Sandiaga: Perlu Keseimbangan Infrastruktur dan SDM di Lokasi MotoGP Mandalika

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno didampingi Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H Zulkieflimansyah menggunakan sepeda motor listrik buatan anak muda NTB mengelilingi lintasan sirkuit Mandalika di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Jumat (15/1/2020)(ANTARA/Diskominfotik NTB).

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno didampingi Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H Zulkieflimansyah menggunakan sepeda motor listrik buatan anak muda NTB mengelilingi lintasan sirkuit Mandalika di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Jumat (15/1/2020)(ANTARA/Diskominfotik NTB).

    TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyebutkan perlu ada keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) di sekitar lokasi perhelatan MotoGP 2022 di Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

    "Nantinya, kami akan hadirkan pelatihan SDM di desa ini oleh Poltekpar (Politeknik Pariwisata) Lombok," kata Sandiaga saat meninjau pembangunan infrastruktur di Desa Mong, Lombok Tengah, NTB, Rabu, 12 Januari 2022. Kunjungannya juga sebagai upaya menyiapkan akomodasi menjelang ajang balap internasional digelar pada 18-20 Maret 2022.

    Dalam keterangan persnya yang dikutip di Jakarta, Kamis, Sandi mengatakan masyarakat setempat meminta segera ada penambahan hunian dan fasilitas lain karena diprediksi hadir 100 ribu pengunjung MotoGP.

    Menurut dia, Presiden Joko Widodo telah meminta dirinya dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengutamakan pembangunan sarana hunian pariwisata atau sarhunta.

    Pengecekan rumah tinggal di Desa Mong dilakukan Sandiaga lantaran jumlah ketersediaan akomodasi di Lombok hanya mencapai 23 ribu, ditambah sarhunta sekitar 400 unit.“Hal tersebut menjadi salah satu isu yang perlu diselesaikan menjelang perhelatan MotoGP,” katanya.

    Sebagai alternatif, kata Sandiaga, wisatawan bisa diarahkan untuk menginap antara lain di homestay, cabin atau glamping (menginap di tenda dengan fasilitas mewah), dan cruise (hotel terapung di kapal pesiar).

    Selain itu, akan dihadirkan pula pendampingan SDM terhadap masyarakat setempat yang diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja.

    "Jadi, ini sesuai dengan permintaan tambahan dari masyarakat untuk kita persiapkan dengan baik. Ini yang namanya memahami kebutuhan masyarakat, agar ajang MotoGP ini langsung berdampak bukan hanya kebangkitan ekonomi, tapi juga penciptaan lapangan kerja," ujar dia.

    Baca Juga: Sandiaga Pastikan 90 Persen Kamar Hotel di Lombok Telah Terpesan untuk MotoGP

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    PTM 100 persen DKI Tetap Berjalan Meski Didesak Banyak Pihak

    Pemprov Ibu Kota tetap menerapkan PTM 100 persen meski banyak pihak mendesak untuk menghentikan kebijakan itu. Sejumlah evaluasi diberikan pihak DKI.