Menilik Pembiayaan Perbankan saat Eropa Perlu Pasokan Batu Bara

Kamis, 23 Juni 2022 19:18 WIB


INFO BISNIS - Uni Eropa harus bekerja keras mencari pemasok batu bara menjelang musim dingin tahun ini. Situasi kian kritis setelah Rusia memutuskan untuk mengurangi pasokan gas ke kawasan tersebut. Benua Biru diketahui mulai menyasar sejumlah negara untuk mendapatkan pasokan batu bara sebagai bahan bakar pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Meski sempat berkomitmen menghentikan operasi PLTU, kali ini pembangkit fosil itu kembali diaktifkan. 

Hal ini merupakan imbas dari kebijakan blok Barat untuk mengembargo batu bara dari Rusia. Tekanan makin dirasa setelah Presiden Vladimir Putin memotong pasokan gas ke Eropa melalui pipa North Stream I hingga 60 persen dari waktu normal. Hal ini membuat pasokan minyak dan gas bumi di Eropa makin menipis. 

Eropa juga bakal menghadapi musim dingin. Padahal, konsumsi energi selama musim dingin lebih tinggi dibandingkan biasanya. Warga Eropa terbiasa menggunakan penghangat ruangan selama musim tersebut. 

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin mengatakan bahwa sejumlah negara Uni Eropa sudah mendekati pengusaha dalam negeri demi mendapat pasokan emas hitam tersebut. 

Salah satunya Jerman, telah menginformasi potensi krisis dan secara resmi meminta 150 juta batu bara dari Indonesia. Hal ini akan berpengaruh pada revisi rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) 2022. "Gambaran permintaan sudah 150 juta (ton). Itu yang bicara angka Jerman yang saya tahu," ujar Ridwan.

Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi menyebut asosiasi batu bara Jerman telah membuat pertemuan dengan Menteri ESDM Arifin Tasrif beberapa waktu lalu 

"Pada pertemuan tersebut disampaikan bahwa 50 persen dari suplai batu bara Jerman berasal dari Rusia dan dengan perkembangan situasi saat ini Jerman ingin mengembangkan kerja sama suplai batu bara dari Indonesia," kata Agung.

Adapun, batu bara diperdagangkan pada level US$395,50 per metrik ton pada Selasa, 21 Juni 2022. Harga tersebut naik tinggi mencapai 3,47 persen atau 13,25 poin dibandingkan dengan hari sebelumnya. 

Sementara itu di dalam negeri, produksi batu bara Indonesia hingga kini telah mencapai 284,41 juta ton atau 42,90 persen dari target yang ditetapkan di awal tahun yakni 663 juta ton.

Di tengah tingginya permintaan ini, pemerintah memastikan bahwa pasokan untuk domestik tidak terganggu dengan kondisi yang ada saat ini.

Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan berpendapat peran perbankan masih sangat diperlukan untuk menyalurkan kredit ke sektor energi fosil termasuk batu bara. Menurutnya, hal ini menjadi dasar yang sangat kuat bagi perbankan untuk tetap mendukung energi fosil lantaran masih sangat krusial baik bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia, sekaligus menjawab lonjakan kebutuhan energi dari luar negeri.

"Sejauh ini tidak ada larangan bagi dunia perbankan dalam negeri terhadap pembiayaan batu bara di dalam negeri termasuk yang saat ini ramai dibicarakan ketika perbankan memberikan fasilitas pinjaman terhadap perusahaan di sektor batu bara," katanya.

Menurutnya, perbankan di Indonesia selama ini telah menggunakan skema bisnis yang benar dalam mendukung kinerja perusahaan batu bara. Bahkan, perbankan di Indonesia khususnya Himbara termasuk salah satu bank yang memiliki Standar Prosedur Operasional (SOP) yang ketat sebelum menyalurkan dukungan pembiayaan kepada sektor energi fosil.

Batu bara, kata Mamit, masih menjadi sumber kekayaan alam yang dibutuhkan oleh Indonesia termasuk dunia. Penggunaan batu bara kian masif dilakukan di tahun ini seiring dengan adanya ketidakpastian pasokan energi fosil lainnya akibat perang Rusia-Ukraina. 

