Ekonom Ingatkan Dampak Bank Indonesia Tahan Suku Bunga ke Perekonomian dan Devisa

Kamis, 23 Juni 2022 04:59 WIB

Logo atau ilustrasi Bank Indonesia. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta -  Center of Economic and Law Studies atau Celios menilai bahwa Bank Indonesia atau BI menghadapi kondisi yang dilematis dalam menetapkan tingkat suku bunga acuan, karena terdapat upaya mendorong pemulihan ekonomi tetapi di sisi lain nilai tukar rupiah terganjal.

Ekonom dan Direktur Celios Bhima Yudhistira menjelaskan bahwa sejauh ini BI masih menahan suku bunga, meskipun terjadi tren kenaikan inflasi. BI sendiri memberikan sinyal bahwa suku bunga masih akan tetap terjaga.

"Itu dilematis, BI menahan suku bunga karena inflasi di dalam negeri masih terpantau stabil (3,5 persen per Mei 2022) dan ingin mendorong bank untuk memanfaatkan pemulihan, melalui peningkatan penyaluran kredit dengan bunga terjangkau. Namun, konsekuensi dari menahan tingkat suku bunga sudah berdampak terhadap stabilitas nilai tukar rupiah," kata Bhima kepada Bisnis, Rabu 22 Juni 2022.

Pada sore ini rupiah Jisdor tercatat berada di level Rp14.860 atau melemah 0,38 persen dari Selasa kemarin, di Rp14.804. Rupiah mengalami pelemahan pada tahun berjalan dan sejumlah pihak mengkhawatirkan pergerakannya sampai menembus level Rp15.000.

Bhima menyebut bahwa pelemahan nilai tukar akan berkaitan dengan pembayaran utang luar negeri, sehingga dapat berakibat terjadinya imported inflation, terutama di sektor pangan. Menurutnya, hal tersebut perlu menjadi pertimbangan BI dalam menentukan kebijakan moneter dan menjadi perhatian pemerintah selaku pemegang kendali fiskal.

"Idealnya, BI naikkan suku bunga 25—50 bps agar rupiah bisa lebih stabil dan tidak menguras cadangan devisa untuk intervensi rupiah," kata Bhima.

Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga acuan di tengah pengetatan kebijakan moneter global. Menurutnya, tingkat inflasi domestik masih terkendali dengan perkiraan sekitar 4,2 persen pada tahun ini.

“Dengan inflasi yang masih rendah, kami tidak buru-buru menaikkan suku bunga acuan. Kami akan menjaga suku bunga rendah 3,5 persen sampai ada peningkatan inflasi secara fundamental,” kata Perry dalam acara Indonesia Economic Prospects Launch.

Baca: Bank Dunia Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Turun Jadi 4,6 Persen

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini






Rekam Jejak Miranda Goeltom yang Diangkat jadi Wakil Komisaris Utama Bank Mayapada

7 jam lalu

Rekam Jejak Miranda Goeltom yang Diangkat jadi Wakil Komisaris Utama Bank Mayapada

RUPS Bank Mayapada memutuskan mengangkat Miranda Goeltom sebagai wakil komisaris utama perseroan. Seperti apa rekam jejaknya?


Mengapa Uang Kripto Ambrol

22 jam lalu

Mengapa Uang Kripto Ambrol

Setelah nilainya meledak berkali-kali lipat dua tahun lalu, kini nilai mata uang kripto lesu darah.


Bank Indonesia: Formula E Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jakarta

1 hari lalu

Bank Indonesia: Formula E Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jakarta

Bank Indonesia mencatat penyelenggaraan Formula E mendorong pertumbuhan ekonomi dan kinerja investasi di Jakarta.


BNP Paribas: Prospek Investasi Indonesia Tetap Positif karena Stabilitas Makro Ekonomi Terjaga

2 hari lalu

BNP Paribas: Prospek Investasi Indonesia Tetap Positif karena Stabilitas Makro Ekonomi Terjaga

BNP Paribas Asset Management menilai stabilitas makro mendukung iklim investasi di Indonesia tetap positif saat ini dan juga pada masa mendatang.


Bank Indonesia Ungkap Situasi Global yang Sangat Rentan Bayangi Ekonomi RI

2 hari lalu

Bank Indonesia Ungkap Situasi Global yang Sangat Rentan Bayangi Ekonomi RI

Bank Indonesia (BI) mengingatkan risiko stagflasi global masih akan membayangi ekonomi Indonesia ke depan.


Uang Beredar Tumbuh 12,1 Persen Jadi Rp 7.854,8 Triliun pada Mei

3 hari lalu

Uang Beredar Tumbuh 12,1 Persen Jadi Rp 7.854,8 Triliun pada Mei

Uang beredar dalam arti luas (M2) pada Mei 2022 tumbuh positif. Posisi M2 tercatat Rp 7.854,8 triliun atau naik 12,1 persen (yoy).


KTT G7 Dimulai dengan Bayang-Bayang Perang Ukraina, Kelaparan dan Inflasi

3 hari lalu

KTT G7 Dimulai dengan Bayang-Bayang Perang Ukraina, Kelaparan dan Inflasi

KTT G7 di resor kastil Schloss Elmau di kaki gunung tertinggi Jerman, Zugspitze, dibuka dengan bayang-bayang perang Ukraina, krisis pangan dan inflasi


Bank Indonesia: Sejak 1 Maret, Kenaikan GWM Menyerap Likuiditas Perbankan Rp 119 T

3 hari lalu

Bank Indonesia: Sejak 1 Maret, Kenaikan GWM Menyerap Likuiditas Perbankan Rp 119 T

Bank Indonesia (BI) menyampaikan penyesuaian secara bertahap giro wajib minimum (GWM) rupiah dan pemberian insentif GWM menyerap likuiditas perbankan


Bank Indonesia Diperkirakan Naikkan Suku Bunga pada Agustus 2022

4 hari lalu

Bank Indonesia Diperkirakan Naikkan Suku Bunga pada Agustus 2022

CGS-CIMB Sekuritas memperkirakan kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI) paling cepat diterapkan pada Agustus 2022.


Boris Johnson Belum Mau Penuhi Tuntutan Kenaikan Upah Buruh

4 hari lalu

Boris Johnson Belum Mau Penuhi Tuntutan Kenaikan Upah Buruh

Boris Johnson menilai upah minimum tidak dapat dinaikkan secara tajam, seperti yang dituntutkan oleh serikat pekerja karena bisa memicu inlfasi.