Dirut Garuda: Penerbangan Umrah, Sebentar Lagi Kami Buka

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Pesawat Garuda Indonesia Airbus A330-900neo bercorak khusus yang menampilkan visual masker pada bagian moncong pesawat dipamerkan di akun media sosial maskapai plat merah tersebut. Instagram

    Pesawat Garuda Indonesia Airbus A330-900neo bercorak khusus yang menampilkan visual masker pada bagian moncong pesawat dipamerkan di akun media sosial maskapai plat merah tersebut. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta -PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) segera melayani penerbangan umrah dalam waktu dekat setelah menyelesaikan sejumlah persiapan. Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan saat ini perseroan sedang mempersiapkan banyak hal sebelum memulai penerbangan bagi jemaah umrah.

    Persiapan tersebut utamanya menyangkut penumpang dan yang menyangkut peraturan karantina. "Penerbangan umrah, Insya Allah sebentar lagi segera kami buka," ujarnya, Minggu, 9 Januari 2022.

    Dalam melayani penerbangan umrah, emiten berkode saham GIAA menggunakan penerbangan langsung. Maskapai pelat merah tersebut juga telah menyampaikan untuk tidak memberangkatkan lagi semua jemaah umrah dari Jakarta.

    “Kami sudah bikin kerja sama dari Makassar dan Surabaya. Kami juga lagi pikirkan untuk di daerah Sumatera dan Lombok dan tentu saja Bandara Kertajati karena mayoritas jemaah umrah itu berasal Provinsi Jawa Barat dan kami nggak mau mereka transit di Jakarta," urainya.

    Garuda pun bertekad untuk menekan biaya penerbangan umrah dan haji dengan mengajukan izin untuk membawa kargo pada setelah memberangkatkan atau pada saat hendak memulangkan jemaah. Dengan demikian, emiten berkode saham GIAA tidak hanya menerbangkan pesawat kosong.

    Sebelumnya, Direktur Jendral Penyelenggaraan Umrah dan Haji Kementerian Agama Hilman Latief mengklaim situasi pandemi virus corona (Covid-19) masih terkendali sehingga memperbolehkan pemberangkatan ibadah umrah Indonesia ke Arab Saudi.

    "Situasi sampai saat ini masih terkendali, Pemerintah Saudi mengizinkan, pemerintah Indonesia tak melarang. Tugas kita memitigasi dampaknya dengan menerapkan protokol yang ketat," kata Hilman kepada pewarta.

    Hilman menjelaskan rencana awal pemberangkatan umrah sudah ditetapkan pada tanggal 13 Desember 2021 lalu. Namun, Kemenag masih menahan dan membatalkan rencana tersebut dengan melihat kondisi pandemi Covid pada akhir tahun. "Kita lihat bulan Januari apa yang akan terjadi, ternyata pemerintah Saudi masih menerima. Umrah masih ratusan ribu di sana," kata dia.

    Baca Juga: Terkini Bisnis: Kebutuhan SDM Industri di Morowali, Penerbangan Umrah Lion Air

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    PTM 100 persen DKI Tetap Berjalan Meski Didesak Banyak Pihak

    Pemprov Ibu Kota tetap menerapkan PTM 100 persen meski banyak pihak mendesak untuk menghentikan kebijakan itu. Sejumlah evaluasi diberikan pihak DKI.