Pertamina Hulu Rokan dan Pertamina NRE Mulai Bangun PLTS 25 MW

Minggu, 24 April 2022 10:02 WIB

Pekerja PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional Sumatera Zona 4 mengecek saluran pipa gas yang menuju Stasiun Kompresor Gas X Prabumulih Barat (SKG X PMB) di Prabumulih, Sumatera Selatan, Sabtu 1 Januari 2022. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan produksi gas nasional mencapai 5.492 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

TEMPO.CO, Jakarta -Pertamina Hulu Rokan dan Pertamina New and Renewable Energy akan mulai membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk mendukung transisi energi dan mengurangi emisi karbon. PLTS akan dibangun di Rumbai, Duri, dan Dumai Camp diklaim mampu menghemat biaya operasionalnya hingga US$ 4,3 juta per tahun.

Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina (Persero) Mulyono mengatakan proyek PLTS ini menjadi role model dan salah satu yang terbesar di Indonesia. “PLTS yang diharapkan akan menghasilkan 25 MW ini merupakan bagian dari rencana Pertamina untuk mencapai 200 MW. Melalui pembangunan PLTS ini, Wilayah Kerja (WK) Rokan memperoleh efisiensi sebesar US$ 5 juta,” katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu, 23 April 2022.

Proyek yang sudah ditandatangani oleh Pertamina Hulu Rokan (PHR) dan Pertamina New and Renewable Energy pada 15 November 2021 ini, diklaim tidak mengganggu keandalan sistem kelistrikan Pertamina Hulu Rokan melalui studi kelayakan pada tahap pertama. PLTS ini akan mengoptimalkan penggunaan komponen dalam negeri sesuai ketentuan terkait Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Secara keseluruhan, PLTS akan menempati lahan seluas 28,16 hektar untuk mendukung kegiatan operasi di WK Rokan. Tidak hanya untuk mengurangi emisi karbon sampai 23 ribu ton per tahun, namun pengurangan fuel gas sebesar 352 MMSCF juga akan menghemat biaya operasional.

Direktur Utama Pertamina Hulu Rokan Jaffee A. Suardin mengatakan tenaga surya sebagai salah satu energi baru terbarukan bukan sekedar tren global yang diadopsi Indonesia. Transisi energi hijau ini dikatakan sebagai prioritas berkelanjutan oleh negara.

“PHR dalam hal ini turut berpartisipasi dalam mendukung target pemerintah melalui Grand Strategi Energi Nasional untuk mempercepat transisi energi dan target bauran energi dari energi baru terbarukan sebesar 23 persen pada 2025 serta mencapai net zero emissions di tahun 2060 dengan jangka menengah 29-41 persen di tahun 2030,” tuturnya pada kesempatan yang sama.

Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, PHR terus berkomitmen mengimplementasikan aspek environment, social and governance (ESG) dalam pengelolaan bisnis. Mengingat, Pertamina juga berperan penting di presidensi G20 dalam ruang dialog bisnis internasional di bidang energi.

Chief Executive Officer Pertamina NRE Dannif Danusaputro menyampaikan, kerja sama ini merupakan wujud komitmen Pertamina Group untuk memulai transisi energi dari halaman sendiri dan berkontribusi terhadap program pemerintah. PLTS WK Rokan ini menjadi salah satu showcase energi bersih Pertamina pada acara G20.

“Pertamina NRE akan terus berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan transisi energi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga: Pertamina Jamin Kelancaran Distribusi BBM Selama Mudik Lebaran 2022






PT INKA Operasionalkan Bus Listrik E-Inobus dalam ETWG II di Labuan Bajo NTT

19 jam lalu

PT INKA Operasionalkan Bus Listrik E-Inobus dalam ETWG II di Labuan Bajo NTT

PT Inka mengoperasionalkan bus listrik E-Inobus medium dalam acara pertemuan Energy Transition Working Group (ETWG) II di Labuan Bajo, NTT.


Iman Rachman Direktur Utama BEI Pilihan OJK, Berapa Harta Kekayaan dan Utangnya?

1 hari lalu

Iman Rachman Direktur Utama BEI Pilihan OJK, Berapa Harta Kekayaan dan Utangnya?

OJK sudah menyetujui pergantian direksi PT BEI untuk periode 2022-2026. Iman Rachman sebagai Direktur Utama BEI. Berapa harta kekayaan dan utangnya?


Pemerintah Bidik 6 Juta Motor Listrik Beroperasi pada 2025, Caranya Bagaimana?

1 hari lalu

Pemerintah Bidik 6 Juta Motor Listrik Beroperasi pada 2025, Caranya Bagaimana?

Pemerintah Indonesia menargetkan ada enam juta unit sepeda motor listrik dalam kurun waktu tiga tahun ke depan hingga 2025.


Kemenkeu Jelaskan Penyebab Penerapan Pajak Karbon Ditunda

2 hari lalu

Kemenkeu Jelaskan Penyebab Penerapan Pajak Karbon Ditunda

Kemenkeu memutuskan untuk menunda implementasi penerapan pajak karbon.


Pertamina Ungkap Pembeli Pertalite Akan Terdaftar secara Digital

2 hari lalu

Pertamina Ungkap Pembeli Pertalite Akan Terdaftar secara Digital

PT Pertamina (Persero) Tbk mengatakan mereka terus menyalurkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tepat sasaran agar beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak semakin membengkak.


ESDM Gandeng PLN dan Pertamina untuk Konversi Sepeda Motor BBM ke Listrik

2 hari lalu

ESDM Gandeng PLN dan Pertamina untuk Konversi Sepeda Motor BBM ke Listrik

Kementerian ESDM menggandeng PLN dan Pertamina untuk mempercepat konversi sepeda motor berbahan bakar minyak (BBM) ke motor listrik.


SPBU Gorda Serang Curang, Pertamina Perketat Pengawasan

2 hari lalu

SPBU Gorda Serang Curang, Pertamina Perketat Pengawasan

Praktik kecurangan SPBU Gorda di Kibin, Kabupaten Serang, Banten, yang berangsung sejak 2016 terkuak.


Pertamina Tutup SPBU Curang di Kabupaten Serang Selama 6 Bulan

2 hari lalu

Pertamina Tutup SPBU Curang di Kabupaten Serang Selama 6 Bulan

Praktik kecurangan di SPBU 3442117 di Kibin, Kabupaten Serang ini berlangsung sejak 2016


IISD: Rp 246 Triliun Dukungan Energi RI Dialokasikan untuk Bahan Bakar Fosil

4 hari lalu

IISD: Rp 246 Triliun Dukungan Energi RI Dialokasikan untuk Bahan Bakar Fosil

Laporan terbaru International Institute for Sustainable Development (IISD) mencatat dukungan energi di Indonesia mencapai Rp 279 triliun untuk 2020.


Unika Atma Jaya Bangun Instalasi PLTS di Daerah 3T

4 hari lalu

Unika Atma Jaya Bangun Instalasi PLTS di Daerah 3T

Unika Atma Jaya membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur.