Direktur Pelaksana IMF: Terlalu Dini Katakan Dunia Hadapi Inflasi Berkelanjutan

Reporter

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva membuat pernyataan pada konferensi pers pembukaan selama Annual Fall Meetings IMF dan Bank Dunia 2019 dengan para menteri keuangan dan gubernur bank, di Washington, AS, 17 Oktober 2019. [REUTERS/Mike Theiler]

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva mengatakan pada Kamis, 3 Februari 202, "terlalu dini" untuk, menyebut dunia menghadapi periode inflasi berkelanjutan. Tetapi dia memperingatkan kegagalan membuat ekonomi lebih tahan terhadap guncangan di masa depan dapat menyebabkan masalah-masalah besar.

Georgieva mengatakan kepada wartawan bahwa pembuat kebijakan global perlu secara hati-hati mengkalibrasi kebijakan fiskal dan moneter mereka pada 2022 untuk memastikan bahwa penarikan dana dukungan COVID-19 secara luas dan kenaikan suku bunga tidak mengganggu pemulihan.

IMF pekan lalu memangkas perkiraan ekonominya untuk Amerika Serikat, Cina, dan ekonomi global. IMF juga menyebut ketidakpastian tentang pandemi, inflasi, gangguan pasokan, dan pengetatan moneter AS menimbulkan risiko lebih lanjut.

Tidak seperti tahun pertama pandemi pada 2020, kata Georgieva, ketika para menteri keuangan dan gubernur bank sentral mengoordinasikan dan menyinkronkan tindakan mereka, keadaan sekarang sangat bervariasi di seluruh dunia. Hal itu membutuhkan lebih banyak "kekhususan" dalam tanggapan.

Georgieva mengatakan pandemi Covid-19 tetap menjadi risiko terbesar yang dihadapi ekonomi global dan sangat penting untuk meningkatkan vaksinasi di negara-negara berpenghasilan rendah, dan memenuhi target global untuk memvaksinasi 70 persen orang di negara-negara di seluruh dunia pada pertengahan 2022.

Direktur Pelaksana IMF itu mengatakan inflasi telah berlangsung lebih lama dan meningkat lebih tinggi dari yang diharapkan, karena gangguan rantai pasokan, permintaan barang konsumen yang lebih kuat dari perkiraan, dan guncangan iklim pada harga pangan.

Ditanya apakah keadaan itu, dan meningkatnya krisis antara Rusia dan Barat atas Ukraina, dapat mengantarkan era inflasi yang berkelanjutan, Georgieva menjawab, "Jawaban singkatnya adalah, terlalu dini untuk mengatakannya. Apa yang bisa kita antisipasi adalah dunia yang lebih rawan goncangan."

Dia mengatakan upaya sekarang untuk berinvestasi lebih banyak dalam ketahanan manusia, ekonomi, dan lingkungan, akan membantu menciptakan lebih banyak peluang untuk pertumbuhan pekerjaan dan kemakmuran yang lebih besar.

Kegagalan untuk melakukan investasi semacam itu akan menghasilkan prospek yang lebih suram, yang akan mengakibatkan "lebih banyak peristiwa tak terduga yang tidak kami persiapkan," kata Georgieva. Bos IMF ini menambahkan bahwa pembuat kebijakan juga tidak siap untuk menghadapi lebih dari satu krisis pada satu waktu.

ANTARA

Baca juga: Kapan GoTo IPO? Ini Jawaban BEI

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Zelensky Kesal Israel Enggan Berikan Senjata untuk Lawan Rusia

3 jam lalu

Zelensky Kesal Israel Enggan Berikan Senjata untuk Lawan Rusia

Presiden Volodymyr Zelensky kesal karena Israel enggan memberikan sistem anti-rudal untuk membantu Ukraina melawan serangan Rusia


Editor RT.com Protes Mobilisasi Militer Rusia ke Ukraina

4 jam lalu

Editor RT.com Protes Mobilisasi Militer Rusia ke Ukraina

Memobilisasi militer ke Ukraina ke menuai protes, salah satunya dari editor kanal berita asal Rusia, RT.com


100 Hari Kerja, Zulkifli Hasan Klaim Inflasi Pangan Terjaga

4 jam lalu

100 Hari Kerja, Zulkifli Hasan Klaim Inflasi Pangan Terjaga

Zulkifli Hasan mengklaim inflasi pangan sampai Agustus 2022 cukup terjaga.


Zulkifli Hasan Beberkan 4 Pencapaian Selama 100 Hari Menjabat Menteri Perdagangan

6 jam lalu

Zulkifli Hasan Beberkan 4 Pencapaian Selama 100 Hari Menjabat Menteri Perdagangan

Zulkifli Hasan mengklaim ada empat pencapaian utama Kementerian Perdagangan selama 100 hari dirinya menjabat Menteri Perdagangan.


Ojol Bakal Terima BLT UMKM Rp 1,2 Juta Mulai Oktober, Apa Saja Syaratnya?

7 jam lalu

Ojol Bakal Terima BLT UMKM Rp 1,2 Juta Mulai Oktober, Apa Saja Syaratnya?

Selain pengemudi ojol, nelayan juga turut menjadi sasaran penerima bansos berupa BLT UMKM yang akan cair mulai bulan Oktober mendatang.


Pelabuhan Ukraina Berhasil Ekspor 4,7 Juta Ton Gandum

15 jam lalu

Pelabuhan Ukraina Berhasil Ekspor 4,7 Juta Ton Gandum

Sebanyak 211 kapal dengan 4,7 juta ton produk pertanian telah meninggalkan Ukraina di bawah kesepakatan yang di tengahi oleh PBB dan Turki.


Mazda Pertimbangkan untuk Mengentikan Produksi di Rusia

23 jam lalu

Mazda Pertimbangkan untuk Mengentikan Produksi di Rusia

Toyota yang merupakan pesain Mazda telah menghentikan produksi mobil di Rusia karena kesulitan pasokan suku cadang.


Teheran Sesalkan Kyiv Marah Drone Iran Dipakai Rusia Serang Ukraina

1 hari lalu

Teheran Sesalkan Kyiv Marah Drone Iran Dipakai Rusia Serang Ukraina

Teheran menyesalkan keputusan Kyiv menurunkan hubungan diplomatik kedua negara gara-gara drone Iran digunakan Rusia untuk perang di Ukraina


Ketika Undangan Bela Negara Rusia untuk Orang yang Sudah Mati

1 hari lalu

Ketika Undangan Bela Negara Rusia untuk Orang yang Sudah Mati

Presiden Putin memerintahkan wajib militer bagi warga untuk berperang membela Rusia di Ukraina, tapi panggilan dinilai hanya untuk warga daerah miskin


Australia: China Punya Kekuatan Besar Bantu Akhiri Perang Ukraina

1 hari lalu

Australia: China Punya Kekuatan Besar Bantu Akhiri Perang Ukraina

Australia minta China menggunakan pengaruhnya sebagai kekuatan besar untuk membantu mengakhiri perang di Ukraina.