Kementan Genjot Keahlian dan Pengetahuan SDM Pertanian

Kamis, 23 Juni 2022 17:00 WIB


INFO BISNIS – Peningkatan kapasitas sumberdaya manusia (SDM) menjadi isu sentral dalam pertumbuhan ekonomi bangsa Indonesia, termasuk juga pada sektor pertanian. Untuk itu, Kementerian Pertanian selalu mengupayakan peningkatan skill dan pengetahuan SDM pertanian. 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, penyiapan tenaga kerja harus dilakukan. “Kita membutuhkan petani milenial yang siap bersaing secara global. Untuk itu, kemampuan SDM profesional harus disiapkan, salah satunya melalui program Pelatihan,” kata Mentan. 

Menurut Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M. Agr, SDM Pertanian yang unggul mampu diciptakan sejak dini melalui peningkatan kemampuan teknis pelatihan. "Upaya Kementan ini dilakukan meningkatkan kemampuan para petani termasuk juga peternak," ujarnya.

Ia melanjutkan, tren masyarakat global yang semakin meningkat dalam mengkonsumsi produk halal ini, disikapi pelaku usaha dengan melakukan sertifikasi halal terhadap hampir setiap produk yang diproduksi. " Termasuk di Indonesia, jumlah produk bersertifikat halal makin meningkat dari tahun ke tahun. Apalagi sejak diberlakukannya ketentuan kewajiban produk bersertifikat halal di Indonesia," kata Dedi.

Termasuk ketersedian pangan asal hewan terutama daging yang memenuhi prinsip Halal, Aman, Utuh, dan Sehat (Halalan Thayyiban) menjadi mandatori dalam membangun ekosistem kewajiban produk bersertifikat halal.

Sebagaimana diketahui, daging halal dihasilkan dari sembelihan hewan halal disembelih yang sesuai Syariat Islam. "Namun dalam menciptakan iklim yang signifikan dengan ekosistem tersebut, perlu penyiapan juru sembelih halal (Juleha) yang kompeten dengan jumlah yang proporsional dengan produk yang akan disertifikasi," kata Dedi.

Menyikapi kondisi tersebut Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian memandang perlu melakukan kaji ulang terhadap SKKNI Penyembelihan Hewan Halal yang sebelumnya telah ditetapkan pada tahun 2014 dalam rangka mendukung peningkatan SDM khususnya bagi para juleha sesuai perkembangan teknologi terkini. 

Proses kaji ulang SKKNI saat ini telah sampai pada tahap Konvensi Nasional. Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan pengakuan dan penerimaan secara nasional terhadap rancangan kaji ulang SKKNI sekaligus merupakan proses validasi dengan melibatkan pemangku kepentingan terkait yang lebih luas. 

Konvensi Nasional dilaksanakan pada tanggal 22-23 Juni 2023 di Hotel Santika Depok, Provinsi Jawa Barat. Pertemuan dibuka oleh Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Dr. Ir. Leli Nuryati, MSc.

Hadir pada undangan dari berbagai stakeholder antara lain Kementerian Ketenagakerjaan, Kemenko Perekonomian, Kementerian Agama, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Perguruan Tinggi (IPB, UGM, Unibraw), Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu, Balai Pelatihan Pertanian NTB, Asosiasi Juru Sembelih Halal (Juleha), Lembaga Sertifikasi Pertanian (LSP) Kesehatan Hewan, Majelis Ulama Indonesia, Asesor Juleha, Asosiasi Rumah Potong Hewan Ruminansia, Asosiasi Rumah Potong Hewan Unggas, dan Rumah Potong Swasta, Kegiatan dilakukan secara hybrid, daring dan luring.

“Dengan telah dilakukan kaji ulang SKKNI Bidang Penyembelihan Hewan Halal, kompetensi juleha akan semakin meningkat/ter-upgrade dan diharapkan seluruh Lembaga Pelatihan dapat menerapkan SKKNI tersebut dalam pengembangan kurikulum pelatihan berbasis kompetensi," tutur Leli.

Hasil Konvensi Nasional selanjutnya akan ditetapkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan sebagai SKKNI Bidang Penyembelihan Hewan Halal yang berlaku secara nasional. (*)






BNI - SPMT Tingkatkan Kerjasama Bidang Integrated Cash Management

40 menit lalu

BNI - SPMT Tingkatkan Kerjasama Bidang Integrated Cash Management

Kerjasama ini meningkatkan dan menciptakan nilai tambah dan manfaat dalam pengelolaan keuangan di SPMT


Ratusan Keluaga MBR Terserap di Program Rumah Padat Karya Surabaya

1 jam lalu

Ratusan Keluaga MBR Terserap di Program Rumah Padat Karya Surabaya

Program Rumah Padat Karya memanfaatkan lahan kosong di berbagai wilayah Surabaya untuk dijadikan lokasi usaha masyarakat.


Mas Dhito Jaga Kualitas Pertemuan dengan Keluarga

2 jam lalu

Mas Dhito Jaga Kualitas Pertemuan dengan Keluarga

Di tengah kesibukan menjadi pejabat, Mas Dhito tetap menjaga hubungan baik dengan ayahnya, Sekretaris Kabinet Indonesia Pramono Anung.


BPJS Ketenagakerjaan Dukung Percepatan Mal Pelayanan Publik

2 jam lalu

BPJS Ketenagakerjaan Dukung Percepatan Mal Pelayanan Publik

Penggunaan MPP di seluruh pemerintahan daerah ditargetkan pada 2024. Tahun ini sebanyak 56 kota akan meresmikan MPP.


BRI dan Ditjen Pajak Jalin Kerja Sama Implementasi Aplikasi PSIAP

16 jam lalu

BRI dan Ditjen Pajak Jalin Kerja Sama Implementasi Aplikasi PSIAP

Kerja sama ini untuk menyukseskan reformasi perpajakan DJP Kemenkeu RI.


Mendagri Lantik Tomsi Tohir sebagai Irjen Kemendagri

17 jam lalu

Mendagri Lantik Tomsi Tohir sebagai Irjen Kemendagri

Tomsi Tohir berasal dari kepolisian. Diharapkan dapat mengawasi kinerja Pemda merealisasikan anggaran.


KPPU Diminta Tidak Terburu-buru Menilai Kebijakan BPOM Soal Pelabelan BPA

17 jam lalu

KPPU Diminta Tidak Terburu-buru Menilai Kebijakan BPOM Soal Pelabelan BPA

BPOM dan KPPU adalah dua lembaga yang memiliki wewenang di wilayah berbeda


Tokopedia Gandeng Tada Luncurkan Spot Rewards

17 jam lalu

Tokopedia Gandeng Tada Luncurkan Spot Rewards

Sebagai perusahaan marketplace besar yang telah berhasil membantu pemerataan ekonomi secara digital, hal tersebut karena peran besar para Nakama


Peserta Program Prakerja Silaturahmi di Pekan Temu Raya #KitaPrakerja

17 jam lalu

Peserta Program Prakerja Silaturahmi di Pekan Temu Raya #KitaPrakerja

Seratus peserta dari Luarsekolah ikut meramaikan dari berbagai daerah di Indonesia.


Kalbe Terima Fasilitas Pinjaman Rp1 Triliun dari BNI

17 jam lalu

Kalbe Terima Fasilitas Pinjaman Rp1 Triliun dari BNI

Pinjaman tersebut dapat dipakai untuk ekspansi usaha, termasuk penambahan belanja modal ataupun aksi perusaaan lainnya.