IHSG Diprediksi Terkoreksi, Ini Prediksi Saham Bank Jago hingga XL Axiata

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat, 19 November 2021. IHSG naik 1,26 persen atau 83,79 poin menjadi 6.720,26 pada akhir perdaganganhari ini. IHSG bahkan sempat mencapai level tertinggi intraday 6.720,98. Tempo/Tony Hartawan

    Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat, 19 November 2021. IHSG naik 1,26 persen atau 83,79 poin menjadi 6.720,26 pada akhir perdaganganhari ini. IHSG bahkan sempat mencapai level tertinggi intraday 6.720,98. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta -Indeks harga saham gabungan atau IHSG dibuka di level 6.611,16 pada perdagangan Jumat, 28 Januari 2022. Indeks diprediksi bergerak dalam pola konsolidasi di level support 6.550 dan resistance 6650.

    “Kemungkinan hari ini terkoreksi dalam pola konsolidasi ini,” ujar tim analis Samuel Sekuritas Indonesia, Jumat, 28 Januari.

    Samuel Sekuritas memproyeksikan pergerakan saham lima emiten masih akan berfluktuasi. Saham Adaro Energy atau ADRO yang sebelumnya ditutup di level 2.310 akan melanjutkan tren kenaikan dengan resistance berikutnya di posisi 2.450-2.690.

    Saham akan bergerak dengan support terdekat di level 2250. Batas risiko saham 2.230 dengan buy back di posisi 2.100-2.000.

    Saham Bank Jago atau ARTO yang kemarin ditutup 15.900 diproyeksikan sangat berpeluang bergerak ke arah zona konsolidasi. Saham cenderung menguat dalam kisaran 15.100-16.800.

    Saham Bank BNI atau BBNI yang ditutup di level 4.140 akan bergerak menguat dalam kisaran 7.100-7.600. Saham akan berada di area support di posisi 6.950-6.800.

    Saham Bank BRI atau BBRI yang ditutup di level 4.140 masih akan melanjutkan penguatannya pada perdagangan hari ini. Namun penguatan akan tertahan di area 4.190-4.330 akibat pola sideways dan down channel yang terbentuk sejak Desember 2021.

    Saham Bank NeoCommerce atau BBYB yang ditutup di level 1.785 akan menghadapi pola tekanan jual dan berpotensi melemah ke dekat area support. Harga akan cenderung berkonsolidasi dan menguat dalam kisaran 1.640-1.970.

    Harga saham Bank Mandiri atau BMRI bakal melanjutkan kenaikannya ke arah target teoritis di posisi 7.725-7.950. Batas risiko jangka pendek ialah 7.475 dengan area buyback 7.450-7.300.

    Bumi Resources Mineral atau BMRS akan tertahan di area resistance 138. Kemungkinan akan ada koreksi, namun saham masih akan bergerak menuju target teoretis di level 160-170.

    Saham XL Axiata yang sepanjang perdagangan kemarin menguat akan bergerak dengan uji resistance di 3.230. Jika bisa menembus posisi itu, saham akan melaju menuju target teoritis di level 3.400-3.500.

    Saham Link Net akan melaju ke target teoretisnya di posisi 5.200 jika mampu menembus level 4.500. Kemudian saham Telkom Indonesia atau TLKM kemungkinan masih akan melemah di kisaran 4.180-4.500.

    Baca Juga: IHSG Ditutup di Zona Hijau, Saham Net TV Terbang

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Sarat Sejarah Final UCL Liverpool Vs Real Madrid, Ancelotti Incar Gelar Kemilau

    Laga Liverpool dan Real Madrid terjadi saat kedua tim dalam performa terbaiknya. Duel dua raksasa di Final UCL akan berlangsung pada Minggu dini hari.