RI Berambisi Kuasai 25 Persen Mobil Listrik dari Total Penjualan Global pada 2030

Nissan Indonesia menghadirkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) swasta pertama di Indonesia hari ini, Senin, 1 November 2021. SPKLU Nissan tersedia di Wisma Indomobil 3 MT Haryono dan beberapa dealer Nissan, seperti di TB Simatupang, Puri Indah, Roxy, dan Bekasi Barat. FOTO: Tempo/Dicky Kurniawan

TEMPO.CO, Jakarta - Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investas Indra Darmawan mengatakan Indonesia memasang target ambisius untuk menghadirkan 25 persen mobil listrik dari total penjualan mobil pada 2030. Dia berujar, mobil listrik dan baterainya akan menjadi lokomotif untuk menarik investasi nasional.

“Beda dengan negara lain, kita tidak pakai lama. Tiga bulan lalu kita sudah punya kendaraan listrik pertama, ada di jalan-jalan Jakarta, yang kemudian diikuti oleh produksi-produksi berikutnya” kata Indra dalam Webinar “Ambisi Indonesia Kebangkitan Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik” pada Rabu, 29 Juni 2022. 

Indonesia, tutur Indra, sudah lebih dulu memiliki mobil listrik dibandingkan dengan negara-negara tetangganya di Asia Tenggara. Mengutip data Kementerian Perhubungan, sudah ada 16 ribu unit mobil listrik di Indonesia. 

Sedangkan di seluruh dunia, ada 1,2 miliar mobil yang 1 dari 70 di antaranya adalah mobil listrik. Global menargetkan, ke depan, 1 dari 6 mobil di dunia adalah mobil listrik. Adapun masing-masing negara memiliki realisasi target sesuai dengan kondisinya.

Norwegia misalnya, yang paling terdepan dalam penjualan mobil listrik. Sebanyak 8 dari 9 penjualan mobil adalah mobil listrik.

“Negara-negara Eropa lain, seperti Swedia, Jerman, Prancis, menyusul di belakang Norwegia. Kalau Tiongkok (Cina) itu 16 persen dari total penjualan mobil adalah mobil listrik. Adapun Amerika Serikat hanya 5 persen dan setengahnya dibuat Tesla,” katanya.

Dengan kecepatan ini, target pertumbuhan car sales global untuk mobil listrik pada 2030 seharusnya bisa mencapai 22-35 persen. Namun, melihat realita kondisi sekarang, Indra memprediksi hanya sekitar 14 persen yang terealisasi.

Kondisi ini, kata dia, disebabkan oleh situasi konflik global yang terjadi antara Ukraina dan Rusia yang menyulitkan percepatan produksi mobil listrik dan baterainya akibat pasokan terhambat. “Apakah target bisa dicapai? Sangat berat. Kalau pun bisa sangat berat karena disrupsi rantai pasokan global. Rusia sebagai penghasil mineral komponen baterai listrik, yakni hydrated nickel, terkena sanksi oleh negara Barat,” ucpanya. 

Sementara itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Arsjad Rasjid berujar, membangun ekosistem baterai kendaraan listrik di Indonesia bukan hanya membutuhkan sinergi antara pemerintah melalui BUMN dan swasta. Hal lain yang penting adalah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk mengelola ekosistem kendaraan listrik dari hulu hingga hilir.

“Pendidikan juga menjadi stakeholders industri electric vehicle (EV) karena isu human capital-nya menjadi kunci dan tantangan juga. Ketika kita mulai merencanakan membangun manufakturingnya, sedangkan yang akan bekerja di sana adalah human capital-nya. Di sisi inilah vokasi menjadi penting,” kata Arsjad.

Menurut Arsjad, kerja sama perusahaan atau investor dengan lembaga akademis menjadi penting untuk membuat keterampilan apa saja yang diperlukan. Tertutama, memasuki dunia industri EV yang baru di bidang pendidikan.

“Karena tanpa manusianya, bagaimana kita bisa mengerjakan semuanya. Dari hulu mulai tambang nikel hingga hilirisasi pengisian daya kendaraan listrik sampai konsumen, kita membutuhkan skill dan ke depannya skill itu penting,” kata Arsjad.

