Sri Mulyani Bicara Kesetaraan Gender, Apa Pesannya?

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Sri Mulyani mengenakan kebaya Kartini Nusa rancangan desainer Didiet Maulana. dok. Didiet Maulana

    Sri Mulyani mengenakan kebaya Kartini Nusa rancangan desainer Didiet Maulana. dok. Didiet Maulana

    TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan Sri Mulyani Indrawati membahas ihwal kesetaraan gender dalam akun Instagramnya. Menurutnya, kesetaraan gender harus bermanfaat dari sisi ekonomi dan kualitas hidup masyarakat.

    "Kesetaraan gender harus dapat memberikan manfaat yang besar dan penting dari sisi ekonomi dan kualitas hidup masyarakat," kata Sri Mulyani dalam akun Instagramnya, Sabtu, 15 Januari 2022.

    Di awal unggahan, dia bertanya soal seberapa para perempuan telah merasakan kesetaraan peran perempuan di sekeliling.

    Dia menuturkan The World Economic Forum 2021 menyatakan bahwa masih ada rata-rata 60 persen kesenjangan gender di dunia. Untuk menutup kesenjangan diperlukan kolaborasi dari seluruh pihak. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), misalnya, meluncurkan aksi Sustainable Development Goals (SDGS), di mana kesetaraan gender merupakan salah satu tujuan dengan urutan ke-5 yang diharapkan dapat dicapai pada tahun 2030.

    Di Indonesia, kata dia, kesetaraan peran perempuan telah diperjuangkan sejak masa Ibu Kartini dan kisah perjuangannya terus digaungkan setiap tahun untuk membangun kesadaran betapa pentingnya peran perempuan.

    Salah satu hasilnya, peran perempuan semakin diperhitungkan dan perempuan mampu memegang posisi penting di pemerintahan dan mendesain kebijakan dari sudut pandang perempuan, seperti penganggaran berbasis gender, ruang pengasuhan anak dan ruang laktasi di kantor, cuti melahirkan berbayar bagi pegawai perempuan.

    "Kemajuan ini tentunya sangat progresif bagi Indonesia jika dilihat dalam konteks global," ujarnya.

    Dia mengatakan kebijakan yang memberikan peluang ekonomi untuk pekerja wanita yang terlibat di sektor informal, seperti akses pinjaman modal khususnya bagi para pelaku usaha perempuan, juga nyata berhasil menarik minat masyarakat sampai dengan tingkat bawah.

    Tentu tidak hanya data dan analisis yang bisa mendorong kesetaraan gender, tapi hadirnya role model-role model juga memegang peran penting untuk memacu semangat dalam upaya mencapai kesetaraan gender yang memberikan manfaat yang besar dan penting dari sisi ekonomi dan kualitas hidup masyarakat.

    "Kepada para perempuan, teruslah berjuang menjadi inspirasi dan yang baik di sekelilingmu!" ujarnya.

    Baca Juga: Rincian 7 BUMN yang Dapat PMN Sebesar Rp 38,4 Triliun Tahun Ini

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    PTM 100 persen DKI Tetap Berjalan Meski Didesak Banyak Pihak

    Pemprov Ibu Kota tetap menerapkan PTM 100 persen meski banyak pihak mendesak untuk menghentikan kebijakan itu. Sejumlah evaluasi diberikan pihak DKI.