5 Harapan APRDI untuk Calon Ketua OJK di Tengah Digitalisasi Keuangan

OJK (Otoritas Jasa Keuangan). antaranews.com

TEMPO.CO, Jakarta -Ketua Presidium Dewan Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) Prihatmo Hari Mulyanto memaparkan sejumlah harapannya kepada Calon Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 2022-2027 di tengah digitalisasi keuangan dan pemulihan ekonomi pascapandemi.

“Mudah-mudahan harapan yang disampaikan ini bisa menjadi pertimbangan bagi para Bapak/Ibu yang ada di pansel untuk memilih figur yang cocok bagi Ketua OJK Priode 2022-2027,” katanya secara daring, Kamis, 10 Februari 2022.

Dalam kesempatan tersebut, Prihatmo Hari Mulyanto menyampaikan harapannya berdasarkan pada pengamatan di lapangan kepada siapapun yang terpilih sebagai Dewan Komisioner OJK.

  1. Quality focus yang mencakup;

Pelaku yang meliputi GRC dan market conduct, kualitas SDM dan infrastruktur, Pemeringkatan dan klusterisasi, serta fokus pada kompetensi utama.

Produk yang meliputi disclosure dan pemeringkatan, inovatif tapi selektif, serta orientasi kualitas fundamental.

Regulator meliputi layanan berbasis Service Level Agreement (SLA), koordinasi internal, pemahaman produk, operasional Lembaga Jasa Keuangan (LJK), dan konsumen.

  1. Perbesar industri yang mencakup program yang terstruktur, masif, dan terkoordinasi; pemanfaatan jasa tenaga profesional dengan teknologi komunikasi yang efektif; peningkatan fokus pada produk dengan literasi dan inklusi rendah; serta alokasi anggaran.
  2. Pengawasan yang mencakup kesamaan playing field antar jenis LJK dengan kegiatan yang sama; kombinasi team, yaitu birokrat dan profesional senior; data base elektronik yang terpusat dan real time; serta penggunaan artificial intelligence.
  3. Perlindungan terhadap konsumen, yaitu SLA pengaduan konsumen dan intermediary yang efektif; serta terhadap pelaku, yaitu regulasi berdasarkan global best market practice, kebijakan yang terstruktur, dan perlindungan terhadap pelaku yang patuh.
  4. Penegakan hukum mencakup program pencegahan berupa edukasi hukum kepada LJK dan konsumen, serta optimalisasi kewenangan dalam penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan kasus-kasus LJK.

Sementara itu, terkait dampak pandemi terhadap industri reksa dana dan investasi, Prihatmo melihat pandemi sebagai ujian terhadap ketahanan industri keuangan, pelaku, dan produk keuangan.

“Hal ini terbukti pada industri reksa dana dan investasi dampaknya tidak terlalu besar bahkan di tahun pertama pandemi, dana pengelolaan naik sedikit, sedangkan tahun setelahnya turun sedikit di bawah lima persen,” katanya.

Ujian selanjutnya, kecepatan dan ketepatan kebijakan regulator; koordinasi antar lembaga dan pelaku; serta perubahan cara kerja dan perubahan perilaku konsumen jasa keuangan.

Baca Juga: Heran Perbankan Dilarang Fasilitasi Transaksi Kripto, Indef: Masa Offline?

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Group MIND ID Komitmen Terapkan Smart Operation

12 jam lalu

Group MIND ID Komitmen Terapkan Smart Operation

MIND ID mengedepankan Inovasi dan Perbaikan berkelanjutan, selalu beradaptasi dengan perkembangan jaman dan teknologi.


Anies Baswedan Bertemu Murad Ismail, DKI Jakarta Datangkan Beras dan Ikan dari Maluku

17 jam lalu

Anies Baswedan Bertemu Murad Ismail, DKI Jakarta Datangkan Beras dan Ikan dari Maluku

Anies Baswedan mengharapkan kerja sama aktif Bank DKI dan Bank Maluku/ Maluku Utara dapat meningkatkan kesejahteraan warga di kedua daerah.


Bank DKI Kerja Sama dengan Bank Maluku-Maluku Utara Lewat Skema KUB

1 hari lalu

Bank DKI Kerja Sama dengan Bank Maluku-Maluku Utara Lewat Skema KUB

Bank DKI menjalin kerja sama dengan Bank Maluku-Maluku Utara melalui skema Kelompok Usaha Bank atau KUB.


Ancaman Resesi Global 2023, Indef: Sektor Keuangan Terpuruk Pertama

1 hari lalu

Ancaman Resesi Global 2023, Indef: Sektor Keuangan Terpuruk Pertama

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid menjelaskan ancaman resesi global tahun depan akan berdampak terhadap sektor keuangan.


Hafisz Tohir Dorong Masyarakat Siap Digitalisasi

2 hari lalu

Hafisz Tohir Dorong Masyarakat Siap Digitalisasi

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Hafisz Tohir menyampaikan bahwa perekonomian dunia ditengah era digitalisasi saat ini mulai bergeser menuju Green Ekonomi.


Inggris Akan Menaikkan Anggaran Pertahanan

2 hari lalu

Inggris Akan Menaikkan Anggaran Pertahanan

Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace mengungkap pihaknya akan meningkatkan anggaran pertahanan dalam beberapa tahun ke depan.


OJK Beberkan Syarat Pertahanan 3 Lapis Agar Industri Jasa Keuangan Tetap Sehat

3 hari lalu

OJK Beberkan Syarat Pertahanan 3 Lapis Agar Industri Jasa Keuangan Tetap Sehat

OJK mendorong penguatan pertahanan tiga lapis untuk mewujudkan industri keuangan yang sehat, tumbuh, serta mengutamakan perlindungan konsumen.


Penyaluran KUR NTB Agustus 2022 Rp 4,25 T, OJK: Terbanyak Sektor Perdagangan Besar dan Eceran

5 hari lalu

Penyaluran KUR NTB Agustus 2022 Rp 4,25 T, OJK: Terbanyak Sektor Perdagangan Besar dan Eceran

OJK memantau penyaluran kredit usaha rakyat atau KUR di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).


Marak Pinjol Ilegal, OJK Berikan Tips Akses Pinjaman Online

5 hari lalu

Marak Pinjol Ilegal, OJK Berikan Tips Akses Pinjaman Online

Maraknya pinjol ilegal menuntut masyarakat lebih waspada.


Pinjol Ilegal Marak, OJK Perketat Pengawasan

5 hari lalu

Pinjol Ilegal Marak, OJK Perketat Pengawasan

OJK mencatat jumlah pinjol ilegal yang berhasil diblokir mencapai 4.000 platform.