Bappenas Minta Desa Gunakan Data Statistik Agar Pembangunan Tepat Sasaran

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa didampingi para deputi dalam acara temu enam media di Kantor Bappenas, Jakarta Pusat, Kamis, 2 September 2021. TEMPO/Francisca Christy

    Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa didampingi para deputi dalam acara temu enam media di Kantor Bappenas, Jakarta Pusat, Kamis, 2 September 2021. TEMPO/Francisca Christy

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mendorong seluruh desa di Indonesia untuk menerapkan data statistik dalam melakukan pembangunan seiring desa menjadi ujung tombak pembangunan nasional.

    "Melakukan perencanaan dari tingkat awal desa kalau itu bisa dilakukan itu luar biasa sehingga perencanaan yang benar-benar berbasis bukti, fakta dan data itu benar-benar bisa diperoleh," katanya dalam acara Award Desa Cantik bertajuk "Dari Data Menuju Sejahtera" di Jakarta, Senin 6 Desember 2021.

    Suharso menyatakan hal ini seiring pemerintah desa yang berperan menjadi garda terdepan terhadap sebuah pembangunan sehingga desa tidak lagi sebagai objek pembangunan melainkan subjek dan ujung tombak dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

    Menurutnya, kebijakan pembangunan desa akan lebih tepat sasaran jika berlandaskan data yang lengkap dan akurat sehingga diperlukan peningkatan kapasitas desa.

    Suharso menyebutkan saat ini terdapat beberapa tantangan pemerintah daerah seperti belum optimalnya keterlibatan desa dalam proses pendataan dan perlunya meningkatkan kualitas dan kapasitas SDM pemerintah desa dalam mengelola data desa.

    Tantangan itu muncul karena rendahnya literasi data desa yang berpengaruh pada komitmen pemerintah desa untuk mengoptimalkan pemanfaatan data dalam kebijakan pembangunan.

    Salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas desa dalam pemanfaatan data terhadap sebuah kebijakan pembangunan adalah melalui program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) oleh Badan Pusat Statistik (BPS).


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Tutup Sementara PTM 100 Persen di Sekolah yang Terpapar Covid-19

    Pemprov DKI Jakarta menutup sejumlah sekolah yang menggelar PTM 100 persen karena terpapar Covid-19. Namun sejumlah sekolah sudah kembali berkegiatan.