KPPU Mulai Lakukan Penilaian Menyeluruh Akusisi Gojek-Tokopedia hingga 14 Maret

Kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) telah memulai proses penilaian menyeluruh atas notifikasi transaksi akuisisi PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) atas PT Tokopedia. Proses penilaian berlangsung hingga 14 Maret 2022.

“Penilaian melibatkan komisi penilai yang terdiri atas Chandra Setiawan sebagai Ketua Komisi Penilai, dan Komisioner Kurnia Toha, serta Komisioner Yudi Hidayat sebagai anggota,” tutur Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama KPPY Deswin Nur, Kamis, 3 Februari 2022.

Deswin mengatakan setiap perusahaan yang melakukan merger dan akuisisi dan memenuhi kriteria wajib memberitahukan kepada KPPU setelah transaksi itu efektif. Adapun Gojek telah melakukan notifikasi akuisisi kepada KPPU pada 9 Agustus 2021.

Setelah melalui proses klarifikasi, KPPU menilai bahwa transaksi akuisisi tersebut memenuhi berbagai kriteria kewajiban notifikasi dan telah lengkap. Karena itu, proses selanjutnya ialah yang waktunya sudah berlangsung sejak 4 November 2021.

Ada dua tahap penilaian yang dilakukan oleh KPPU. Pertama, penilaian awal. Kedua, penilaian menyeluruh. Penilaian awal berarti KPPU melakukan analisis konsentrasi pasar untuk menentukan potensi dampak transaksi terhadap persaingan usaha di industri atau pasar.

Jika analisis konsentrasi pasar menemukan adanya potensi dampak dari transaksi akuisisi, proses ini akan dilanjutkan ke tahap penilaian menyeluruh. Adapun sejalan dengan Peraturan KPPU Nomor3 Tahun 2019, penilaian menyeluruh dilakukan oleh komisi adhoc yang terdiri atas paling banyak tiga orang anggota komisi. Penetapan anggota komisi dilakukan melalui rapat.

Deswin menurutkan,  penilaian menyeluruh berfokus terhadap pelbagai analisis, seperti hambatan masuk pasar, potensi perilaku anti-persaingan, efisiensi, hingga kepailitan. “Pasca-penilaian, KPPU dapat menyimpulkan ada atau tidaknya dugaan praktik monopoli, atau persaingan usaha tidak sehat hingga persetujuan bersyarat atas transaksi tersebut,” kata Deswin.

Sebelumnya, Gojek dan Tokopedia resmi melakukan merger dan membentuk perusahaan bernama GoTo. Degan resmi mengumumkan pembentukan Grup GoTo, Gojek dan Tokopedia mengesahkan grup teknologi terbesar di Indonesia yang mengklaim akan menyediakan solusi bagi masyarakat untuk menjalani keseharian.

Baca: Faisal Basri Jelaskan Kisruh Minyak Goreng karena Kebijakan Pemerintah, Kenapa?

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






KPPU Soroti Industri Ayam Dalam Negeri yang Dikuasai Segelintir Pemain

3 hari lalu

KPPU Soroti Industri Ayam Dalam Negeri yang Dikuasai Segelintir Pemain

Temuan KPPU menunjukan adanya keterkaitan antara pasar pakan ternak dengan peternakan ayam.


GoTo Financial Pamer Komitmen Penyediaan Layanan Inklusif di Singapura

7 hari lalu

GoTo Financial Pamer Komitmen Penyediaan Layanan Inklusif di Singapura

Goto Financial menyatakan komitmennya untuk menyediakan layanan keuangan yang inklusif saat mengisi forum di Singapura.


Nasib Mengenaskan Pengemudi Ojol: Kenaikan Tarif Tak Terasa, Kian Terhimpit Potongan Komisi

9 hari lalu

Nasib Mengenaskan Pengemudi Ojol: Kenaikan Tarif Tak Terasa, Kian Terhimpit Potongan Komisi

Para pengemudi ojol mengeluhkan kenaikan tarif sejak pekan lalu yang tak dirasakan. Sedangkan potongan komisi atau biaya aplikasi malah kian besar.


Potongan Komisi oleh Aplikator Ojol Masih Tinggi, Pengemudi: Bukti Pemerintah Tak Berdaya

10 hari lalu

Potongan Komisi oleh Aplikator Ojol Masih Tinggi, Pengemudi: Bukti Pemerintah Tak Berdaya

Keengganan perusahaan aplikator ojol untuk menurunkan biaya komisi dinilai menunjukan sikap yang arogan terhadap aturan pemerintah.


Aplikator Ojol Masih Langgar Aturan Biaya Komisi, SPAI: Potongan sampai 30 Persen

10 hari lalu

Aplikator Ojol Masih Langgar Aturan Biaya Komisi, SPAI: Potongan sampai 30 Persen

Lily Pujiati mengatakan hingga saat ini aplikator ojek online atau ojol masih memberlakukan potongan atau biaya komisi sebanyak 20 sampai 30 persen.


Aplikator Sebut Potongan Komisi Ojol Dikembalikan dalam Bentuk Program ke Pengemudi, Asosiasi: Gimmick

11 hari lalu

Aplikator Sebut Potongan Komisi Ojol Dikembalikan dalam Bentuk Program ke Pengemudi, Asosiasi: Gimmick

Klaim aplikator ojol soal biaya potongan komisi digunakan untuk memberikan program yang berdampak langsung pada pengemudi sontak menuai respons keras.


Beda Tanggapan Maxim, Gojek, dan Grab soal Tarif Ojol yang Dilanggar Aplikator

15 hari lalu

Beda Tanggapan Maxim, Gojek, dan Grab soal Tarif Ojol yang Dilanggar Aplikator

Beberapa aplikator merespons keluhan pengemudi ojek online soal potongan 15 persen yang dilanggar oleh perusahaan aplikasi seperti Maxim, Gojek, dan Grab Indonesia.


Polres Jaksel Kerahkan 250 Personel Jaga Mediasi Gojek dan Driver Taksi Online di Blok S Hari Ini

15 hari lalu

Polres Jaksel Kerahkan 250 Personel Jaga Mediasi Gojek dan Driver Taksi Online di Blok S Hari Ini

Pertemuan Gojek dan driver taksi online itu dapat mencapai kesepakatan soal tarif imbas kenaikan harga BBM.


Afif Hasbullah Ditunjuk Jadi Ketua KPPU

15 hari lalu

Afif Hasbullah Ditunjuk Jadi Ketua KPPU

Penetapan Ketua KPPU mengacu pada Keputusan Presiden Nomor 75 Tahun 1999 tentang Komisi Pengawas Persaingan Usaha.


Tarif Ojol Naik, Pengemudi Ojol Curhat: Pendapatan Turun 50 Persen, Aplikator Potong 20 Persen Lebih

15 hari lalu

Tarif Ojol Naik, Pengemudi Ojol Curhat: Pendapatan Turun 50 Persen, Aplikator Potong 20 Persen Lebih

Hingga kini ternyata masih banyak pengemudi ojol yang mengeluhkan aplikator yang memotong komisi lebih dari 15 persen.