.

Akibatnya, muncul ekspektasi untuk pertumbuhan yang lebih rendah yang kemudian memicu pelarian ke dolar AS untuk alasan keamanan. Indeks dolar pun mencapai level tertinggi 20 tahun pada Rabu kemarin, 13 Juli 2022, yang pada gilirannya membuat pembelian minyak lebih mahal untuk pembeli non-AS.

Sementara itu, faktor eksternal seperti pembatasan Covid-19 yang diperbarui di Cina juga membebani pasar minyak dunia. Sebab, impor minyak mentah dari negara tirai bambu itu merosot ke level terendah dalam empat tahun pada Juni.

Analis Pasar Energi CHS Hedging, Tony Headrick, menyatakan saat ini ada masalah di sisi permintaan minyak dunia, tapi fluktuasi dolar AS membuat tekanan harga pada semua komoditas menjadi menurun. "Ada perubahan mentalitas selama beberapa minggu terakhir," katanya.

BISNIS | ANTARA

Baca: Harga TBS Jeblok, Pengusaha Sawit: Sudah Banyak yang Konsultasi ke Rumah Sakit Jiwa

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Rupiah Lesu di Level Rp15.730, Demonstrasi Cina dan Kebijakan The Fed Jadi Sentimen

11 jam lalu

Rupiah Lesu di Level Rp15.730, Demonstrasi Cina dan Kebijakan The Fed Jadi Sentimen

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi melemah.


Kurs Rupiah Melemah ke 15.728 per Dolar AS, Apa Saja Penyebabnya?

1 hari lalu

Kurs Rupiah Melemah ke 15.728 per Dolar AS, Apa Saja Penyebabnya?

Kurs rupiah melemah pada perdagangan awal pekan ini, Senin, 28 November 2022.


OJK Resmi Perpanjang Kebijakan Restrukturisasi Kredit Hingga Maret 2024

1 hari lalu

OJK Resmi Perpanjang Kebijakan Restrukturisasi Kredit Hingga Maret 2024

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi memperpanjang kebijakan restrukturisasi kredit hingga 31 Maret 2024.


OPEC Perkirakan Industri Migas Global Butuh Investasi USD 12 Triliun pada 2045

4 hari lalu

OPEC Perkirakan Industri Migas Global Butuh Investasi USD 12 Triliun pada 2045

OPEC melakukan kajian World Oil Outlook 2022 di Abu Dhabi International Petroleum Exhibition and Conference (ADIPEC) beberapa waktu lalu.


Nilai Rupiah Akhir Pekan Ditutup Melemah 7 Poin, Tersengat Sentimen Kasus Covid di Cina

4 hari lalu

Nilai Rupiah Akhir Pekan Ditutup Melemah 7 Poin, Tersengat Sentimen Kasus Covid di Cina

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan dalam perdagangan akhir pekan ini, mata uang rupiah ditutup melemah 7 poin.


Putin Bahas Batas Harga Minyak Barat dengan Irak

4 hari lalu

Putin Bahas Batas Harga Minyak Barat dengan Irak

Vladimir Putin menekankan bahwa pembatasan harga minyak dapat menimbulkan konsekuensi serius bagi pasar energi global.


BNI Seoul: Kenaikan Suku Bunga The Fed Menjadi Tantangan Bisnis

5 hari lalu

BNI Seoul: Kenaikan Suku Bunga The Fed Menjadi Tantangan Bisnis

Kenaikan suku bunga acuan The Fed beberapa kali sepanjang tahun 2022 memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan bisnis perbankan.


Rupiah Tetap Jeblok Meski BI Naikkan Suku Bunga ke Level Tertinggi dalam 6 Tahun, Kenapa?

11 hari lalu

Rupiah Tetap Jeblok Meski BI Naikkan Suku Bunga ke Level Tertinggi dalam 6 Tahun, Kenapa?

Nilai tukar rupiah masih melemah terhadap dolar AS hingga perdagangan siang hari ini, Jumat, 18 November 2022.


Alasan LPEM UI Usul Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Jadi 5,25 Persen

12 hari lalu

Alasan LPEM UI Usul Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Jadi 5,25 Persen

Bank Indonesia (BI) masih memiliki ruang menaikkan suku bunga BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 5,25 persen.


Rupiah Melemah ke 15.537 per Dolar AS Meski Neraca Dagang Oktober Surplus

14 hari lalu

Rupiah Melemah ke 15.537 per Dolar AS Meski Neraca Dagang Oktober Surplus

Nilai tukar Rupiah ditutup melemah 18 poin ke level Rp 15.537 per dolar AS dalam perdagangan Selasa sore, 15 November 2022.