Erick Thohir: PLN Punya Utang Rp 500 T, Harus Cari Alternatif Pendanaan Lain

Reporter

Caesar Akbar

Rabu, 19 Januari 2022 13:16 WIB

Menteri BUMN Erick Thohir berbincang dengan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo (kanan) saat mengunjungi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel dan Gas (PLTDG) Pesanggaran, Denpasar, Bali, Senin, 27 Desember 2021. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mengatakan kementeriannya tengah mengkaji pembentukan subholding di PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Dalam kajian tersebut, ia mengatakan telah melakukan benchmarking dengan sejumlah negara seperti Korea, Italia, Prancis, Malaysia, dan lainnya.

Dari benchmarking awal, Erick mengatakan sudah terkonfirmasi bahwa pemerintah akan men-spin-off usaha pembangkit listrik menjadi subholding tersendiri. Ia mengatakan hal ini penting lantaran akan ada transisi besar-besaran pembangkit listrik fosil ke energi baru dan terbarukan.

"Konteksnya bagaimana PLN ada utang Rp 500 triliun, kita enggak bisa tambah utang lagi. Maka subholding ini harus cari alternatif pendanaan lain apakah aksi korporasi atau apa," ujar Erick dalam konferensi pers, Rabu, 19 Januari 2022.

Namun, Erick mengatakan aksi korporasi ini bukan berarti PLN akan menjual aset negara. Ia mengatakan konsolidasi itu telah dilakukan juga pada saat pembentukan Holding Ultra Mikro, yang berisi BRI, PNM, dan Pegadaian.

"Itu tidak ada yang istilahnya institusi asing mengambil tapi di situ adalah market yang optimis bagaimana Indonesia bisa berpihak ke UMKM dan future nasabah BRI," kata Erick.

Bukan tidak mungkin strategi serupa atau aksi korporasi bisa dilakukan juga pada subholding PLN pembangkit. "Karena enggak mungkin kita minta utang lagi atau PMN terus. Aksi korporasi harus kita pikirkan salah satunya," tutur Erick.






Simak Cara PLN Penuhi Target Bauran Energi 23 Persen

3 jam lalu

Simak Cara PLN Penuhi Target Bauran Energi 23 Persen

PLN sudah menggunakan bioenergi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) melalui teknologi cofiring.


PLN Datang, Kampung Boldon Papua Akhirnya Terang Benderang

5 jam lalu

PLN Datang, Kampung Boldon Papua Akhirnya Terang Benderang

Sebelum ada listrik menggunakan genset. Rp 100 ribu hanya menyala tiga jam. Kini listrik untuk Kampung Boldon disuplai langsung dari sistem kelistrikan Teminabuan yang bersumber dari PLTD Komaulin.


Gelar Rembuk Rakyat, PSI Pilih 9 Nama Penerus Jokowi

6 jam lalu

Gelar Rembuk Rakyat, PSI Pilih 9 Nama Penerus Jokowi

PSI menggelar Rembuk Rakyat untuk mencari penerus Jokowi. Ada 9 nama yang dipilih mulai dari Erick Thohir hingga Najwa Shihab.


Minta Urusan Pesangon Tidak Ikuti UU Kepailitan, Eks Pilot Merpati: Kemungkinan Tak Dibayar

8 jam lalu

Minta Urusan Pesangon Tidak Ikuti UU Kepailitan, Eks Pilot Merpati: Kemungkinan Tak Dibayar

David Sitorus mengatakan pemenuhan hak-hak karyawan eks Merpati Air tidak bisa hanya dilakukan berdasarkan Undang-undang Kepailitan.


Waskita Beton Precast Resmi Lolos PKPU, Apa Artinya?

10 jam lalu

Waskita Beton Precast Resmi Lolos PKPU, Apa Artinya?

PT Waskita Beton Precast Tbk. resmi lolos dari sidang Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) dengan hasil perdamaian dengan para krediturnya pada


Garuda Berharap Suntikan PMN Rp 7,5 Triliun Cair Kuartal III

1 hari lalu

Garuda Berharap Suntikan PMN Rp 7,5 Triliun Cair Kuartal III

Sesuai dengan rencana bisnisnya, setelah lolos PKPU, Garuda Indonesia akan mencari investor strategis.


PLN Jalin Kesepakatan dengan BSSN Amankan Digitalisasi

1 hari lalu

PLN Jalin Kesepakatan dengan BSSN Amankan Digitalisasi

Sistem ketenagalistrikan yang berbasis digital dapat menjadi sistem yang sangat kokoh.


Terkini Bisnis: Cara Termurah Turunkan Emisi Karbon, Kasus PMK 10 Kali Lebih Besar dari Data Kementan

1 hari lalu

Terkini Bisnis: Cara Termurah Turunkan Emisi Karbon, Kasus PMK 10 Kali Lebih Besar dari Data Kementan

Berita terkini ekonomi bisnis hingga Selasa sore, 28 Juni 2022, dimulai dengan Sri Mulyani Indrawati menuturkan cara murah menurunkan emisi karbon.


Garuda Indonesia Nego Lessor Turunkan Biaya Sewa Pesawat hingga 69 Persen

1 hari lalu

Garuda Indonesia Nego Lessor Turunkan Biaya Sewa Pesawat hingga 69 Persen

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk telah menurunkan biaya sewa pesawat atau lease rate untuk menurunkan biaya operasional dan optimalisasi mengejar profitabilitas perseroan.


Projo Dorong Pengusutan Korupsi BUMN Setelah Emirsyah Satar Jadi Tersangka Korupsi Garuda

1 hari lalu

Projo Dorong Pengusutan Korupsi BUMN Setelah Emirsyah Satar Jadi Tersangka Korupsi Garuda

Projo meminta penegak hukum melanjutkan pengusutan kasus dugaan korupsi di BUMN setelah penetapan Emirsyah Satar tersangka di kasus korupsi Garuda.