Memahami Plus Minus Bank Digital, Seberapa Besar Risiko Bagi Nasabah?

Reporter

Tempo.co

Selasa, 24 Mei 2022 08:45 WIB

Ilustrasi bank digital. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Kemajuan teknologi membuat sistem perbankan pun menyentuh era digital. Di Indonesia sudah mulai ramai dengan munculnya bank-bank digital, salah satunya PT Bank Jago Tbk.

Dilansir dari bisnis.com, bank digital merupakan layanan perbankan konvensional namun dijalankan dengan otomatisasi serta Berbadan Hukum Indonesia (BHI). Bank digital mampu menjalankan dan menyediakan kegiatan usaha melalui saluran elektronik.

Namun, tak hanya melayani nasabah melalui mobile banking atau aplikasi, ternyata bank digital juga dapat merencanakan keuangan sesuai yang diinginkan nasabah dengan hanya menggunakan smartphone.

Seorang Ekonom CORE Indonesia, Piter Abdullah Redjalam mendefinisika seluruh proses online banking dapat dilakukan dengan bank digital melalui smartphone.

Piter menyebutkan bank digital adalah sebuah platform end-to-end. Sebagai sebuah end-to-end platform, digital banking mencakup front end yang dilihat oleh nasabah, back end yang dilihat oleh bankers melalui server dan panel control admin mereka dan middleware yang menghubungkan front end dan back end.

Middleware sendiri merupakan software penghubung antara operating systems atau databases dengan macam-macam aplikasi yang nasabah gunakan.

Bank digital memfasilitasi seluruh fungsi bank fisik dalam layanan platform digital. Bank digital memiliki seluruh fungsi dari head office, branch office, online service, bank cards, ATM and point of sale machines.

Bank digital telah diatur OJK dalam POJK No.12 tahun 2021 pasal 23 hingga pasal 31.

OJK mendefinisikan bank digital sebagai Bank Berbadan Hukum Indonesia (BHI) yang menyediakan kegiatan usaha melalui saluran elektronik tanpa kantor fisik selain kantor pusat (KP), atau kantor fisik yang terbatas.

Advisor Pengembangan Bisnis Bursa Efek Indonesia, Poltak Hotradero, memaparkan beberapa bank digital dari luar negeri yang memiliki nasabah yang besar, yaitu Kakao Bank dari Korea Selatan dengan 13 juta nasabah dan NuBank di Brasil dengan 30 juta nasabah.

Bank digital Kakao Bank bahkan tercatat mampu menggaet 1 juta nasabah hanya dalam lima hari usai diluncurkan pada 3 April 2017 lalu.

Menurutnya bank digital sangat berguna bagi perbankan Indonesia. Dengan bank digital dapat menekan biaya operasional serta menjangkau segmen pasar baru. Dengan itu sebuah bank dapat terus berkembang.

Bank digital hadir untuk memberikan kemudahan dan kenyataan bagi para nasabah. Nasabah tak perlu lagi mengatur waktu untuk Kantor cabang hanya untuk pembuatan rekening, sebab semuanya dapat dilakukan secara online.

Bank digital juga dapat digunakan kapanpun dan dimanapun. Dengan fitur layanan online yang amat sangat mempermudah nasabah, mulai dari buka rekening, pembayaran, hingga investasi.

Selain itu bank digital juga lebih efisien dari segi biaya, sebab hampir semua bentuk pelayanannya dilakukan secara online dan mandiri. Contohnya, saat pembukaan rekening nasabah tak perlu lagi mengeluarkan dana untuk tenaga administrasi.

Menariknya lagi, bunga di bank digital cenderung lebih besar. Biasanya bank digital akan memberikan bunga hingga 4 persen, lebih tinggi 1 persen dari bank konvensional.

Namun kekurangannya yaitu sangat bergantung kepada jaringan Internet. Maknanya bila jaringan Internet tak ada atau tidak stabil, fitur perbankan di bank digital pun tak dapat diakses dan digunakan. Selain itu, beberapa analis keuangan juga memperkirakan besarnya risiko yang akan ditanggung nasabah bila bank mengalami likuidasi.

