Kelompok Wisata Labuan Bajo Tolak Kenaikan Tarif Masuk Pulau Komodo Rp 3,75 Juta

Komodo. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 13 kelompok wisata di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, menolak rencana pemerintah menaikkan harga tiket masuk ke Pulau Komodo menjadi Rp 3,75 juta per orang. Sebelumnya, harga tiket masuk kawasan Taman Nasional Komodo itu dipatok Rp 50 ribu hingga Rp 150 ribu. 

Wakil Ketua DPD Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) NTT Robert Waka mengatakan para penolak adalah Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), Asosiasi Kapal Wisata (Askawi), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), dan Asosiasi Angkutan Wisata Darat (Awstar). 

"Kemudian, Forum Masyarakat Penyelamat Pariwisata (Formapp), Astindo, Insan Pariwisata Indonesia (IPI), Dive Operators Community Komodo (DOCK), Jaringan Kapal Rekreasi (Jangkar), Barisan Pengusaha Labuan Bajo (BPLB), dan Asosiasi Kelompok Usaha Unitas (Akunitas)," kata Robert seperti dikutip dari Antara, Jumat, 8 Juli 2022. 

Robert mengatakan pernyataan sikap dari sejumlah organisasi pelaku pariwisata itu sudah diserahkan kepada Kepala Dinas Pariwisata NTT Sony Libing. Mereka berharap agar pemerintah Nusa Tenggara Timur (NTT) bisa mempertimbangkan kenaikan harga tiket masuk ke Pulau Komodo. 

Musababnya, kenaikan harga tiket bakal berpengaruh ke kunjungan wisatawan. Organisasi wisata melihat harga tiket sebesar Rp 3,75 juta hanya akan dijangkau oleh pasar menengah ke atas. 

Bahkan, menurut pelaku wisata, sampai saat ini belum ada survei yang berkaitan dengan persentase segmen atas tersebut. Organisasi wisata khawatir kenaikan harga tiket ini akan membuat tingkat kunjungan melorot. 

Jika persoalannya adalah membatasi kunjungan, dia menyebut zona pemanfaatan wisata di Pulau Komodo saat ini tergolong kecil. "Zona pemanfaatan wisata Pulau Komodo adalah sebesar 1,3 persen dari total luas wilayah Pulau Komodo 1.300 hektare," ucapnya.

Di samping itu berdasarkan data, komodo yang hidup di zona pemanfaatan wisata berjumlah 60-70 ekor dari 1.700-an ekor. Mayoritas komodo hidup di zona inti.

Robert juga menyebut pemerintah telah memberlakukan kebijakan konservasi yang berbeda untuk objek wisata yang sama. Di Pulau Rinca, yang juga habitat hidup komodo, kebijakan yang diterapkan tidak seperti di Pulau Komodo. 

ANTARA 

Baca juga: Stafsus Erick Thohir Tampik BUMN Besarkan ACT: CSR Kecil, Rp 100-200 Juta

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini






Gelaran ASEAN Summit 2023, PUPR Bangun Akses Labuhan Bajo - Tanamori

3 hari lalu

Gelaran ASEAN Summit 2023, PUPR Bangun Akses Labuhan Bajo - Tanamori

PUPR tengah merampungkan pembangunan akses Labuan Bajo - Tanamori di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.


Buntut Kapal Tenggelam di Labuan Bajo, Manggarai Barat Akan Buat SOP untuk Pelaku Wisata

4 hari lalu

Buntut Kapal Tenggelam di Labuan Bajo, Manggarai Barat Akan Buat SOP untuk Pelaku Wisata

Kejadian kapal tenggelam dua kali ini mencoreng nama baik pariwisata Labuan Bajo yang telah dikenal oleh dunia.


Resmi Dibuka, Solo Safari Kini Punya 87 Spesies Satwa Indonesia

6 hari lalu

Resmi Dibuka, Solo Safari Kini Punya 87 Spesies Satwa Indonesia

Di antara koleksi satwa yang saat ini menempati Solo Safari yaitu komodo, walabi, binturung, anoa, musang pandan, nilgai, tapir, dan lain-lain.


Pakai Kapal Bekas yang Pernah Tenggelam, Wisatawan Labuan Bajo Merasa Ditipu

10 hari lalu

Pakai Kapal Bekas yang Pernah Tenggelam, Wisatawan Labuan Bajo Merasa Ditipu

Wisatawan Labuan Bajo merasa tertipu karena dilayani kapal bekas yang pernah tenggelam. Apesnya, kapal itu kembali tenggelam. Lengkap sudah.


Kapal Tiana yang Tenggelam di Labuan Bajo Berstatus Barang Bukti di Polisi, Mengapa Bisa Kembali Berlayar?

10 hari lalu

Kapal Tiana yang Tenggelam di Labuan Bajo Berstatus Barang Bukti di Polisi, Mengapa Bisa Kembali Berlayar?

Kapal Tiana Liveaboard yang tenggelam di perairan Labuan Bajo pada Sabtu lalu ternyata pernah tenggelam Juni 2022 lalu. Jadi barang bukti.


6 Kendaraan Tempur Buatan Pindad yang Memiliki Spesifikasi Khusus

13 hari lalu

6 Kendaraan Tempur Buatan Pindad yang Memiliki Spesifikasi Khusus

Maung merupakan kendaraan militer buatan PT Pindad yang digunakan oleh satuan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk segala medan.


Erick Thohir Cerita Komitmen Investasi Rp 1,2 Triliun dari Qatar untuk Bangun Hotel di Labuan Bajo

18 hari lalu

Erick Thohir Cerita Komitmen Investasi Rp 1,2 Triliun dari Qatar untuk Bangun Hotel di Labuan Bajo

Erick Thohir menceritakan soal komitmen investasi dari Qatar senilai US$ 80 juta untuk membangun hotel di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).


Inilah 4 Hewan Purba yang Masih Ditemukan di Indonesia

19 hari lalu

Inilah 4 Hewan Purba yang Masih Ditemukan di Indonesia

Sejumlah jenis hewan purba masih dijumpai di kawasan Indonesia, seperti komodo, belangkas, penyu, dan ikan arwana.


Kaleidoskop 2022: Isu Pariwisata yang Menghebohkan, dari Tiket Naik hingga KUHP Baru

34 hari lalu

Kaleidoskop 2022: Isu Pariwisata yang Menghebohkan, dari Tiket Naik hingga KUHP Baru

Sektor pariwisata Indonesia sempat menjadi sorotan dengan berbagai isu dan peristiwa yang menghebohkan.


Asita Yakin Kunjungan Wisatawan Meningkat Meski Ada Cuaca Ekstrem

35 hari lalu

Asita Yakin Kunjungan Wisatawan Meningkat Meski Ada Cuaca Ekstrem

Sandiaga Uno mengimbau masyarakat yang hendak pergi berwisata untuk berhati-hati menyusul cuaca ekstrem selama libur Natal dan Tahun Baru 2023.