Beli Pertalite dan LPG Pakai MyPertamina, DPR: Masyarakat Diharapkan Sadar

Nelayan mengumpulkan jerigen untuk melakukan pengisian bahan bakar solar bersubsidi di SPBU Limbangan, Juntinyuat, Indramayu, Jawa Barat, Sabtu 19 Maret 2022. Nelayan terpaksa mengantre membeli BBM untuk kebutuhan melaut karena bahan bakar solar subsidi di sejumlah SPBU di daerah itu cepat habis. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi VII DPR, Sartono Hutomo, berharap masyarakat bijak dalam mengkonsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Solar serta LPG. Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) menata ulang penyaluran BBM bersubsidi menggunakan aplikasi MyPertamina agar tak bocor ke kalangan atas. 

"Masyarakat diharapkan sadar, bahwa BBM dan LPG subsidi, hanya diperuntukkan bagi kalangan tidak mampu," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis, 30 Juni 2022. 

Pertamina akan melakukan uji coba sistem pembelian Pertalite dan Solar pakai MyPertamina. Uji coba berlaku pada 1 Juli dan diawali dengan pendaftaran. Masyarakat yang tidak memiliki aplikasi MyPertamina bisa mendaftarkan kendaraannya untuk dapat mengakses BBM bersubsidi di situs resmi Pertamina.

Sartono mengingatkan Pertamina agar dapat mencegah terjadinya antrean kendaraan saat pengisian BBM. “Jadi jangan sampai terjadi lagi, antrean pengisian BBM di daerah," katanya.

Di sisi lain, Sartono menanggapi tambahan anggaran pemerintah untuk BBM dan LPG subsidi. Dia berharap tambahan subsidi itu mampu mengurangi beban masyarakat, khususnya dari kalangan tidak mampu.

"Ini untuk mengurangi beban masyarakat. Penambahan anggaran BBM dan LPG subsidi, memang diberikan Pemerintah bagi masyarakat kurang mampu,” kata Sartono. 

Menurut dia, upaya penambahan subsidi tersebut penting. Apalagi, kondisi geopolitik dan dampak Covid-19 saat ini diikuti dengan kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok.

Kebijakan tersebut, kata dia, diharapkan membuat ketersediaan BBM bagi masyarakat miskin di seluruh wilayah Indonesia tetap terjaga dan roda ekonomi berjalan. "Jadi, Pemerintah memang hadir untuk mengurangi beban rakyat. Dan DPR tentu saja mendukung dan melakukan pengawasan," ujarnya.

Sartono melanjutkan kondisi geopolitik cukup berat dan ditandai dengan naiknya harga minyak dunia. Harga minyak mentah terus berada pada level tinggi, di atas US$ 100 per barel. Minyak jenis Brent, misalnya, dijual pada harga US$ 110,05 per barel. Sedangkan WTI US$ 104,27 per barel.

Sartono meyakini dukungan penuh pemerintah dan DPR akan dibarengi dengan kinerja penuh Pertamina dalam menjalankan berbagai penugasan. Termasuk, dalam menerapkan strategi keuangan yang tepat dan efisien. 

ANTARA

Baca: Simak 11 Wilayah yang Wajibkan Beli Pertalite Pakai MyPertamina

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Pemerintah Belum Putuskan Kenaikan Harga BBM Bersubsidi

7 jam lalu

Pemerintah Belum Putuskan Kenaikan Harga BBM Bersubsidi

Pemerintah mengalokasikan anggaran subsidi dan kompensasi energi senilai Rp 502 triliun sampai akhir tahun untuk menjaga harga BBM bersubsidi.


Pengiriman Pertalite di Sejumlah SPBU Sempat Terlambat, Pertamina Bantah Ada Kelangkaan

19 jam lalu

Pengiriman Pertalite di Sejumlah SPBU Sempat Terlambat, Pertamina Bantah Ada Kelangkaan

Pengiriman stok Pertalite di sejumlah SPBU sempat terlambat seiring dengan meningkatnya konsumsi.


BPH Migas Ungkap Konsumsi Pertalite Naik Karena Ekonomi Bangkit

1 hari lalu

BPH Migas Ungkap Konsumsi Pertalite Naik Karena Ekonomi Bangkit

BPH Migas menjelaskan bahwa penyaluran kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubdi sudah dibagi habis sesuai kuota nasional.


Soal Pembatasan Pembelian Pertalite, Pertamina: Masih Difinalisasi Pemerintah

1 hari lalu

Soal Pembatasan Pembelian Pertalite, Pertamina: Masih Difinalisasi Pemerintah

PT Pertamina menunggu revisi Perpres Nomor 191 Tahun 2014 yang akan mengatur jenis kendaraan yang dapat mengakses BBM bersubsidi jenis Pertalite.


Pertamina Bantah Kelangkaan Pertalite dan Solar: Konsumsi Meningkat

1 hari lalu

Pertamina Bantah Kelangkaan Pertalite dan Solar: Konsumsi Meningkat

Pertamina memastikan tidak ada kelangkaan BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar.


Pertamina: Stok Pertalite Aman hingga 17 Hari ke Depan, Solar 19 Hari

1 hari lalu

Pertamina: Stok Pertalite Aman hingga 17 Hari ke Depan, Solar 19 Hari

Sekretaris Perusahaan Subholding Commercial & Trading PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting memastikan stok BBM subdisi jenis Pertalite dan Solar secara nasional masih aman.


Kuota BBM Bersubsidi Rawan Jebol, Ekonom Minta Pemerintah Turunkan Harga Pertamax

2 hari lalu

Kuota BBM Bersubsidi Rawan Jebol, Ekonom Minta Pemerintah Turunkan Harga Pertamax

Pemerintah dianggap perlu menurunkan disparitas yang menganganga antara harga Pertamax dan Pertalite agar konsumen BBM bersubsidi melakukan migrasi.


Terkini Bisnis: Proyek Mangkrak di Ancol hingga BRI Setor Dividen Terbesar

3 hari lalu

Terkini Bisnis: Proyek Mangkrak di Ancol hingga BRI Setor Dividen Terbesar

Berita terkini ekonomi bisnis hingga Jumat sore, 12 Agustus 2022 dimulai dengan cerita Thomas Trikasih Lembong bahwa banyak proyek mangkrak di Ancol.


Kuota Menipis, Pertalite dan Solar Akan Sulit Dicari Bulan Depan

3 hari lalu

Kuota Menipis, Pertalite dan Solar Akan Sulit Dicari Bulan Depan

Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute Achmad Nur Hidayat mengungkapkan penyebab semakin sulitnya masyarakat mendapatkan Pertalite dan Solar.


Sri Mulyani Minta Penjualan BBM Bersubsidi Dikendalikan, Berapa Banyak Pertalite Sudah Terjual?

3 hari lalu

Sri Mulyani Minta Penjualan BBM Bersubsidi Dikendalikan, Berapa Banyak Pertalite Sudah Terjual?

Sri Mulyani Indrawati meminta agar volume penyaluran BBM bersubsidi dikendalikan. Berapa banyak Pertalite dan Solar subsidi telah terjual saat ini?