Perjalanan Umrah Meningkat di Tengah Serbuan Omicron, Luhut Minta Mobilitas Diatur

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Sejumlah calon jamaah umrah mengantre saat memasuki Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu 8 Januari 2022. Kementerian Agama melepas sebanyak 419 orang untuk melaksanakan ibadah umrah dan menjadi pertama kali setelah beberapa tahun terakhir Indonesia tidak mengirimkan jamaah akibat pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Fauzan

    Sejumlah calon jamaah umrah mengantre saat memasuki Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu 8 Januari 2022. Kementerian Agama melepas sebanyak 419 orang untuk melaksanakan ibadah umrah dan menjadi pertama kali setelah beberapa tahun terakhir Indonesia tidak mengirimkan jamaah akibat pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Fauzan

    TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk mempersiapkan keberangkatan dan kedatangan jemaah umrah di tengah peningkatan kasus Covid-19 varian Omicron belakangan ini.

    Luhut meminta agar alur keberangkatan dan kedatangan jemaah umrah diatur sehingga tidak terjadi penumpukan. Dengan demikian, pelaksanaan umrah dapat berjalan lancar dan aman.

    Pasalnya, belakangan Luhut melihat ada peningkatan jumlah jemaah perjalanan umrah di tengah merebaknya varian Omicron di Tanah Air. "Saya minta kapasitas dan kelayakan hotel serta wisma haji dapat dipastikan dengan baik, diatur kedatangan antar kloter agar tidak terjadi penumpukan,” ujar Luhut dalam keterangan tertulis, Kamis, malam 20 Januari 2022.

    Arahan tersebut disampaikan Luhut dalam rapat koordinasi evaluasi PPKM Jawa Bali bersama seluruh Gubernur Jawa-Bali dan Forkimpimda guna mengantisipasi gelombang varian omicron yang sedang mewabah saat ini.

    “Hingga saat ini angka kematian masih tetap terjaga meskipun terjadi peningkatan kasus," ujar Luhut.

    Meski begitu, melihat pengalaman negara lain, perawatan rumah sakit dan tingkat kematian tetap dapat meningkat ketika kasus naik berkali-kali lipat.

    Karena itu, upaya memperlandai kenaikan kasus positif harus dilakukan untuk mengurangi beban sistem kesehatan. "Kuncinya adalah penegakan protokol kesehatan dan akselerasi vaksinasi di tiap daerah,” tutur Luhut.

    Kasus saat ini sebagian besar terjadi di daerah Jabodetabek yang capaian vaksinasi dosis 1 dan 2-nya sudah tinggi. Untuk itu, ia meminta vaksinasi booster harus segera dikejar di daerah Jabodetabek.

    “Hari ini teater perang sesungguhnya akibat peningkatan kasus terjadi di wilayah Jabodetabek, untuk itu saya minta provinsi DKI, Banten, dan Jawa Barat agar segera mengakselerasi vaksinasi booster," ujarnya.

    Mengingat Jabodetabek adalah pusat mobilitas, penyebaran kasus ke provinsi lain dapat terjadi dengan lebih cepat. Meski belum terjadi peningkatan signifikan di provinsi lain, Luhut meminta pemerintah-pemerintah daerah tetap bersiap.

    Baca Juga: Penyelenggara Umrah Minta Keberangkatan Tak Pakai Sistem 1 Pintu

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Sarat Sejarah Final UCL Liverpool Vs Real Madrid, Ancelotti Incar Gelar Kemilau

    Laga Liverpool dan Real Madrid terjadi saat kedua tim dalam performa terbaiknya. Duel dua raksasa di Final UCL akan berlangsung pada Minggu dini hari.