Bisnis Tokek Hias, Jenis Leopard Gecko Bisa Jutaan Rupiah Per Ekor

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi Tokek. Sumber: Greeners.co

    Ilustrasi Tokek. Sumber: Greeners.co

    TEMPO.CO, Jakarta - Ir Agus Broto Susilo dan Purwadaksi Rahmat dalam bukunya "Dahsyatnya Bisnis Tokek" menulis bahwa tokek hias merupakan jenis tokek yang saat ini banyak dipelihara karena keindahan warna dan coraknya. Tokek hias dipelihara sebagai hewan untuk keperluan kesenangan.

    Tokek hias memiliki beragam jenis seperti Leopard Gecko, Gargoyle Gecko, Crested Gecko, Bearded Dragon, dan African Fat Tail Gecko. Dari sekian banyak jenis tokek hias, Leopard Gecko menjadi jenis tokek hias yang paling banyak digemari.

    Dilansir dari laman thebearddragon.org, Leopard Gecko berasal dari negara beriklim kering seperti Afghanistan, Iran, Pakistan, dan India. Leopard Gecko memiliki tubuh berwarna kuning dengan bintik-bintik cokelat. Apabila sudah dewasa, struktur kulitnya akan didominasi oleh garis-garis berpola.

    Yang menarik dari tokek ini adala bentuk telinganya yang mengarah keluar sehingga dapat terlihat dengan jelas. Namun, Leopard Gecko tidak dapat merayap di dinding atau permukaan yang halus karena perekat lamela tokek ini kurang pekat dibandingkan dengan tokek jenis lain.

    Tokek hias ini pun menjadi ladang bisnis yang menjanjikan. Di pasaran, harga Leopard Gecko bervariasi mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Mahalnya tokek hias. ini bergantung pada umur, bentuk, dan warnanya. Untuk Leopard Gecko berukuran jumbo, harganya bisa mencapai Rp 1,2 juta per ekor.

    NAUFAL RIDHWAN ALY 

    Baca: Peneliti Buktikan Tokek Bali Spesies Baru di Indonesia

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

     


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Tutup Sementara PTM 100 Persen di Sekolah yang Terpapar Covid-19

    Pemprov DKI Jakarta menutup sejumlah sekolah yang menggelar PTM 100 persen karena terpapar Covid-19. Namun sejumlah sekolah sudah kembali berkegiatan.