IHSG Jeblok di Level 6.599,8, Samuel Sekuritas: Semua Indeks Sektoral Merah

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Karyawan melintas di depan layar pergerakan saham Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa, 17 Maret 2020. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi yang terlemah dibandingkan dengan bursa saham di Asia hingga sesi pertama perdagangan hari ini, Selasa (17/3). Hingga pukul 12.00 WIB, IHSG atau Jakarta Composite Index menjadi yang terlemah dengan koreksi sebesar persen atau poin ke level 4.478,55. Kejatuhan ini menjadi yang terlemah sejak Januari 2016. TEMPO/Tony Hartawan

    Karyawan melintas di depan layar pergerakan saham Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa, 17 Maret 2020. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi yang terlemah dibandingkan dengan bursa saham di Asia hingga sesi pertama perdagangan hari ini, Selasa (17/3). Hingga pukul 12.00 WIB, IHSG atau Jakarta Composite Index menjadi yang terlemah dengan koreksi sebesar persen atau poin ke level 4.478,55. Kejatuhan ini menjadi yang terlemah sejak Januari 2016. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Bukannya bangkit, IHSG justru kian jeblok di sesi kedua pada hari ini, Kamis, 12 Mei 2022, dan tembus ke bawah level 6.600-an untuk pertama kalinya sejak akhir Januari lalu, sebelum menutup sesi di level 6.599,8. Indeks turun hingga 3,17 persen, atau lebih rendah dari angka penutupan kemarin di 6.816,2.

    Sebanyak 104 saham menutup sesi perdagangan hari ini di zona hijau, sementara 487 saham melemah, dan 127 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 18 triliun.

    Di akhir sesi perdagangan hari ini, tercatat angka jual bersih investor asing di pasar reguler sebesar Rp 706,5 miliar. Sementara itu, di pasar negosiasi tercatat jual bersih asing sebesar Rp 16 miliar. 

    Adapun saham dengan nilai net buy asing tertinggi di pasar reguler adalah ADRO senilai Rp 168,3 miliar, BMRI senilai Rp 113,5 miliar, dan ADMR senilai Rp 76 miliar. Sedangkan saham dengan nilai net sell asing tertinggi di pasar reguler adalah BBCA senilai Rp 806,5 miliar, BBRI senilai Rp 149,3 miliar dan BBNI senilai Rp 95,5 miliar.

    Dalam analisisnya, Tim Riset PT Samuel Sekuritas Indonesia menyoroti saham emiten pengelola jaringan rumah sakit Mitra Keluarga, Mitra Keluarga Karyasehat (MIKA). Perusahaan ini baru saja mengumumkan akan memberikan dividen sebesar Rp36 per saham pasca mendapat restu pemegang saham dalam RUPST yang digelar 11 Mei 2022.

    "MIKA menjadi saham pendorong terkuat IHSG di sesi perdagangan hari ini (top leading movers) dengan sumbangan 2,29 poin, disusul SGER (naik 0,86 poin) dan BEBS (naik 0,8 poin)," seperti dikutip dari analisis hariannya, Kamis, 12 Mei 2022.

    Sementara itu, saham emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI, Bank BCA (BBCA) menjadi saham pemberat terbesar IHSG (top lagging mover) pada sesi perdagangan hari ini dengan turun hingga 41,04 poin, disusul BBRI (turun 22,87 poin) dan GOTO (turun 14,87 poin).


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Sarat Sejarah Final UCL Liverpool Vs Real Madrid, Ancelotti Incar Gelar Kemilau

    Laga Liverpool dan Real Madrid terjadi saat kedua tim dalam performa terbaiknya. Duel dua raksasa di Final UCL akan berlangsung pada Minggu dini hari.