Mantan Dirut PLN Zulkifli Zaini dan Kontroversi Akuisisi StreetScooter Jerman

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Zulkifli Zaini mendapatkan gelar insinyur dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1980, setelah itu ia meneruskan pendidikan hingga mendapatkan gelar MBA dari Universitas Washington pada 1994. TEMPO/Tony Hartawan

    Zulkifli Zaini mendapatkan gelar insinyur dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1980, setelah itu ia meneruskan pendidikan hingga mendapatkan gelar MBA dari Universitas Washington pada 1994. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Zulkifli Zaini resmi dicopot dari jabatannya sebagai Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN dan digantikan oleh Darmawan Prasodjo per Senin, 6 Desember 2021.

    Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mengatakan Zulkifli Zaini, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama PLN sejak Desember 2019, telah memimpin perusahaan dengan hati dan keikhlasan.

    “Amanah dalam mengelola PLN untuk bertahan dan tetap melayani, serta meringankan beban masyarakat miskin dan tidak mampu saat pandemi Covid-19 mengisyaratkan beliau memahami komitmen yang diemban,” kata Erick dalam pernyataan resmi, Senin, 6 Desember 2021.

    Selama dua tahun belakangan, PLN telah memperbaiki kinerja keuangan dan berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 345,4 triliun dan mencapai laba bersih Rp 5,99 triliun pada tahun 2020. Laba ini naik 39,3 persen dibandingkan pada tahun 2019. PLN juga berhasil menurunkan jumlah rasio utang menjadi senilai Rp 452,4 triliun.

    Menanggapi pencopotannya tersebut, Zulkifli Zaini menyampaikan rasa terima kasih. “Terima kasih atas amanahnya kepada saya menjadi Dirut PLN, BUMN dengan aset 1.600 triliun rupiah," ujarnya dalam keterangan tertulis.

    Nama Zulkifli sebelumnya disebut-sebut dalam kontroversi rencana akuisisi mobil listrik StreetScooter GmbH dalam proyek Odin. StreetScooter adalah anak perusahaan Duetsche Post AG asal Jerman, atau yang lebih dikenal sebagai Deutsche Post DHL Group.

     

    Akuisisi rencananya akan dilakukan oleh Indonesia Battery Corporation (IBC), perusahaan patungan Mind Id, PT Pertamina (Persero), PLN, dan PT Aneka Tambang Tbk. Tak hanya Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium alias Mind Id kala itu yakni Orias Petrus Moedak, PLN di bawah Zulkifli Zaini juga dikabarkan tak setuju dengan rencana akuisisi tersebut.

    Majalah Tempo edisi 20 November 2021 melaporkan seorang pejabat yang mengetahui rencana transaksi ini menuturkan, pangkal penolakan manajemen lama Mind Id dan PLN adalah adanya keganjilan dalam aspek teknis Proyek Odin.

    Uji tuntas yang dilakukan Ricardo, konsultan IBC untuk aspek teknis, salah satunya menemukan adanya penghentian pasokan steering gear ke StreetScooter sehingga perlu dicari pemasok baru yang harus dites, divalidasi, dan disertifikasi ulang.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    RUU IKN: Ibu Kota Negara Baru Dinamai Nusantara

    Dengan UU IKN, pembangunan akan dilakukan secara bertahap. Ada tiga kementrian dan lebih dari dua ribu PNS yang akan dipindahkan pada tahap awal.