Luhut Sebut Pesawat N-219 Buatan PTDI Bisa Angkut Penumpang hingga Militer

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan bersama Gubernur Ridwan Kamil melihat produk industri berbahan logam buatan mahasiswa Politeknik Manufaktur Negeri Bandung (Polman) di Bandung, Jawa Barat, 8 Februari 2022. Kemenko Marves mendukung rencana pembangunan Polman II di Majalengka guna menjamin SDM di bidang industri manufaktur tak hanya di Jawa Barat, namun juga di level nasional. TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan melihat pesawat N-219 buatan PT Dirgantara Indonesia atau PTDI akan mampu mengangkut penumpang reguler, sipil, militer, hingga kargo. Pesawat ini juga digadang-gadang bakal menjadi alat evakuasi medis dan pengangkut bantuan saat bencana alam.

Pernyataan itu ia sampaikan saat berkunjung ke PTDI pada 8 Februari 2022. Didampingi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Luhut berharap potensi-potensi yang ada di provinsi tersebut, termasuk dengan pengembangan pesawat oleh PTDI, dapat mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Saya minta kita semua dapat bekerja dengan kompak agar semua pembangunan dapat berjalan dengan baik, mudah-mudahan usaha kita dapat membantu mendorong berbagai pembangunan untuk menjadikan Indonesia negara yang lebih baik,” ujar Luhut dalam keterangannya, Selasa malam, 8 Februari.

Pesawat N-219 merupakan program nasional PTDI untuk mendukung industri komponen lokal. PTDI pada akhir 2021 lalu berencana memasarkan pesawat bermesin turboprop ke pasar domestik.

Perusahaan merinci, potensi kebutuhan pesawat pesawat N219 berdasarkan LoI/MoU yg telah diteken adalah sejumlah 53 unit. Tujuh unit berasal dari pemerintah provinsi, satu dari kementerian/lembaga, dan 45 unit merupakan potensi kebutuhan dari operator dalam negeri.






Luhut: Aturan Insentif Kendaraan Listrik Akan Dikeluarkan Bulan Depan

2 jam lalu

Luhut: Aturan Insentif Kendaraan Listrik Akan Dikeluarkan Bulan Depan

Pemerintah telah merencanakan penerapan insentif kendaraan listrik di pasar otomotif Indonesia. Nantinya aturan itu bakal dikeluarkan pada Februari.


Kerja Sama Indonesia dan Kongo, Luhut: Mitra Strategis Pelestarian Hutan Tropis

4 jam lalu

Kerja Sama Indonesia dan Kongo, Luhut: Mitra Strategis Pelestarian Hutan Tropis

Indonesia dan Kongo akan meningkatkan kerja sama kedua negara, terutama terkait pelestarian hutan tropis.


Menteri Luhut: Perkuat Kerja Sama Ekonomi, Kenya Potensi Pusat Distribusi Produk Indonesia ke Afrika Timur

5 jam lalu

Menteri Luhut: Perkuat Kerja Sama Ekonomi, Kenya Potensi Pusat Distribusi Produk Indonesia ke Afrika Timur

Menteri Luhut Binsar Pandjaitan bertemu Presiden Kenya William Samoei Ruto untuk meningkatkan kerja sama ekonomi Indonesia-Kenya.


Pengamat Sebut Peluang Ridwan Kamil Maju Capres Tertutup Setelah Gabung Golkar

6 jam lalu

Pengamat Sebut Peluang Ridwan Kamil Maju Capres Tertutup Setelah Gabung Golkar

Peluang Ridwan Kamil untuk maju calon presiden atau calon wakil presiden dinilai tertutup setelah resmi bergabung ke Golkar. Apa alasannya?


Luhut Sebut Aturan Soal Insentif Kendaraan Listrik Terbit Februari

13 jam lalu

Luhut Sebut Aturan Soal Insentif Kendaraan Listrik Terbit Februari

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan aturan insentif kendaraan listrik keluar Februari.


Ridwan Kamil Bantu Ambil Ijazah Siswa yang Ditahan Sekolah Negeri di Depok

1 hari lalu

Ridwan Kamil Bantu Ambil Ijazah Siswa yang Ditahan Sekolah Negeri di Depok

Dewan Kesehatan Rakyat Kota Depok meminta Ridwan Kamil mengeluarkan instruksi larangan menahan ijazah di sekolah negeri.


Soal Kemungkinan Ridwan Kamil Jadi Capres dari Golkar, Airlangga: Ada Mekanismenya

1 hari lalu

Soal Kemungkinan Ridwan Kamil Jadi Capres dari Golkar, Airlangga: Ada Mekanismenya

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto irit bicara soal kemungkinan Ridwan Kamil menjadi calon presiden dari partainya.


Surplus 1,5 Ton Beras, Ridwan Kamil Sebut Jawa Barat Tidak Perlu Impor

2 hari lalu

Surplus 1,5 Ton Beras, Ridwan Kamil Sebut Jawa Barat Tidak Perlu Impor

Ridwan Kamil mengatakan dengan adanya kenaikan harga beras, pihaknya akan melakukan intervensi ke pasar.


Kronologi Ridwan Kamil Gabung Partai Golkar, Kode Sudah Diberikan Jauh Hari

6 hari lalu

Kronologi Ridwan Kamil Gabung Partai Golkar, Kode Sudah Diberikan Jauh Hari

Ridwan Kamil gabung menjadi kader Partai Golkar, meski pernah gagalkan dukungan saat Kang Emil maju Pilgub Jabar lalu.


Luhut Vs OTT KPK, Sederet Pernyataan Luhut Pandjaitan Tak Suka OTT dan Alasannya

6 hari lalu

Luhut Vs OTT KPK, Sederet Pernyataan Luhut Pandjaitan Tak Suka OTT dan Alasannya

Luhut Pandjaitan masih terus menyentil ihwal OTT KPK. Ini alasan Menkomarinves itu, bahkan mengajak kepala daerah lawan OTT KPK