IHSG Menguat di Sesi I, Saham 3 Bank Big Cap Ramai Dilepas Investor Asing

Reporter:
Editor:

Francisca Christy Rosana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis, 28 April 2022. IHSG parkir pada posisi 7.246,25 atau naik 0,69 persen. Tempo/Tony Hartawan'

    Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis, 28 April 2022. IHSG parkir pada posisi 7.246,25 atau naik 0,69 persen. Tempo/Tony Hartawan'

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis di sesi perdagangan pertama pada akhir pekan, Jumat, 13 Mei 2022. Indeks bertengger di level 6.606,8 atau lebih tinggi 0,1 persen ketimbang penutupan hari sebelumnya.

    “Di bursa Indonesia, sebanyak 278 saham menguat, 259 melemah, dan 157 stagnan pada sesi pertama perdagangan hari ini. Nilai transaksi mencapai Rp 10,4 triliun,” tutur tim analis Samuel Sekuritas, Jumat.

    Samuel Sekuritas mencermati, arus jual investor asing masih terus berlangsung hingga akhir sesi perdgangan pertama. Angka jual bersih investor asing sebesar Rp 651,1 miliar di pasar reguler dan Rp 748,6 miliar di pasar negosiasi.

    Tiga saham perbankan big cap  terlihat paling banyak dilepas oleh investor asing. Nilai jual asing saham Bank BRI atau BBRI menembus Rp 302,3 miliar. Kemudian disusul BCA atau BBCA senilai Rp 188,6 miliar. Lalu, nilai jual asing saham Bank Mandiri atau BMRI sebesar Rp 155,8 miliar.

    Sebaliknya, saham emiten pertambangan batu bara, Indo Tambangraya Megah (ITMG), menjadi saham yang paling banyak dibeli investor asing di pasar reguler pada sesi pertama hari ini. Nilai net buy asing sebesar Rp54,6 miliar. Kemudian disusul Adaro Minerals atau ADMR dengan nilai beli Rp 50,4 miliar dan Berkah Beton Sadaya atau BEBS dengan nilai Rp 31 miliar.

    Di luar negeri, Bursa Amerika menutup sesi perdagangan yang volatile di zona merah. Bursa Dow Jones ditutup melemah 0,33 persen setelah sempat menguat hingga 80 poin di pertengahan sesi. Lalu bursa  S&P500 ditutup melemah 0,13 persen. Hanya Nasdaq yang ditutup menguat 0,06 persen.

    “Pasar tampaknya masih sangat terpengaruh oleh data inflasi IHK bulan April, yang mencapai 8,3 persen, serta data indeks inflasi harga produsen yang mencapai 11 persen,” kata tim analis Samuel Sekuritas.

    Pada saat bursa Amerika masih loyo, bursa Asia justru bergerak menguat seiring dengan tren positif IHSG. Bursa Nikkei naik 2,47 persen. Begitu juga Hang Seng naik 2 persen; Kospi naik 1,68 persen; Shanghai 0,56 persen; dan STI 1,09 persen.

    Baca juga: IHSG Jeblok di Level 6.599,8, Samuel Sekuritas: Semua Indeks Sektoral Merah

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

    Disclaimer: Berita ini merupakan hasil kerja sama dengan PT Samuel Sekuritas Indonesia. Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Sarat Sejarah Final UCL Liverpool Vs Real Madrid, Ancelotti Incar Gelar Kemilau

    Laga Liverpool dan Real Madrid terjadi saat kedua tim dalam performa terbaiknya. Duel dua raksasa di Final UCL akan berlangsung pada Minggu dini hari.