Riset: Investasi Emas Diprediksi Positif Meski Inflasi dan Perang Rusia Ukraina

Pegawai menunjukkan contoh emas di Butik Emas Antam, Jakarta, Selasa, 3 Maret 2020. Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) pada hari ini, Selasa (2/3) terpantau mengalami kenaikan sebesar Rp4.000 ke level Rp815.000 per gram dibandingkan dengan perubahan terakhir pada 1 Maret 2020. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta -Prospek investasi pada instrumen emas sepanjang 2022 diprediksi masih positif seiring dengan ancaman inflasi dan sentimen perang Rusia-Ukraina. Riset dari World Gold Council pada Jumat, 6 Mei 2022 menyebutkan potensi investasi emas akan dipengaruhi oleh dua hal yang saling bertolak belakang.

Pada satu sisi, perlambatan pemulihan ekonomi dan konflik Rusia – Ukraina. Di sisi lain, membaiknya keadaan geopolitik dari konflik Rusia – Ukraina dan kelanjutan pemulihan ekonomi pasca pandemi virus corona.

“Awal tahun yang baik di pasar dan implikasi negatif dari perang Rusia Ukraina serta lonjakan inflasi membuat kami yakin bahwa tingkat investasi emas akan lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” demikian kutipan laporan tersebut.

Adapun, tingkat permintaan konsumen kemungkinan akan ditekan oleh lonjakan harga dan perlambatan ekonomi secara global. Pelemahan permintaan dari Cina pada kuartal I/2022 membuat potensi pemulihan permintaan dari segmen perhiasan akan sulit tercapai pada tahun ini.

Meski demikian permintaan terhadap perhiasan emas secara keseluruhan masih berada di fase pemulihan dari kebijakan lockdown virus corona. Hal ini dapat menjadi penopang pemulihan permintaan secara tahunan.

World Gold Council juga melihat bank sentral masih akan terus mencari instrumen emas sepanjang 2022. Meski demikian, nilai pembelian pada tahun ini diprediksi lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2021.

“Pertumbuhan pasokan dari tambang diprediksi akan solid kembali di tahun 2022, dengan kontribusi yang tidak signifikan dari lindung nilai (hedging),” demikian kutipan laporan tersebut.

Pada kuartal I/2022 permintaan investor global terhadap emas naik 34 persen secara tahunan menjadi 1.234 ton. Jumlah tersebut merupakan yang tertinggi sejak kuartal IV/2018 dan melampaui rerata 5 tahunan sebesar 1.039 ton.

Instrumen exchange traded fund (ETF) emas mencatatkan inflow tertinggi secara kuartalan sejak kuartal III/2020. Kepemilikan investor terhadap instrumen ini naik menjadi 269 ton, atau berbanding terbalik dengan net outflow pada 2021 sebanyak 174 ton.

Sementara itu investasi pada keping emas dan emas batangan adalah sebanyak 282 ton. Jumlah tersebut lebih rendah 20 persen dibandingkan dengan kuartal I/2021, namun masih di atas rerata 5 tahunan sebesar 11 persen.

Baca Juga: Harga Emas Antam Bertahan di Rp 975 Ribu per Gram, Berapa di Galeri 24?






Bahlil Ungkap Cara Merayu Wavin Batal Investasi di Vietnam dan Bangun Pabrik Pipa di Indonesia

20 menit lalu

Bahlil Ungkap Cara Merayu Wavin Batal Investasi di Vietnam dan Bangun Pabrik Pipa di Indonesia

Bahlil membeberkan bahwa Wavin B.V. sebelumnya berencana melakukan investasi pembangunan pabrik pipa tersebut di negara lain, termasuk Vietnam.


Jokowi: Meski Dunia Krisis, Indonesia Masih Dipercaya Perusahaan Besar Dunia

36 menit lalu

Jokowi: Meski Dunia Krisis, Indonesia Masih Dipercaya Perusahaan Besar Dunia

Jokowi mengatakan Indonesia masih dipercaya perusahaan-perusahaan besar dunia sebagai tujuan investasi meskipun terjadi krisis finansial global.


Analis Perkirakan Dolar Menguat dalam Beberapa Bulan Mendatang, karena...

51 menit lalu

Analis Perkirakan Dolar Menguat dalam Beberapa Bulan Mendatang, karena...

Di tengah menguatnya indeks dolar, mata uang rupiah ditutup melemah 75 poin dalam perdagangan Senin sore, 3 Oktober 2022.


Jokowi Groundbreaking Pabrik Pipa Wavin Terbesar di Dunia: Tak Mudah Gaet Investasi

53 menit lalu

Jokowi Groundbreaking Pabrik Pipa Wavin Terbesar di Dunia: Tak Mudah Gaet Investasi

Jokowi meresmikan groundbreaking pabrik pipa milik Wavin Manufacturing Indonesia, bagian dari Wavin Orbia asal Belanda, di Kawasan Industri Batang.


Siang Ini Jokowi Groundbreaking Pabrik Pipa di Batang

2 jam lalu

Siang Ini Jokowi Groundbreaking Pabrik Pipa di Batang

Jokowi siang ini akan terbang menuju Kawasan Industri Terpadu Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.


Ancaman Resesi Global, Ketua Kadin Sebut Upaya Dorong UMKM Naik Kelas Kian Penting

3 jam lalu

Ancaman Resesi Global, Ketua Kadin Sebut Upaya Dorong UMKM Naik Kelas Kian Penting

Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid menyatakan upaya mendorong UMKM naik kelas semakin penting saat ini. Apalagi belakangan muncul prediksi resesi global.


Bahas Beras, Mendag: Apapun Gejolak di Pasar, Pemda Diharapkan Jaga Sesuai Harga Standar

3 jam lalu

Bahas Beras, Mendag: Apapun Gejolak di Pasar, Pemda Diharapkan Jaga Sesuai Harga Standar

Zulkifli Hasan memastikan stok beras secara nasional aman dan stabilitas harga beras tetap terjaga


BPS Sebut Kenaikan Harga Bensin Sebabkan Inflasi Tahunan 5,95 Persen

3 jam lalu

BPS Sebut Kenaikan Harga Bensin Sebabkan Inflasi Tahunan 5,95 Persen

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono menyebutkan bahwa bensin menjadi pemicu inflasi hingga mencapai 5,95 persen.


Zulhas Cerita Ditelepon Jokowi Tiap Hari Agar Tak Lengah Atas Kenaikan Harga Beras

4 jam lalu

Zulhas Cerita Ditelepon Jokowi Tiap Hari Agar Tak Lengah Atas Kenaikan Harga Beras

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengaku Presiden Jokowi hampir setiap hari menghubunginya untuk tidak lengah atas kenaikan harga beras.


Ingatkan Inflasi 2023 Bisa Lebih dari 4 Persen, Bank Indonesia: Harga Pangan dan Energi Meningkat

4 jam lalu

Ingatkan Inflasi 2023 Bisa Lebih dari 4 Persen, Bank Indonesia: Harga Pangan dan Energi Meningkat

Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S Budiman menyebut risiko inflasi melebihi empat persen secara tahunan masih tinggi hingga 2023.