Arcandra Tahar Jelaskan Penyebab Sulitnya Harga Minyak Dunia Stabil

Ilustrasi kilang minyak dunia. REUTERS/Shannon Stapleton

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral pada Kabinet Kerja Presiden Jokowi, Arcandra Tahar mengungkap 5 faktor yang menyebabkan tingginya harga minyak dunia. Pada unggahan di social media pribadinya, Arcandra menyebut faktor yang dapat menaikkan dan menurunkan harga dengan asumsi krisis Rusia-Ukraina tetap berlangsung.

"Pertama, negosiasi masalah nuklir Iran mencapai titik temu, sehingga sanksi yang diberlakukan selama ini bisa dicabut. Dengan dicabutnya sanksi ini, suplai minyak dunia bisa bertambah paling tidak sebesar 2.5 juta bpd atau sekitar 2.5 persen kebutuhan dunia," kata Arcandra pada unggahan di sosial media pribadinya pada Sabtu 18 Juni 2022. 

Arcandra mengartikan suplai minyak dari Rusia yang diperuntukkan bagi ekspor sebesar 4 juta bpd bisa diatasi sebagian besar dari Iran. Sisanya bisa didapat dari peningkatan produksi dari lapangan minyak di Arab Saudi, Kuwait dan UAE.

Kedua, sanksi ekonomi yang selama ini diberlakukan terhadap Venezuela bisa dicabut sebagian, terutama yang menyangkut kegiatan eksplorasi dan produksi migas. Seperti yang kita tahu, Venezuela punya cadangan minyak terbesar di dunia melebihi Arab Saudi.

"Memang tidak mudah untuk mengaktifkan kembali lapangan-lapangan minyak dunia yang sudah lama ditinggalkan. Selain memerlukan waktu panjang juga membutuhkan dana yang tidak sedikit, Paling tidak pencabutan sanksi ini memberikan sinyal kepada market bahwa akan  ada potensi suplai yang bisa menggantikan minyak Rusia," lanjut Arcandra.

Harga Minyak Dunia Berkaitan dengan Geopolitik

Faktor ketiga, Arcandra berujar bahwa melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia akibat naiknya berbagai macam harga komoditas yang menyumbang pada inflasi tinggi. Negara-negara maju seperti Eropa dan Amerika Serikat mengalami inflasi yang diluar dugaan mereka.






Putin Bahas Batas Harga Minyak Barat dengan Irak

4 hari lalu

Putin Bahas Batas Harga Minyak Barat dengan Irak

Vladimir Putin menekankan bahwa pembatasan harga minyak dapat menimbulkan konsekuensi serius bagi pasar energi global.


MBS Kebal Hukum Pembunuhan Khashoggi, AS Masih Tinjau Ulang Hubungan dengan Saudi

6 hari lalu

MBS Kebal Hukum Pembunuhan Khashoggi, AS Masih Tinjau Ulang Hubungan dengan Saudi

Meski MBS kebal hukum dalam pembunuhan Khashoggi, AS masih meninjau ulang hubungan dengan Arab Saudi


Arcandra Tahar Bandingkan Harga Energi Dunia yang Melonjak dengan Krisis Energi 1970

16 hari lalu

Arcandra Tahar Bandingkan Harga Energi Dunia yang Melonjak dengan Krisis Energi 1970

Arcandra Tahar menilai krisis energi yang melanda dunia hari ini merupakan krisis multidimensi yang tidak pernah terjadi dan terpikirkan sebelumnya.


Harga Minyak Dunia Naik ke USD 98,57, Semata-mata karena Dolar Melemah?

24 hari lalu

Harga Minyak Dunia Naik ke USD 98,57, Semata-mata karena Dolar Melemah?

Harga minyak dunia jenis Brent untuk pengiriman Januari naik 4,1 persen menjadi US$ 98,57 per barel di London ICE Futures Exchange. Apa sebabnya?


Harga Minyak Naik 2 Persen, WTI Tercatat di USD 88,37 dan Brent Ditutup di USD 94,65 per Barel

27 hari lalu

Harga Minyak Naik 2 Persen, WTI Tercatat di USD 88,37 dan Brent Ditutup di USD 94,65 per Barel

Badan Informasi Energi AS (EIA) akan merilis laporan status minyak mingguan pada Rabu waktu setempat.


Saudi Punya Saham di Twitter, Senator Khawatir Keamanan Nasional AS

28 hari lalu

Saudi Punya Saham di Twitter, Senator Khawatir Keamanan Nasional AS

Senator Partai Demokrat, Chris Murphy, menginginkan pemeriksaan menyangkut keamanan nasional AS atas adanya saham konglomerat Arab Saudi di Twitter


Harga Minyak Naik 3 Persen, WTI Menetap di USD 87,91 dan Brent di USD 95,69 per Barel

33 hari lalu

Harga Minyak Naik 3 Persen, WTI Menetap di USD 87,91 dan Brent di USD 95,69 per Barel

Harga minyak mentah dunia melonjak hampir 3 persen didorong melemahnya Dolar AS dan rekor ekspor minyak mentah AS.


Saudi Memilih Bersikap Dewasa Menghadapi Kemarahan AS

34 hari lalu

Saudi Memilih Bersikap Dewasa Menghadapi Kemarahan AS

Arab Saudi memilih bersikap dewasa menghadapi perselisihan dengan AS mengenai pasokan minyak.


Saudi Sudah Mendukung Ukraina, Joe Biden Tetap Dendam

34 hari lalu

Saudi Sudah Mendukung Ukraina, Joe Biden Tetap Dendam

Joe Biden tetap memikirkan langkah untuk menghukum Saudi gara-gara potong produksi minyak, meskipun negara Arab ini sudah membantu Ukraina


Harga Minyak Dunia Lesu Akibat Permintaan dari Cina Turun dan Dolar Menguat

35 hari lalu

Harga Minyak Dunia Lesu Akibat Permintaan dari Cina Turun dan Dolar Menguat

Padahal, harga minyak dunia Brent masih naik 2 persen pada minggu lalu.