Minyak Naik ke 111,55 per Barel karena Harga Bensin AS Capai Rekor Tertinggi

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi kilang minyak dunia. REUTERS/Vivek Prakash

    Ilustrasi kilang minyak dunia. REUTERS/Vivek Prakash

    TEMPO.CO, New York -  Harga minyak melonjak sekitar 4 persen pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat atau Sabtu pagi, 14 Mei 2022. Kenaikan ini terjadi karena harga bensin Amerika Serikat mencapai rekor tertinggi.

    Sementara itu, Tiongkok tampak siap untuk melonggarkan pembatasan pandemi Covid-19 dan investor khawatir pasokan akan mengetat jika Uni Eropa melarang minyak Rusia.

    Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman pada bulan Juli meningkat 4,10 dolar AS atau 3,8 persen menjadi menetap di 111,55 dolar AS per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman pada bulan Juni bertambah 4,36 dolar AS atau 4,1 persen, menjadi ditutup di 110,49 dolar AS per barel.

    Itu adalah penutupan tertinggi untuk WTI sejak 25 Maret sekaligus kenaikan mingguan ketiga berturut-turut. Sementara itu, Brent mencatat penurunan mingguan untuk pertama kalinya dalam 3 minggu.

    Bensin berjangka AS melonjak ke level tertinggi sepanjang masa setelah stok turun minggu lalu selama 6 minggu berturut-turut. Itu mendorong ukuran margin keuntungan pemurnian ke level tertinggi sejak mencapai rekor pada bulan April 2020 ketika WTI berakhir di wilayah negatif.

    "Belum ada peningkatan penyimpanan bensin (AS) sejak Maret," kata Robert Yawger, direktur eksekutif energi berjangka di Mizuho, mencatat permintaan bensin siap melonjak ketika musim mengemudi musim panas mulai pada liburan akhir pekan Memorial Day AS.

    Klub mobil AAA mengatakan bahwa harga bensin AS di SPBU naik ke rekor tertinggi pada hari Jumat, 13 Mei 2022, di 4,43 dolar AS per galon untuk bensin dan 5,56 dolar AS untuk diesel.

    Harga minyak telah bergejolak, didukung oleh kekhawatiran kemungkinan larangan Uni Eropa terhadap minyak Rusia dapat memperketat pasokan. Akan tetapi, ditekan oleh kekhawatiran bahwa pandemi Covid-19 yang bangkit kembali dapat memangkas permintaan global.

    "Embargo Uni Eropa, jika diberlakukan sepenuhnya, dapat membuat sekitar 3 juta barel per hari (barel per hari) minyak Rusia offline, yang akan benar-benar mengganggu, dan pada akhirnya menggeser arus perdagangan global, memicu kepanikan pasar dan volatilitas harga yang ekstrem," kata analis Rystad Energy Louise Dickson.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Sarat Sejarah Final UCL Liverpool Vs Real Madrid, Ancelotti Incar Gelar Kemilau

    Laga Liverpool dan Real Madrid terjadi saat kedua tim dalam performa terbaiknya. Duel dua raksasa di Final UCL akan berlangsung pada Minggu dini hari.