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia juga diketahui terus mengoptimalkan kekayaan alam yang dimiliki termasuk batu bara. Upaya ini dilakukan dengan mempersiapkan langkah Net Zero Emission atau netral karbon pada 2060. 

"Ini kesempatan bagi kita sebagai negara eksportir batu bara terbesar. Harusnya dioptimalkan sebesar-besarnya potensi batu bara yang kita miliki sampai pada titik tidak boleh digunakan," ujarnya. 

Di sisi lain, perbankan Tanah Air sedang menggencarkan green financing untuk mendukung upaya percepatan penggunaan energi terbarukan di dalam negeri. "Green financing saat ini sedang berjalan dan saya mendukung hal tersebut. Hanya saja, jangan sampai kekayaan alam yang kita miliki tidak bisa dioptimalkan karena kendala pendanaan," ucap Mamit. (*)






BNI - SPMT Tingkatkan Kerjasama Bidang Integrated Cash Management

1 jam lalu

BNI - SPMT Tingkatkan Kerjasama Bidang Integrated Cash Management

Kerjasama ini meningkatkan dan menciptakan nilai tambah dan manfaat dalam pengelolaan keuangan di SPMT


Ratusan Keluaga MBR Terserap di Program Rumah Padat Karya Surabaya

2 jam lalu

Ratusan Keluaga MBR Terserap di Program Rumah Padat Karya Surabaya

Program Rumah Padat Karya memanfaatkan lahan kosong di berbagai wilayah Surabaya untuk dijadikan lokasi usaha masyarakat.


Mas Dhito Jaga Kualitas Pertemuan dengan Keluarga

3 jam lalu

Mas Dhito Jaga Kualitas Pertemuan dengan Keluarga

Di tengah kesibukan menjadi pejabat, Mas Dhito tetap menjaga hubungan baik dengan ayahnya, Sekretaris Kabinet Indonesia Pramono Anung.


BPJS Ketenagakerjaan Dukung Percepatan Mal Pelayanan Publik

3 jam lalu

BPJS Ketenagakerjaan Dukung Percepatan Mal Pelayanan Publik

Penggunaan MPP di seluruh pemerintahan daerah ditargetkan pada 2024. Tahun ini sebanyak 56 kota akan meresmikan MPP.


BRI dan Ditjen Pajak Jalin Kerja Sama Implementasi Aplikasi PSIAP

17 jam lalu

BRI dan Ditjen Pajak Jalin Kerja Sama Implementasi Aplikasi PSIAP

Kerja sama ini untuk menyukseskan reformasi perpajakan DJP Kemenkeu RI.


Mendagri Lantik Tomsi Tohir sebagai Irjen Kemendagri

17 jam lalu

Mendagri Lantik Tomsi Tohir sebagai Irjen Kemendagri

Tomsi Tohir berasal dari kepolisian. Diharapkan dapat mengawasi kinerja Pemda merealisasikan anggaran.


KPPU Diminta Tidak Terburu-buru Menilai Kebijakan BPOM Soal Pelabelan BPA

17 jam lalu

KPPU Diminta Tidak Terburu-buru Menilai Kebijakan BPOM Soal Pelabelan BPA

BPOM dan KPPU adalah dua lembaga yang memiliki wewenang di wilayah berbeda


Tokopedia Gandeng Tada Luncurkan Spot Rewards

18 jam lalu

Tokopedia Gandeng Tada Luncurkan Spot Rewards

Sebagai perusahaan marketplace besar yang telah berhasil membantu pemerataan ekonomi secara digital, hal tersebut karena peran besar para Nakama


Peserta Program Prakerja Silaturahmi di Pekan Temu Raya #KitaPrakerja

18 jam lalu

Peserta Program Prakerja Silaturahmi di Pekan Temu Raya #KitaPrakerja

Seratus peserta dari Luarsekolah ikut meramaikan dari berbagai daerah di Indonesia.


Kalbe Terima Fasilitas Pinjaman Rp1 Triliun dari BNI

18 jam lalu

Kalbe Terima Fasilitas Pinjaman Rp1 Triliun dari BNI

Pinjaman tersebut dapat dipakai untuk ekspansi usaha, termasuk penambahan belanja modal ataupun aksi perusaaan lainnya.