5 Langkah Penguatan Bauran Kebijakan Bank Indonesia

Kamis, 23 Juni 2022 16:43 WIB

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di kompleks gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat, 1 Maret 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia atau BI Perry Warjiyo mengatakan bank sentral terus menempuh berbagai langkah penguatan bauran kebijakan. Sedikitnya ada lima langkah yang diambil oleh BI untuk menguatkan baruan kebijakan tersebut.

Langkah pertama, kata Perry, adalah dengan memperkuat kebijakan nilai tukar rupiah untuk menjaga stabilitas nilai tukar. "Dan mendukung pengendalian inflasi dengan tetap memperhatikan bekerjanya mekanisme pasar dan nilai fundamentalnya," ujarnya dalam keterangan tertulis pada Kamis, 23 Juni 2022.

Kedua, BI mempercepat normalisasi kebijakan likuiditas dengan meningkatkan efektivitas pelaksanaan kenaikan Giro Wajib Minimum (GWM) dan Operasi Moneter Rupiah.

Ketiga, melanjutkan kebijakan transparansi Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) dengan pendalaman pada komponen Overhead SBDK.

Keempat, Bank Indonesia melanjutkan masa berlaku kebijakan tarif sistem kliring nasional BI (SKNBI) sebesar Rp 1 dari Bank Indonesia ke bank dan maksimum Rp 2.900 dari bank kepada nasabah dari semula berakhir 30 Juni 2022 menjadi sampai dengan 31 Desember 2022.

"Guna meningkatkan efisiensi biaya dan aktivitas ekonomi masyarakat serta memudahkan transaksi keuangan dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi," ujarnya.

Kelima, memperkuat kebijakan internasional dengan memperluas kerja sama cross border payment connectivity, fasilitasi penyelenggaraan promosi investasi dan perdagangan di sektor prioritas bekerja sama dengan instansi terkait.

Selain itu,BI  bersama Kementerian Keuangan menyukseskan enam agenda prioritas jalur keuangan Presidensi Indonesia pada G20 tahun 2022.

Langkah penguatan bauran kebijakan seiring dengan keputusan Rapat Dewan Gubernur BI atau RDG BI pada 22-23 Juni 2022. RDG BI memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,50 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25 persen.

"Keputusan ini sejalan dengan perlunya pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas nilai tukar," kata Perry.

Dia mengatakan keputusan itu juga tetap mendukung pertumbuhan ekonomi, di tengah naiknya tekanan eksternal terkait dengan meningkatnya risiko stagflasi di berbagai negara.

Ke depan, kata Perry, Bank Indonesia memperkirakan ketidakpastian ekonomi global masih akan tinggi seiring dengan makin mengemukanya risiko perlambatan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan inflasi global. "Termasuk sebagai akibat dari makin meluasnya kebijakan proteksionisme terutama pangan, yang ditempuh oleh berbagai negara."

Baca: Pesawat Susi Air Kecelakaan di Papua, 6 Penumpang Selamat

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Rekam Jejak Miranda Goeltom yang Diangkat jadi Wakil Komisaris Utama Bank Mayapada

8 jam lalu

Rekam Jejak Miranda Goeltom yang Diangkat jadi Wakil Komisaris Utama Bank Mayapada

RUPS Bank Mayapada memutuskan mengangkat Miranda Goeltom sebagai wakil komisaris utama perseroan. Seperti apa rekam jejaknya?


Mengapa Uang Kripto Ambrol

23 jam lalu

Mengapa Uang Kripto Ambrol

Setelah nilainya meledak berkali-kali lipat dua tahun lalu, kini nilai mata uang kripto lesu darah.


Bank Indonesia: Formula E Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jakarta

1 hari lalu

Bank Indonesia: Formula E Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jakarta

Bank Indonesia mencatat penyelenggaraan Formula E mendorong pertumbuhan ekonomi dan kinerja investasi di Jakarta.


Bank Indonesia Ungkap Situasi Global yang Sangat Rentan Bayangi Ekonomi RI

2 hari lalu

Bank Indonesia Ungkap Situasi Global yang Sangat Rentan Bayangi Ekonomi RI

Bank Indonesia (BI) mengingatkan risiko stagflasi global masih akan membayangi ekonomi Indonesia ke depan.


Uang Beredar Tumbuh 12,1 Persen Jadi Rp 7.854,8 Triliun pada Mei

3 hari lalu

Uang Beredar Tumbuh 12,1 Persen Jadi Rp 7.854,8 Triliun pada Mei

Uang beredar dalam arti luas (M2) pada Mei 2022 tumbuh positif. Posisi M2 tercatat Rp 7.854,8 triliun atau naik 12,1 persen (yoy).


Bank Indonesia: Sejak 1 Maret, Kenaikan GWM Menyerap Likuiditas Perbankan Rp 119 T

4 hari lalu

Bank Indonesia: Sejak 1 Maret, Kenaikan GWM Menyerap Likuiditas Perbankan Rp 119 T

Bank Indonesia (BI) menyampaikan penyesuaian secara bertahap giro wajib minimum (GWM) rupiah dan pemberian insentif GWM menyerap likuiditas perbankan


Bank Indonesia Diperkirakan Naikkan Suku Bunga pada Agustus 2022

4 hari lalu

Bank Indonesia Diperkirakan Naikkan Suku Bunga pada Agustus 2022

CGS-CIMB Sekuritas memperkirakan kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI) paling cepat diterapkan pada Agustus 2022.


Bank Dunia Setuju Beri Dukungan Keuangan ke RI Rp 11,12 Triliun

5 hari lalu

Bank Dunia Setuju Beri Dukungan Keuangan ke RI Rp 11,12 Triliun

Bank Dunia menyoroti penguatan daya saing dan ketahanan ekonomi serta peningkatan infrastruktur melalui pengenalan pajak karbon.


BI: Aliran Modal Asing Keluar Rp 8,35 Triliun dalam Pekan Keempat Juni

5 hari lalu

BI: Aliran Modal Asing Keluar Rp 8,35 Triliun dalam Pekan Keempat Juni

Bank Indonesia mencatat terdapat aliran modal asing keluar sebesar Rp8,35 triliun dalam pekan keempat Juni, yakni pada 20-23 Juni 2022.


Kadin Dukung Bank Indonesia Tahan Suku Bunga: Kita Bisa Pertahankan Pemulihan Ekonomi

5 hari lalu

Kadin Dukung Bank Indonesia Tahan Suku Bunga: Kita Bisa Pertahankan Pemulihan Ekonomi

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar 22-23 Juni 2022 memutuskan menahan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) di angka 3,5 persen.