Luncurkan Transisi Energi G20, Luhut: Harus Dilakukan Secara Berkeadilan

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan rangkuman hasil pertemuan G20 di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa, 2 Juli 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif meluncurkan Transisi Energi G20. Luhut mewakili Presiden RI menekankan aksi transisi energi harus dilakukan secara berkeadilan serta berdampak negatif pada sosial-ekonomi masyarakat.

Karena, menurutnya, perubahan paradigma pasti akan berdampak pada perubahan pekerjaan, skenario pembangunan, orientasi bisnis, dan lainnya. "Jadi, kita ingin yang berkeadilan, yang bebannya berat harus dibantu, yang sudah siap silahkan jalan sendiri selagi membantu yang belum mampu," kata Luhut konferensi pers virtual Kamis, 10 Februari 2022.

Menurutnya, ini harus didukung penuh oleh kerja sama global yang kuat. "Ini yang akan kita bangun di G20 Indonesia. Inilah yang kita maksud dengan global deal," ujarnya.

Sebagai bagian dari implementasi transisi energi di Indonesia, kata dia, pemerintah akan terus mendorong lahirnya industri yang lebih hijau dan mendorong kontribusi swasta maupun filantropi melakukan pendanaan inovatif.

Arifin berharap forum Transisi Energi akan menghasilkan hasil persidangan G20 yang lebih konkrit guna memperkuat sistem energi global yang berkelanjutan."Serta transisi energi yang berkeadilan dalam konteks pemulihan berkelanjutan," kata Arifin.

Transisi Energi G20 diluncurkan sebagai bagian Presidensi G20 Indonesia yang dimulai 1 Desember 2021 hingga KTT G20 di November 2022. Presidensi ini, kata dia, menjadi sangat penting bagi Indonesia sebagai warga global yang mempunyai peran penting mendukung energi bersih dan iklim dunia.

Dia juga berharap forum ini menjembatani fokus Indonesia mendorong negara maju dan berkembang pada keanggotaan G20 untuk mempercepat proses transisi energi serta memperkuat sistem energi global yang berkelanjutan.

Pada pilar transisi energi, kata Arifin, akan mengangkat tiga isu prioritas, yaitu akses, teknologi, dan pendanaan. "Dengan urgensi tiga isu ini diharapkan dapat mencapai kesepakatan global dalam mengakselerasi transisi energi," ujarnya.

Melalui forum ini pula, kata dia, Indonesia mampu menghimpun komitmen global yang lebih kuat dalam rangka mencapai target global pada akses energi yang ditargetkan agenda 2030 sebagai tujuan pembangunan berkelanjutan.

Dia mengatakan hasil utama atau lighthouse deliverable inilah yang diharapkan oleh Presidensi Indonesia sebagai tindak lanjut aksi-aksi pasca-COP26 dan Presidensi G20 sebelumnya, dalam rangka mencapai Karbon Netral, yang Indonesia telah targetkan pada 2060."Atau lebih cepat lagi dengan dukungan riil dari komunitas internasional," ujar Luhut.

Baca Juga: Terpopuler Bisnis: Luhut Soal Pensiun Dini PLTU, Bentrok di Wadas jadi Sorotan

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

 






Zulhas Sebut Erick Thohir Akan Impor Gas dari UEA untuk Penuhi Kebutuhan Pupuk Nasional

7 jam lalu

Zulhas Sebut Erick Thohir Akan Impor Gas dari UEA untuk Penuhi Kebutuhan Pupuk Nasional

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan atau Zulhas menyatakan pemerintah akan mendatangkan impor gas khusus untuk keperluan pupuk nasional.


Migrasi ke Kompor Listrik, Pengusaha Warteg: Butuh Waktu Setidaknya 5 Tahun

8 jam lalu

Migrasi ke Kompor Listrik, Pengusaha Warteg: Butuh Waktu Setidaknya 5 Tahun

Pengusaha warteg mengatakan migrasi ke kompor listrik tidak bisa dilakukan secara instan. Ini deretan alasannya.


Harga Minyak Dunia Melemah ke USD 78,74, Apakah Harga BBM di RI Bisa Segera Turun?

1 hari lalu

Harga Minyak Dunia Melemah ke USD 78,74, Apakah Harga BBM di RI Bisa Segera Turun?

Harga minyak dunia tertekan oleh kekhawatiran terhadap resesi ekonomi global dan lonjakan nilai tukar dolar AS. Bagaimana nasib harga BBM di RI?


Kementan Siap Fasilitasi Diskusi hingga Pertemuan Bilateral Antar Negara G20

1 hari lalu

Kementan Siap Fasilitasi Diskusi hingga Pertemuan Bilateral Antar Negara G20

Sejumlah rangkaian kegiatan AMM kali ini ditujukan untuk memperkuat sinergi antara negara-negara yang tergabung dalam forum G20.


Tips Membuat Metabolisme Tubuh Lebih Baik

1 hari lalu

Tips Membuat Metabolisme Tubuh Lebih Baik

Metabolisme baik, tubuh pun sehat. Berikut lima cara sederhana yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan metabolisme tubuh.


RI dan UAE Teken Kontrak Dagang US$ 3,6 Juta, Mendag: Pemerintah Senantiasa Dukung Dunia Usaha

1 hari lalu

RI dan UAE Teken Kontrak Dagang US$ 3,6 Juta, Mendag: Pemerintah Senantiasa Dukung Dunia Usaha

Mendag Zulhas dan Menteri Negara Urusan Luar Negeri UAE Thani bin Ahmed Al Zeyoudi menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman B2B.


Menkes Budi Gunadi Ajak Negara Lain dalam Upaya Hilangkan TBC 2030

1 hari lalu

Menkes Budi Gunadi Ajak Negara Lain dalam Upaya Hilangkan TBC 2030

Menkes Budi Gunadin Sadikin berupaya menggandeng seluruh negara untuk menanggulangi penyakit TBC.


RI dan India Sepakati Kontrak Dagang di TIIMM G20, Nilainya Hampir Rp 15 Triliun

2 hari lalu

RI dan India Sepakati Kontrak Dagang di TIIMM G20, Nilainya Hampir Rp 15 Triliun

Zulkifli Hasan menuturkan ada delapan kesepakatan dagang yang diteken oleh perusahaan-perusahaan asal Indonesia dan India.


UNWTO: Sektor Pariwisata Pulih 2022 Setelah Pandemi

2 hari lalu

UNWTO: Sektor Pariwisata Pulih 2022 Setelah Pandemi

UNWTO mencatat pariwisata merupakan sektor yang paling terdampak pandemi Covid-19 selama dua tahun terakhir.


Mendag Jelaskan Enam Poin Hasil Pertemuan Menteri Negara G20 TIIMM

2 hari lalu

Mendag Jelaskan Enam Poin Hasil Pertemuan Menteri Negara G20 TIIMM

Zulkifli Hasan menyampaikan hasil pertemuan Menteri Negara G20 Trade, Investment, and Industry Ministerial Meeting (TIIMM).