Memahami Plus Minus Bank Digital, Seberapa Besar Risiko Bagi Nasabah?

Reporter

Ilustrasi bank digital. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Kemajuan teknologi membuat sistem perbankan pun menyentuh era digital. Di Indonesia sudah mulai ramai dengan munculnya bank-bank digital, salah satunya PT Bank Jago Tbk.

Dilansir dari bisnis.com, bank digital merupakan layanan perbankan konvensional namun dijalankan dengan otomatisasi serta Berbadan Hukum Indonesia (BHI). Bank digital mampu menjalankan dan menyediakan kegiatan usaha melalui saluran elektronik.

Namun, tak hanya melayani nasabah melalui mobile banking atau aplikasi, ternyata bank digital juga dapat merencanakan keuangan sesuai yang diinginkan nasabah dengan hanya menggunakan smartphone.

Seorang Ekonom CORE Indonesia, Piter Abdullah Redjalam mendefinisika seluruh proses online banking dapat dilakukan dengan bank digital melalui smartphone.

Piter menyebutkan bank digital adalah sebuah platform end-to-end. Sebagai sebuah end-to-end platform, digital banking mencakup front end yang dilihat oleh nasabah, back end yang dilihat oleh bankers melalui server dan panel control admin mereka dan middleware yang menghubungkan front end dan back end.

Middleware sendiri merupakan software penghubung antara operating systems atau databases dengan macam-macam aplikasi yang nasabah gunakan.

Bank digital memfasilitasi seluruh fungsi bank fisik dalam layanan platform digital. Bank digital memiliki seluruh fungsi dari head office, branch office, online service, bank cards, ATM and point of sale machines.

Bank digital telah diatur OJK dalam POJK No.12 tahun 2021 pasal 23 hingga pasal 31.

OJK mendefinisikan bank digital sebagai Bank Berbadan Hukum Indonesia (BHI) yang menyediakan kegiatan usaha melalui saluran elektronik tanpa kantor fisik selain kantor pusat (KP), atau kantor fisik yang terbatas.

Advisor Pengembangan Bisnis Bursa Efek Indonesia, Poltak Hotradero, memaparkan beberapa bank digital dari luar negeri yang memiliki nasabah yang besar, yaitu Kakao Bank dari Korea Selatan dengan 13 juta nasabah dan NuBank di Brasil dengan 30 juta nasabah.

Bank digital Kakao Bank bahkan tercatat mampu menggaet 1 juta nasabah hanya dalam lima hari usai diluncurkan pada 3 April 2017 lalu.

Menurutnya bank digital sangat berguna bagi perbankan Indonesia. Dengan bank digital dapat menekan biaya operasional serta menjangkau segmen pasar baru. Dengan itu sebuah bank dapat terus berkembang.

Bank digital hadir untuk memberikan kemudahan dan kenyataan bagi para nasabah. Nasabah tak perlu lagi mengatur waktu untuk Kantor cabang hanya untuk pembuatan rekening, sebab semuanya dapat dilakukan secara online.

Bank digital juga dapat digunakan kapanpun dan dimanapun. Dengan fitur layanan online yang amat sangat mempermudah nasabah, mulai dari buka rekening, pembayaran, hingga investasi.

Selain itu bank digital juga lebih efisien dari segi biaya, sebab hampir semua bentuk pelayanannya dilakukan secara online dan mandiri. Contohnya, saat pembukaan rekening nasabah tak perlu lagi mengeluarkan dana untuk tenaga administrasi.

Menariknya lagi, bunga di bank digital cenderung lebih besar. Biasanya bank digital akan memberikan bunga hingga 4 persen, lebih tinggi 1 persen dari bank konvensional.

Namun kekurangannya yaitu sangat bergantung kepada jaringan Internet. Maknanya bila jaringan Internet tak ada atau tidak stabil, fitur perbankan di bank digital pun tak dapat diakses dan digunakan. Selain itu, beberapa analis keuangan juga memperkirakan besarnya risiko yang akan ditanggung nasabah bila bank mengalami likuidasi.

ANNISA FIRDAUSI 

Baca: Deretan Bank Digital yang Ada di Indonesia

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






UU PPSK, OJK: Amanah yang Luar Biasa Tantangannya

4 jam lalu

UU PPSK, OJK: Amanah yang Luar Biasa Tantangannya

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) buka suara soal Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2022 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan.


Pembobolan Rekening BCA, OJK: Kami Berdiri di Tengah

5 jam lalu

Pembobolan Rekening BCA, OJK: Kami Berdiri di Tengah

Sebagai regulator di sektor jasa keuangan, kata Sarito, OJK akan bersikap adil dalam kasus BCA dengan nasabahnya.


LPS: Kinerja Perbankan Terus Tumbuh dan Membaik

9 jam lalu

LPS: Kinerja Perbankan Terus Tumbuh dan Membaik

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut kinerja perbankan terus tumbuh dan membaik.


YLKI Respons Bos BCA Tak Mau Ganti Duit Rp 320 Juta yang Dibobol: Pernyataan Terlalu Prematur

23 jam lalu

YLKI Respons Bos BCA Tak Mau Ganti Duit Rp 320 Juta yang Dibobol: Pernyataan Terlalu Prematur

YLKI angkat bicara soal kasus pembobolan rekening nasabah BCA oleh pria bersama tukang becak yang viral di media sosial.


LPS Naikkan Suku Bunga Penjaminan Simpanan 25 Basis Poin

1 hari lalu

LPS Naikkan Suku Bunga Penjaminan Simpanan 25 Basis Poin

LPS menaikkan suku bunga pinjaman simpanan rupiah di bank umum, bank perkreditan rakyat atau BPR, dan valas di bank umum masing-masing 25 basis poin.


Terkini Bisnis: Kasus Meikarta Merembet Ke Menteri Investasi dan Dirjen Pajak, OJK Paling Banyak Dilaporkan Masyarakat

1 hari lalu

Terkini Bisnis: Kasus Meikarta Merembet Ke Menteri Investasi dan Dirjen Pajak, OJK Paling Banyak Dilaporkan Masyarakat

Berita bisnis yang paling banyak dibaca pada Kamis sore, 26 Januari 2023. Mulai dari kasus Meikarta hingga OJK


Cara Cek BI Checking di HP via iDebku OJK

1 hari lalu

Cara Cek BI Checking di HP via iDebku OJK

cara cek BI Checking di HP via iDebku OJK untuk mengajukan pinjaman kredit bagi calon debitur


Kasus Meikarta, DPR Akan Lakukan Ini: Panggil OJK hingga Bentuk Pansus

1 hari lalu

Kasus Meikarta, DPR Akan Lakukan Ini: Panggil OJK hingga Bentuk Pansus

DPR akan melakukan berbagai upaya dalam menangani kasus Meikarta, mulai dari bentuk pansus hingga pemanggilan Menteri Bahlil Lahadalia.


OJK Lembaga Paling Banyak Dilaporkan ke Ombudsman

1 hari lalu

OJK Lembaga Paling Banyak Dilaporkan ke Ombudsman

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi lembaga nomor satu yang paling banyak dilaporkan masyarakat kepada Ombudsman RI.


Inilah Daftar Tenaga Kerja Asing (TKA) Terbanyak di Indonesia 2022

1 hari lalu

Inilah Daftar Tenaga Kerja Asing (TKA) Terbanyak di Indonesia 2022

Cina tercatat sebagai negara asal TKA terbesar di Indonesia, diikuti Jepang, Korea Selatan, dan India.