PT Bursa Efek Indonesia Bukukan Pendapatan Usaha Rp 2,29 Triliun pada 2021

Karyawan melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 4 Januari 2021. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta -PT Bursa Efek Indonesia (BEI) secara konsolidasi berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 2,29 triliun pada 2021 atau meningkat 41 persen dari pendapatan usaha pada 2020, yakni Rp 1,62 triliun, dalam pengesahan Laporan Keuangan Konsolidasian BEI Tahun 2021 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BEI 2022 pada Rabh, 29 Juni 2022.

Secara keseluruhan, jumlah total pendapatan BEI sebesar Rp 2,63 triliun atau meningkat 36,8 persen dari 2020, yakni Rp 1,92 triliun. Adapun jumlah beban BEI pada 2021 sebesar Rp 1,52 triliun atau naik 18,8 persen dari 2020. 

“BEI juga berhasil mencatatkan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 881,41 miliar di tahun 2021 atau tumbuh 80,8 persen dari tahun 2020,” kata Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia Yulianto Aji Sadono setelah RUPST pada Rabu, 29 Juni 2022.

Pada 2021, BEI membukukan nilai total aset sebesar Rp 9,45 triliun atau mengalami kenaikan sebesar 6,9 persen dari tahun 2020 dan total kewajiban (liabilitas) sebesar Rp 3,45 triliun atau menurun 7,4 persen dari 2020. Terakhir, total ekuitas BEI pada 2021 sebesar Rp 5,99 triliun atau mengalami kenaikan 17,4 persen dari tahun 2020.

Selain pengesahan laporan keuangan perseroan 2021, agenda RUPST BEI 2022 hari ini juga meliputi persetujuan atas Laporan Tahunan termasuk Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris Perseroan, penunjukan akuntan publik perseroan untuk Tahun Buku 2022, pengangkatan dan penetapan honorarium bagi anggota direksi perseroan periode 2022-2026, serta pemberian uang jasa pengabdian kepada anggota direksi perseroan yang berakhir masa baktinya.

Pemegang saham sepakat mengangkat Iman Rachman sebagai Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama enam anggota dewan direksi untuk periode 2022-2026 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).

Iman Rachman menggantikan Dirut PT BEI sebelumnya, Inarno Djajadi, yang terpilih masuk ke dalam Jajaran Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK). Pemegang saham juga mengangkat kembali I Gede Nyoman Yetna sebagai Direktur Penilaian Perusahaan, serta memilih Jeffery Hendrik sebagai Direktur Pengembangan BEI menggantikan Hasan Fawzi.

Selanjutnya, Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI Irvan Susandy menjadi Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa yang sebelumnya dijabat Laksono W. Widodo. Sementara itu, Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko BEI akan dijabat oleh Sunandar, menggantikan Fithri Hadi.

Adapun Risa Effenita Rustam tetap menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia Bursa Efek Indonesia, dan juga Kristian Sihar Manullang tetap menjabat Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI.

Baca Juga: Iman Rachman Resmi Diangkat Jadi Direktur Utama BEI, Berikut Susunan Direksi Baru






Analis Ungkap Prospek Bisnis Cinema XXI yang Bakal IPO Tahun Depan

1 hari lalu

Analis Ungkap Prospek Bisnis Cinema XXI yang Bakal IPO Tahun Depan

Analis Trimegah Sekuritas Rovandi menanggapi kabar operator bioskop Cinema XXI, PT Nusantara Sejahtera Raya, bakal IPO tahun depan.


Bank Raya (AGRO) Rights Issue 2,32 Miliar Saham, BRI Akan Serap Semuanya

1 hari lalu

Bank Raya (AGRO) Rights Issue 2,32 Miliar Saham, BRI Akan Serap Semuanya

PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) berencana melakukan rights issue.


IHSG Ditutup Melemah di Akhir Pekan, Saham Big Caps Terlaris

1 hari lalu

IHSG Ditutup Melemah di Akhir Pekan, Saham Big Caps Terlaris

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup turun tipis 0,02 persen pada perdagangan Jumat, 2 Desember 2022.


Sepekan Saham GOTO Anjlok ke Level ARB, Ada Apa?

2 hari lalu

Sepekan Saham GOTO Anjlok ke Level ARB, Ada Apa?

Saham GOTO kembali memberatkan pergerakan IHSG dengan penurunan hingga auto rejection bawah (ARB) pada perdagangan Jumat, 2 Desember 2022.


Samuel Sekuritas: IHSG Turun Cukup Dalam, Saham BCA Melemah usai Aksi Profit Taking

2 hari lalu

Samuel Sekuritas: IHSG Turun Cukup Dalam, Saham BCA Melemah usai Aksi Profit Taking

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup di level 7.020,8, atau turun 0,85 persen dibandingkan angka penutupan kemarin, (7.081,3).


Kaesang Pangarep Beberkan Alasan Tak Tertarik Beli Saham Teknologi: Capek, Boncos Banyak

3 hari lalu

Kaesang Pangarep Beberkan Alasan Tak Tertarik Beli Saham Teknologi: Capek, Boncos Banyak

Putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep, blak-blakan menyatakan dirinya tak mau lagi berinvestasi saham emiten sektor teknologi. Ini sebabnya.


IHSG Diprediksi Menguat, Samuel Sekuritas: Saham BBNI hingga INCO Patut Dicermati

3 hari lalu

IHSG Diprediksi Menguat, Samuel Sekuritas: Saham BBNI hingga INCO Patut Dicermati

PT Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan Indeks harga saham gabungan atau IHSG pada hari ini, Kamis, 1 Desember 2022, akan menguat.


Kaesang Pangarep Targetkan Sejuta Nasabah Saham Rakyat pada 2023

3 hari lalu

Kaesang Pangarep Targetkan Sejuta Nasabah Saham Rakyat pada 2023

Kaesang Pangarep selaku pendiri dan brand ambassador Saham Rakyat menargetkan satu juta nasabah pada tahun 2023. Apa strateginya?


Cerita Kaesang Pangarep Pernah Rugi 70 Persen Saat Investasi Saham

3 hari lalu

Cerita Kaesang Pangarep Pernah Rugi 70 Persen Saat Investasi Saham

Kaesang Pangarep, mengatakan untung dan rugi saat investasi saham adalah hal yang wajar.


Gaet Ultra Voucher, Transaksi di Saham Rakyat Kini Bisa Dapat Bonus Poin

3 hari lalu

Gaet Ultra Voucher, Transaksi di Saham Rakyat Kini Bisa Dapat Bonus Poin

Dengan kerja sama tersebut, Saham Rakyat sekarang tidak hanya menawarkan potensi margin dari aktivitas jual-beli saham.