Baca juga: BKPM Berharap Indonesia Jadi Produsen Terbesar Baterai Mobil Listrik Dunia

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Bahlil Ungkap Cara Merayu Wavin Batal Investasi di Vietnam dan Bangun Pabrik Pipa di Indonesia

45 menit lalu

Bahlil Ungkap Cara Merayu Wavin Batal Investasi di Vietnam dan Bangun Pabrik Pipa di Indonesia

Bahlil membeberkan bahwa Wavin B.V. sebelumnya berencana melakukan investasi pembangunan pabrik pipa tersebut di negara lain, termasuk Vietnam.


Nissan dan Mitsubishi Berkolaborasi Hadirkan Mobil Listrik, Harganya Rp 250 Jutaan

55 menit lalu

Nissan dan Mitsubishi Berkolaborasi Hadirkan Mobil Listrik, Harganya Rp 250 Jutaan

Nissan dan Mitsubishi berkolaborasi untuk memproduksi mobil listrik atau Kei Car dengan tenaga listrik untuk pasar Jepang.


Jokowi: Meski Dunia Krisis, Indonesia Masih Dipercaya Perusahaan Besar Dunia

1 jam lalu

Jokowi: Meski Dunia Krisis, Indonesia Masih Dipercaya Perusahaan Besar Dunia

Jokowi mengatakan Indonesia masih dipercaya perusahaan-perusahaan besar dunia sebagai tujuan investasi meskipun terjadi krisis finansial global.


Jokowi Groundbreaking Pabrik Pipa Wavin Terbesar di Dunia: Tak Mudah Gaet Investasi

1 jam lalu

Jokowi Groundbreaking Pabrik Pipa Wavin Terbesar di Dunia: Tak Mudah Gaet Investasi

Jokowi meresmikan groundbreaking pabrik pipa milik Wavin Manufacturing Indonesia, bagian dari Wavin Orbia asal Belanda, di Kawasan Industri Batang.


Siang Ini Jokowi Groundbreaking Pabrik Pipa di Batang

2 jam lalu

Siang Ini Jokowi Groundbreaking Pabrik Pipa di Batang

Jokowi siang ini akan terbang menuju Kawasan Industri Terpadu Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.


Ancaman Resesi Global, Ketua Kadin Sebut Upaya Dorong UMKM Naik Kelas Kian Penting

3 jam lalu

Ancaman Resesi Global, Ketua Kadin Sebut Upaya Dorong UMKM Naik Kelas Kian Penting

Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid menyatakan upaya mendorong UMKM naik kelas semakin penting saat ini. Apalagi belakangan muncul prediksi resesi global.


MIND ID Wujudkan Hilirisasi Pengembangan Industri Aluminium dan Nikel

5 jam lalu

MIND ID Wujudkan Hilirisasi Pengembangan Industri Aluminium dan Nikel

Upaya hilirisasi dijalankan melalui kesepakatan kerja sama dengan Arrival Ltd dan penyiapan PT Industri Baterai Indonesia sebagai pelaksana.


Kisah CEO Pluang Jatuh Bangun Buka Peluang Investasi Bagi Masyarakat Indonesia

6 jam lalu

Kisah CEO Pluang Jatuh Bangun Buka Peluang Investasi Bagi Masyarakat Indonesia

Claudia Kolonas, pendiri sekaligus CEO Pluang bukan sosok yang asing di industri keuangan non-bank di Indonesia. Simak profil lengkapnya berikut ini.


Kajian Larangan Ekspor Timah Dimulai, Program Hilirisasi hingga Ancaman Gugatan WTO Dibahas

7 jam lalu

Kajian Larangan Ekspor Timah Dimulai, Program Hilirisasi hingga Ancaman Gugatan WTO Dibahas

Pemerintah mulai melakukan sejumlah kajian terkait dengan berbagai dampak yang ditimbulkan seiring rencana melarang ekspor timah pada 2023 mendatang.


Bahlil Sebut Tingkat Kepercayaan ke Presiden Jokowi Sebagai Kunci Masuknya Investasi di RI

10 jam lalu

Bahlil Sebut Tingkat Kepercayaan ke Presiden Jokowi Sebagai Kunci Masuknya Investasi di RI

Bahlil Lahadalia menyatakan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Presiden Jokowi adalah faktor yang sangat mempengaruhi investor menanamkan modal.