ANNISA FIRDAUSI 

Baca: Deretan Bank Digital yang Ada di Indonesia

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Bank Indonesia: Sejak 1 Maret, Kenaikan GWM Menyerap Likuiditas Perbankan Rp 119 T

10 jam lalu

Bank Indonesia: Sejak 1 Maret, Kenaikan GWM Menyerap Likuiditas Perbankan Rp 119 T

Bank Indonesia (BI) menyampaikan penyesuaian secara bertahap giro wajib minimum (GWM) rupiah dan pemberian insentif GWM menyerap likuiditas perbankan


Bahlil: Foxconn Ingin Investasi di Pengembangan Smart City IKN Nusantara

22 jam lalu

Bahlil: Foxconn Ingin Investasi di Pengembangan Smart City IKN Nusantara

Bahlil Lahadalia mengatakan Foxconn berminat untuk investasi di ibu kota negara (IKN) Nusantara, khususnya pengembangan smart city.


Iman Rachman Direktur Utama BEI Pilihan OJK, Berapa Harta Kekayaan dan Utangnya?

1 hari lalu

Iman Rachman Direktur Utama BEI Pilihan OJK, Berapa Harta Kekayaan dan Utangnya?

OJK sudah menyetujui pergantian direksi PT BEI untuk periode 2022-2026. Iman Rachman sebagai Direktur Utama BEI. Berapa harta kekayaan dan utangnya?


Ini Alasan Sri Mulyani Yakin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tembus 5,3 persen

2 hari lalu

Ini Alasan Sri Mulyani Yakin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tembus 5,3 persen

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II tahun 2022 bakal berkisar 4,8 hingga 5,3 persen.


Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Acuan 3,5 Persen

3 hari lalu

Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Acuan 3,5 Persen

Keputusan Bank Indonesia ini mendukung pertumbuhan ekonomi di tengah naiknya tekanan eksternal karena meningkatnya risiko stagflasi.


Bankir Berharap OJK Terus Perpanjang Restrukturisasi Kredit, Bukan dari Tenor tetapi . . .

3 hari lalu

Bankir Berharap OJK Terus Perpanjang Restrukturisasi Kredit, Bukan dari Tenor tetapi . . .

Para bankir mengusulkan perpanjangan masa restrukturisasi kredit era Covid-19.


Tips Membeli Rumah Tanpa KPR, Berikut 6 Kiatnya

4 hari lalu

Tips Membeli Rumah Tanpa KPR, Berikut 6 Kiatnya

Salah satu cara memiliki rumah dengan skema pembelian KPR. Tetapi, sebagian besar orang takut terlilit tagihan akibat besaran bunga yang dikenakan.


Rekam Jejak Iman Rachman, Dirut BEI yang Baru

4 hari lalu

Rekam Jejak Iman Rachman, Dirut BEI yang Baru

Dewan Komisioner OJK telah menyetujui pergantian direksi BEI untuk periode 2022-2026. Seperti apa rekam jejak bos baru BEI Iman Rachman tersebut?


Digitalisasi Mampu Jadi Solusi Layanan Perbankan Gaet Generasi Z

4 hari lalu

Digitalisasi Mampu Jadi Solusi Layanan Perbankan Gaet Generasi Z

Perbankan perlu menarik perhatian generasi Z dan milenial dengan sungguh-sungguh membuat sistem yang mudah dan praktis.


Uni Emirat Arab Kucurkan Investasi Rp 88,8 T di Sudan

5 hari lalu

Uni Emirat Arab Kucurkan Investasi Rp 88,8 T di Sudan

Uni Emirat Arab kucurkan dana Rp 88,8 triliun ke Sudan dalam paket investasi mencakup pembangunan pelabuhan Laut Merah, proyek pertanian, dan deposit ke bank sentral Sudan.