Persaingan Ketat, Startup Hadapi Musim Paceklik?

Ilustrasi Start-up. Pixabay/Firmbee

TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan rintisan atau startup menghadapi situasi sulit akibat persaingan yang semakin ketat. Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi mengatakan banyak startup gugur karena tak kuasa menghadapi derasnya kompetisi di tengah ketidak-pastian kondisi perekonomian global dan pagebluk Covid-19.

Startup, selain yang tumbuh karena pandemi, juga banyak bergugur karena pandemi dan juga karena persaingan yang ketat,” ujar Heru saat dihubungi pada Rabu malam, 25 Mei 2022.

Heru menjelaskan, perusahaan rintisan berbasis layanan yang sudah melewati fase pertumbuhannya, seperti e-commerce, pembayaran digital, travel dan edukasi, kini makin sukar mendapatkan pendanaan dari modal ventura. Sebab umumnya, investor mulai melirik startup yang mengusung kecerdasan buatan, big data analytuc, internet of things, dan metaverse.

Dalam kondisi seperti ini, Heru mengatakan startup mesti mengubah strategi dan keluar dari cara “bakar uang” untuk meraih pasar. Perusahaan, kata dia, juga perlu melakukan efisiensi dan menghimpun pendanaan melalui initial public offering (IPO) di bursa bila jumlah penggunanya sudah besar.

Di sisi lain, start up dapat melakukan konsolidasi dengan pemain lain. “Atau ya terpaksa gugur,” kata Heru. Heru tak memungkiri pada masa ini banyak startup yang telah membukukan keuntungan konsisten. Namun, perusahaan menghadapi beban berat untuk mengembalikan pendanaan investor.

Dia mencontohkan GoTo group dan Bukalapak. Kedua perusahaan digital ini, meski sudah kuat, masih berjuang untuk mempertahankan bisnis yang berkelanjutan. Heru mengatakan dengan persaingan yang ketat, nantinya hanya akan ada segelintir pemain di masing-masing sektor atau layanan yang bertahan.

“Seperti transportasi online ya Gojek dan Grab, pembayaran digital ya Gopay, Ovo yang lagi merangsek pasar Shopeepay, begitu juga e-commerce. Pemain baru di bidang yang sama akan berat kecuali keuangnnya kuat atau ada solusi layanan baru yang berbeda,” ucap Heru.

Baru-baru ini startup yang bergerak di bidang pendidikan, Zenius, mengumumkan PHK terhadap tenaga kerjanya yang berjumlah 200 orang. Pekerja yang tereliminasi itu mayoritas bekerja sebagai tim produksi dan tim konten.

Tak hanya Zenius, LinkAja pun melakukan PHK terhadap puluhan pekerjanya. Perusahaan dompet digital di bawah naungan badan usaha milik negara (BUMN) itu merampingkan karyawan untuk bagian teknologi informasi—menurut informasi yang dihimpun Tempo.

FRANCISCA CHRISTY | CAESAR AKBAR

Baca: Alasan Luhut Lapor ke Jokowi Soal Perusahaan Sawit Berkantor di Luar Negeri

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






OYO PHK 600 Pegawai Usai Kurangi Wilayah Operasional

3 jam lalu

OYO PHK 600 Pegawai Usai Kurangi Wilayah Operasional

Oyo Hotels mengumumkan akan memangkas 600 pekerjaan di departemen korporat dan teknologinya, atau sekitar seperenam dari total karyawannya.


Kiat agar Usaha Startup Tak Lekas Gulung Tikar

7 jam lalu

Kiat agar Usaha Startup Tak Lekas Gulung Tikar

Di tengah PHK massal karyawan hingga gangguan pasar, berikut strategi yang perlu dilakukan pengusaha startup agar terhindar dari kesalahan merugikan.


PHK Massal oleh Startup, Kominfo: Ada Opsi untuk Create Your Own Startup

1 hari lalu

PHK Massal oleh Startup, Kominfo: Ada Opsi untuk Create Your Own Startup

Kementerian Kominfo menyatakan PHK oleh startup sebetulnya bisa menjadi momen membentuk perusahaan rintisan baru di Tanah Air. Begini penjelasannya.


Harap-harap Cemas Menjelang Penerapan Kenaikan UMP

3 hari lalu

Harap-harap Cemas Menjelang Penerapan Kenaikan UMP

Buruh dan pengusaha terus mempersoalkan kenaikan UMP. Padahal, pemberlakuan upah itu tinggal menghitung hari. Bagaimana pelaksanaannya nanti?


PHK Massal Industri Startup

4 hari lalu

PHK Massal Industri Startup

Startup industri digital tengah menghadapi masa sulit.


Tim Hear Me Menang Hyundai Start-up Challenge 2022, Lihat Hadiahnya

4 hari lalu

Tim Hear Me Menang Hyundai Start-up Challenge 2022, Lihat Hadiahnya

Pemenang Hyundai Start-up Challenge 2022 Tim Hear Me membuat aplikasi terjemahan/interpretasi bahasa isyarat bagi penderita tunarungu.


Kemenko Perekonomian Beberkan 5 Sektor Usaha yang Bikin Ekonomi Digital RI Moncer

4 hari lalu

Kemenko Perekonomian Beberkan 5 Sektor Usaha yang Bikin Ekonomi Digital RI Moncer

Potensi ekonomi digital lainnya, kata Rudy, berasal dari startup yang jumlahnya mencapai 2.400.


Ekonom Prediksi Pengguna Paylater Akan Meningkat Pesat pada 2024, Apa Sebabnya?

5 hari lalu

Ekonom Prediksi Pengguna Paylater Akan Meningkat Pesat pada 2024, Apa Sebabnya?

Hasil studi Kredivo 2022 menunjukkan peningkatan penggunaan paylater yang sebelumnya pada 2021 sebesar 12 persen meningkat 17 persen pada 2022.


Mendag Prediksi Ekonomi Digital RI Tembus USD 77 Miliar pada 2022

5 hari lalu

Mendag Prediksi Ekonomi Digital RI Tembus USD 77 Miliar pada 2022

Mendag memperkirakan ekonomi digital Indonesia mencapai US$ 77 miliar pada 2022.


Transaksi Ekonomi Digital Indonesia 2030 Diprediksi US$ 360 M, Tumbuh 73 Persen

5 hari lalu

Transaksi Ekonomi Digital Indonesia 2030 Diprediksi US$ 360 M, Tumbuh 73 Persen

Transaksi ekonomi digital Indonesia diproyeksikan sebesar US$ 360 miliar pada tahun 2030.