TEMPO.CO, Jakarta - PT Angkasa Pura I tengah mengantisipasi ancaman cuaca ekstrem yang diperkirakan bakal melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Antisipasi dilakukan untuk mendukung keselamatan dan keamanan penerbangan di bandara-bandara yang dikelola oleh perseroan.
“Angkasa Pura I akan berkoordinasi dengan seluruh stakeholders di bandara seperti Kantor Otoritas Bandara, BMKG, Airnav Indonesia, seluruh maskapai dan pihak ground handling," ujar Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi dalam keterangannya, Rabu, 23 Februari 2022.
BMKG sebelumnya mengeluarkan prediksi terhadap potensi cuaca ekstrem yang akan melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Cuaca ekstrem itu meliputi fenomena hujan es, hujan disertai angin kencang, dan angin puting beliung yang akan berlangsung hingga Maret-April.
Perseroan, Faik menuturkan, bakal memastikan langkah-langkah penanganan yang tepat bagi pesawat dan pengguna jasa bila terjadi cuaca ekstrem yang berpotensi mengganggu operasional penerbangan. Angkasa Pura I akan mengandalkan penggunaan teknologi yang mendukung operasional & pelayanan melalui Airport Operations Control Center (AOCC).
Adapun AOCC berfungsi sebagai ruang kontrol atau control center untuk mengawasi aktivitas operasional di sisi udara dan sisi darat. Pengawasan itu mencakup seluruh aktivitas kedatangan dan keberangkatan di bandara.











