Petani Bingung Soal Solusi Harga Sawit Jatuh: Bagaimana Hadapi Krisis?

Sulaeman, 63 tahun, membawa gerobak berisikan tandan buah kelapa sawit saat panen di sebuah perkebunan di Kabupaten Kampar, di provinsi Riau, 26 April 2022 . REUTERS/Willy Kurniawan

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih mengatakan pemerintah belum memberikan solusi kepada petani kelapa sawit atas jatuhnya harga tandan buah segar (TBS). Harga TBS kelapa sawit sebelumnya amblas akibat pelarangan sementara ekspor bahan baku minyak goreng atau crude palm oil (CPO) yang berlaku sejak 28 April 2022.

“Bersamaan dengan itu, tidak ada penjelasan ke kita (petani), bagaimana menghadapi masa krisis ini? (Pemerintah) Cuma mengatakan harus maklum. Mana bisa begitu kan?” katanya saat dihubungi, Minggu sore, 8 Mei 2022.

Henry mengatakan semestinya kebijakan pemerintah melarang ekspor CPO memperhatikan dampaknya ke petani. Apalagi sampai sekarang, SPI belum mengetahui kapan larangan sementara ekspor itu berakhir.

“Ya sudahlah, kamu hadapi dulu. Tidak ada pertimbangan dampak. Tidak ada pemerintah misalnya memanggil kita ada pelarangan ekspor. Anda menghadapi begini-begitu, tidak ada,” tuturnya.

Adapun petani sawit sudah menderita kerugian sebelum larangan ekspor resmi berlaku. Henry mencatat setelah larangan ekspor CPO diumumkan, harga TBS langsung turun 30-50 persen.

Berdasarkan data SPI, harga TBS yang semula berkisar Rp 3.000 per kilogram anjlok menjadi Rp 1.500-1.600 per kilogram. Walhasil, dia menaksir total kerugian petani anggota SPI mencapai Rp 250 miliar pada rentang 23-28 April 2022. Kerugian itu dihitung dengan cakupan luas lahan lebih-kurang 100 ribu hektar.

Harga yang terjun bebas itu, Henry melanjutkan, juga membuat pendapatan petani berkurang drastis. “Terasa tentunya, apalagi sewaktu Lebaran orang (petani) yang (biasanya) dapat harga Rp 3.000 tiba-tiba cuma jadi Rp 1.500-an, kan berkurang harga hampir separuhnya. Bahkan di tempat lain katanya ada yang sempat tidak terjual,” tuturnya.

Faktor kerugian lainnya, Henry menjelaskan, ialah masalah menumpuknya stok TBS. TBS, kata dia, sebaiknya disimpan hanya dalam waktu 24 jam sejak dipanen dari kebun. Jika melewati rentang waktu itu, petani terpaksa membuang buah segar atau dijadikan sebagai kompos.

“Dia (TBS) enggakbisa, begitu dipanen harus masuk ke pabrik. Harusnya 24 jam, tidak boleh lebih. Maka tidak ada jaminan di pabrik, sawit lebih bagus tidak usah dipanen dulu,” katanya.






Kecewa Kebijakan Impor Beras, Serikat Petani: Jawa Timur Panen Raya Pertengahan Januari 2023

2 hari lalu

Kecewa Kebijakan Impor Beras, Serikat Petani: Jawa Timur Panen Raya Pertengahan Januari 2023

Serikat Petani Indonesia atau SPI menyayangkan langkah pemerintah mengimpor 200 ribu ton beras bulan ini.


Antisipasi Resesi 2023, Erick Thohir: BUMN Siap jadi Pembeli Siaga Bahan Pokok

2 hari lalu

Antisipasi Resesi 2023, Erick Thohir: BUMN Siap jadi Pembeli Siaga Bahan Pokok

Erick Thohir menyatakan perusahaan-perusahaan pelat merah akan siaga membeli bahan pokok untuk menjaga stok dan kestabilan harga pangan pada 2023.


Uni Eropa Larang Impor Terkait Deforestasi, Indonesia Terdampak?

2 hari lalu

Uni Eropa Larang Impor Terkait Deforestasi, Indonesia Terdampak?

Uni Eropa pada hari Selasa menyetujui undang-undang baru untuk mencegah perusahaan menjual kopi, minyak sawit terkait deforestasi.


Nilai Tukar Petani Dikhawatirkan Anjlok Setelah Pemerintah Impor Beras

2 hari lalu

Nilai Tukar Petani Dikhawatirkan Anjlok Setelah Pemerintah Impor Beras

Serikat Petani Indonesia atau SPI menanggapi soal impor 200 ribu ton beras yang siap dilakukan pemerintah bulan ini.


Pemerintah Resmi Impor Beras 200 Ribu Ton, Bapanas: Hanya untuk Kegiatan Pemerintah

2 hari lalu

Pemerintah Resmi Impor Beras 200 Ribu Ton, Bapanas: Hanya untuk Kegiatan Pemerintah

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menyatakan impor beras dilakukan setelah mempertimbangkan kondisi cadangan beras pemerintah yang sudah tiris.


Cerita Jokowi Dikomplain Banyak Kepala Negara saat Stop Ekspor Batu Bara: Kaget Juga

6 hari lalu

Cerita Jokowi Dikomplain Banyak Kepala Negara saat Stop Ekspor Batu Bara: Kaget Juga

Jokowi mengatakan banyak negara menggantungkan kebutuhan komoditasnya terhadap Indonesia. Termasuk, batu bara dan kelapa sawit.


Harga Referensi CPO Turun, Kemendag: Dipicu Kenaikan Kasus Covid-19

7 hari lalu

Harga Referensi CPO Turun, Kemendag: Dipicu Kenaikan Kasus Covid-19

Harga CPO turun US$ 2,26 atau 0,27 persen dari periode 16 hingga 30 November 2022, yaitu US$ 826,58 per metrik ton (MT).


BPS: Nilai Tukar Petani Nasional Naik 0,50 Persen Jadi 107,81 pada November 2022

7 hari lalu

BPS: Nilai Tukar Petani Nasional Naik 0,50 Persen Jadi 107,81 pada November 2022

BPS menyatakan peningkatan nilai tukar petani terjadi karena indeks harga yang diterima petani (It) naik sebesar 0,66 persen.


RSPO Dorong Industri Sawit Ikut Jadi Kontributor Energi Bersih

9 hari lalu

RSPO Dorong Industri Sawit Ikut Jadi Kontributor Energi Bersih

RSPO akan mendemonstrasikan bagaimana produksi dan penggunaan minyak kelapa sawit bisa menjadi kontributor penting untuk komitmen energi bersih.


Emiten TBS Energi Catat Laba Bersih USD 54,75 Juta, Naik 60 Persen

11 hari lalu

Emiten TBS Energi Catat Laba Bersih USD 54,75 Juta, Naik 60 Persen

Emiten tambang batu bara PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) mencetak peningkatan kinerja hingga September 2022