CEO Blibli Beberkan Masa Depan Industri Retail Pasca Pandemi dan Solusinya

Reporter

Logo Blibli.com. (wikipedia.org)

TEMPO.CO, Jakarta - CEO dan Co-Founder Blibli, Kusumo Martanto membahas masa depan industri retail pasca-pandemi dengan menawarkan solusi omnichannel saat menjadi pembicara satu-satunya asal Indonesia dalam Asian Economic Dialogue 2022 yang diselenggarakan Kementerian Luar Negeri India dan Pune International Center.

"Keterbatasan mobilisasi saat pandemi mengakibatkan layanan e-commerce menjadi primadona dalam membantu pemenuhan kebutuhan sehari-hari konsumen. E-commerce menunjukkan pertumbuhan yang eksponensial dalam kurun waktu dua tahun terakhir, dan tren ini masih akan terus berlanjut setidaknya dalam lima tahun ke depan,” ujar Kusumo dalam siaran pers dikutip Minggu, 27 Februari 2022. 

Konferensi yang mengangkat tema “Resilient Global Growth in Post-Pandemic World” itu membahas dampak pandemi terhadap ekonomi, perdagangan, serta industri lainnya di Asia dan bagaimana strategi menghadapinya ke depan.

Dalam sesi berjudul “Start-Ups in a Post Pandemic World”, Kusumo memaparkan bagaimana menavigasi e-commerce di pasar terbesar Asia Tenggara, sekaligus membeberkan bagaimana potensi omnichannel dan lansekap e-commerce di masa pasca-pandemi.

Kusumo menjelaskan pasar retail telah beradaptasi pasca pandemi. Dukungan digitalisasi tidak lagi menjadi opsi, namun sebagai suatu keharusan. Menurutnya, pasca-pandemi, pasar retail akan memasuki babak baru di mana omnichannel menjadi solusinya.

Menurut laporan Google dan Temasek, dalam kurun waktu 5 hingga 10 tahun ke depan, meski belanja offline masih dilakoni, pertumbuhan belanja online akan meningkat empat kali lipat.

Untuk itu, omnichannel atau integrasi online dan offline yang optimal akan mendorong pertumbuhan industri yang berkelanjutan karena pelaku retail dapat memiliki fleksibilitas lebih dalam berinovasi demi menjawab kebutuhan pasar sekaligus mengembangkan bisnis.

Menyikapi hal ini, Blibli yang memiliki solusi omnichannel dengan diperkuat ekosistem teknologi serta bisnis menyeluruh yang mencakup B2C, B2B, B2B2C, dan B2G semakin mantap dalam memberikan solusi dan inovasi yang berujung kepuasan pelanggan ketika berbelanja.

Dalam strategi omnichannel, Blibli melengkapi ekosistem bisnisnya dengan integrasi online to offline to online (O2O2O) seperti Blibli InStore, Click & Collect, dan Blibli Mitra yang menghadirkan pengalaman berbelanja yang nyaman bagi pelanggan.

Blibli juga diperkuat dengan sektor retail lain seperti groceries (Bliblimart) dan Ranch Market, serta consumer electronics (Samsung Experience Store). Hal itu didukung asuransi, jaminan produk orisinal, pengiriman 2 jam sampai, tukar tambah, hingga opsi pengiriman dan pembayaran terlengkap di industri.

"Ke depan, Blibli berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem omnichannel, tidak hanya untuk memberikan kenyamanan berbelanja bagi para konsumen, namun juga mendukung perekonomian dari industri ritel. Dengan memperkuat integrasi online dan offline, harapannya akan mendukung penetrasi digital bagi pengusaha dalam negeri khususnya sektor UMKM, ” tutup Kusumo.

ANTARA

Baca juga: Harga LPG Non-Subsidi Naik Lagi per Hari Ini, Jadi 15.500 per Kilogram

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Tekan Infasi Lebih Rendah, The Fed Naikkan Suku Bunga 0,25 Persen

12 jam lalu

Tekan Infasi Lebih Rendah, The Fed Naikkan Suku Bunga 0,25 Persen

The Fed mengatakan ekonomi AS menikmati "pertumbuhan moderat" .


Sejarah Wabah Athena yang Menjadi Pandemi Misterius dan Paling Mematikan di Dunia

13 jam lalu

Sejarah Wabah Athena yang Menjadi Pandemi Misterius dan Paling Mematikan di Dunia

Wabah Athena pada 430 SM membuat setengah penduduknya meninggal dan menjadi pandemi paling mematikan di dunia


Menkes Beri Penghargaan Kontribusi Penanganan Covid-19 kepada AMSI

14 jam lalu

Menkes Beri Penghargaan Kontribusi Penanganan Covid-19 kepada AMSI

AMSI dinilai telah memberikan kontribusi penting khususnya dalam penyebaran informasi tentang Covid-19 dan pencegahan hoaks selama pandemi.


JD.ID Tutup Permanen, Ini Bisnis Liu Qiangdong Alias Richard Liu yang Lain

19 jam lalu

JD.ID Tutup Permanen, Ini Bisnis Liu Qiangdong Alias Richard Liu yang Lain

Liu Qiangdong yang juga dikenal sebagai Richard Liu adalah seorang pengusaha Cina dan pendiri JD.ID. Berikut ini bisnis lain dari pendiri JD.ID


Tujuh Gerai Transmart Resmi Tutup Permanen, di Mana Saja?

1 hari lalu

Tujuh Gerai Transmart Resmi Tutup Permanen, di Mana Saja?

Vice President Corporate Communication Transmart Satria Hamid mengatakan, tujuh dari 95 gerai Transmart yang tersebar di Tanah Air ditutup permanen.


Mengenal Richard Liu, Pendiri JD.ID yang Tutup Permanen per Maret 2023

2 hari lalu

Mengenal Richard Liu, Pendiri JD.ID yang Tutup Permanen per Maret 2023

Profil Richard Liu pendiri JD.ID


JD.ID Umumkan Bakal Tutup Permanen, Ini Profilnya

2 hari lalu

JD.ID Umumkan Bakal Tutup Permanen, Ini Profilnya

E-commerce JD.ID mengumumkan akan menutup platformnya secara permanen mulai 15 Februari 2023. Perusahaan ini ternyata anak perusahaan asal Cina, JD.com.


JD.ID Tutup, Ini Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan

2 hari lalu

JD.ID Tutup, Ini Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan

Layanan belanja daring atau e-commerce JD.ID secara resmi mengumumkan untuk menutup layanannya di Indonesia pada 31 Maret 2023. Tempo merangkum hal-hal yang perlu diperhatikan terkait tutupnya JD.ID.


JD.ID Tutup Jadi Trending Topic di Twitter, Ini Respons Warganet

3 hari lalu

JD.ID Tutup Jadi Trending Topic di Twitter, Ini Respons Warganet

Layanan belanja daring atau e-commerce JD.ID secara resmi mengumumkan untuk menutup layanannya di Indonesia pada 31 Maret 2023. Hal ini sontak membuat warganet heboh hingga JD.ID menjadi trending topic di Twitter.


JD.ID Tutup Setelah Lakukan PHK di Akhir Tahun Lalu

3 hari lalu

JD.ID Tutup Setelah Lakukan PHK di Akhir Tahun Lalu

Layanan belanja daring atau e-commerce JD.ID secara resmi mengumumkan untuk menutup layanannya di Indonesia pada 31 Maret 2023. Di akhir tahun lalu, JD.ID juga sempat melakukan PHK terhadap 200 karyawannya.