Saran Ekonom agar Inflasi Indonesia Mencapai Target Bank Indonesia

Penjual cabai rawit memilah dagangannya di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Senin, 11 Januari 2021. Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi pada Januari 2021 berada pada level yang rendah dan terkendali. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) Nauli Desdiani mengimbau pemerintah agar menaikkan stimulus fiskal dalam rangka mencapai target inflasi

“Saat ini memang terjadi tren kenaikan (inflasi) dengan inflasi 2021 tercatat 1,87 persen, tapi ini masih di bawah target Bank Indonesia sebesar 2 persen. Ini disebabkan oleh stimulus fiskal,” katanya dalam Indonesia Economic Outlook di Jakarta, Jumat 4 Februari 2022.

Nauli mengatakan banyak negara maju dan berkembang saat ini menghadapi tantangan inflasi yang mengalami peningkatan, namun Indonesia belum mencapai tingkat inflasi normalnya.

Meskipun terdapat tren kenaikan, inflasi 2021 yang tercatat sebesar 1,87 persen (yoy) ternyata masih di bawah batas bawah dari kisaran target Bank Indonesia sebesar 2 persen.

Sementara inflasi inti yang menggambarkan daya beli hanya tercatat sebesar 1,56 persen (yoy) pada 2021 sehingga menunjukkan bahwa permintaan belum sepenuhnya pulih.

Menurutnya, hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni salah satunya adalah tingkat stimulus yang diberikan oleh pemerintah sebagai respons dalam menghadapi pandemi yang hanya sebesar 9,3 persen dari PDB 2020.






Analis: Pasar Keuangan yang Gelisah Mendorong Dolar AS ke Puncak

8 jam lalu

Analis: Pasar Keuangan yang Gelisah Mendorong Dolar AS ke Puncak

Pasar keuangan yang gelisah mendorong dolar ke puncak baru dua dekade, karena kenaikan suku bunga global memicu kekhawatiran resesi.


Pertumbuhan Ekonomi Zona Euro Turun

10 jam lalu

Pertumbuhan Ekonomi Zona Euro Turun

Wakil Presiden Bank Sentral Eropa Luis de Guindos mengingatkan pertumbuhan ekonomi zona euro turun, bahkan bisa sampai nol


Ancaman Resesi, Perencana Keuangan: Kalau Mau Healing, di Dalam Negeri Dulu

11 jam lalu

Ancaman Resesi, Perencana Keuangan: Kalau Mau Healing, di Dalam Negeri Dulu

Untuk menjaga aliran dana atau cashflow saat resesi terjadi, Aidil mewanti-wanti masyarakat untuk menekan konsumsinya.


Luhut Bilang Pakar Ekonomi AS Puji Perekonomian Indonesia: Akibat Leadership Jokowi

18 jam lalu

Luhut Bilang Pakar Ekonomi AS Puji Perekonomian Indonesia: Akibat Leadership Jokowi

Saat berkunjung ke Amerika Serikat, Menteri Luhut bercerita banyak pakar ekonomi yang memberikan apresiasi terhadap kondisi ekonomi Indonesia.


Omzet Penjualan Pasar Murah Kota Bandung Rp 408 Juta, Elpiji 3 Kg Dijual Rp 16 Ribu

1 hari lalu

Omzet Penjualan Pasar Murah Kota Bandung Rp 408 Juta, Elpiji 3 Kg Dijual Rp 16 Ribu

Angka penjualan selama pasar murah di 12 titik dan 4 hari di Kota Bandung mencapai Rp 408 juta. Elpiji 3 kilogram juga ikut dijual.


Luhut Ungkap Sedang Kaji Kontribusi Ekonomi Maritim terhadap PDB Nasional Bersama BRIN

1 hari lalu

Luhut Ungkap Sedang Kaji Kontribusi Ekonomi Maritim terhadap PDB Nasional Bersama BRIN

Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan ia dan BRIN sedang mengkaji kontribusi ekonomi maritim produk domestik bruto atau PDB Indonesia.


Layanan BI Fast Tahap IV Gandeng 10 Mitra Bank, Apa Saja?

1 hari lalu

Layanan BI Fast Tahap IV Gandeng 10 Mitra Bank, Apa Saja?

Sepuluh mitra bank resmi menjadi peserta BI Fast tahap IV melalui Multi-tenancy Infrastruktur Sharing PT Rintis Sejahtera.


Sri Mulyani Beri Sinyal Ancaman Resesi Global pada 2023 Akibat Kenaikan Suku Bunga

2 hari lalu

Sri Mulyani Beri Sinyal Ancaman Resesi Global pada 2023 Akibat Kenaikan Suku Bunga

Sri Mulyani mengatakan kenaikan suku bunga yang dilakukan oleh bank sentral negara-negara di dunia secara bersamaan berpotensi menimbulkan resesi.


Sri Mulyani Beri Hadiah Rp 10 Miliar ke Daerah yang Berhasil Tekan Inflasi Signifikan

2 hari lalu

Sri Mulyani Beri Hadiah Rp 10 Miliar ke Daerah yang Berhasil Tekan Inflasi Signifikan

Sri Mulyani mengatakan ada juga 15 kota yang mendapat DID atas kerja keras melawan inflasi.


APBN Surplus 8 Kali Berturut-turut, Sri Mulyani: Pembiayaan Turun

2 hari lalu

APBN Surplus 8 Kali Berturut-turut, Sri Mulyani: Pembiayaan Turun

Sri Mulyani menjelaskan, surplus ini disebabkan pendapatan negara yang mencapai Rp 1.764,4 triliun atau naik 49,8 persen.