Ma'ruf Amin Telepon Risma Soal Erupsi Semeru: Tolong Ya Bu Semua Disiapkan

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Menteri Sosial Tri Rismaharini (tengah) meninjau dapur umum korban letusan Gunung Semeru di Desa Sumberwuluh, Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Ahad, 5 Desember 2021. Dalam kunjungannya Mensos memantau kebutuhan yang dibutuhkan bagi warga terdampak erupsi. ANTARA/Seno

    Menteri Sosial Tri Rismaharini (tengah) meninjau dapur umum korban letusan Gunung Semeru di Desa Sumberwuluh, Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Ahad, 5 Desember 2021. Dalam kunjungannya Mensos memantau kebutuhan yang dibutuhkan bagi warga terdampak erupsi. ANTARA/Seno

    TEMPO.CO, Jakarta -Wakil Presiden Ma'ruf Amin menghubungi Menteri Sosial Tri Rishamarini melalui telepon untuk memastikan kebutuhan pengungsi korban erupsi Gunung Semeru tercukupi. Ma'ruf meminta Risma terus mengawal proses evakuasi warga terdampak.

    “Tolong ya, Bu, semua hal terkait akomodasi, pengungsian, dan konsumsi untuk disiapkan,” ujar Ma'ruf dalam keterangan Sekretariat Wakil Presiden, Ahad, 5 Desember 2021.

    Di seberang telepon, Risma menyatakan telah menyiapkan kebutuhan masyarakat sejak Sabtu petang, 4 Desember 2021. Kementerian Sosial juga mengantisipasi kemungkinan adanya erupsi susulan.

    “Hanya terkait masalah gunung, memang masih ada kemungkinan akan ada erupsi lagi. Namun belum tahu akan lebih besar, lebih kecil, atau sama karena harus dilihat kondisi di gunungnya sendiri,” tutur Risma.

    Selain menelepon Risma, Ma'ruf menghubungi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Lumajang Thoriqul Haq. Telepon berlangsung saat Ma'ruf akan kembali ke Jakarta dari Bali di ruang tunggu VIP Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

    Ma'ruf menerima laporan terbaru ihwal titik wilayah dan jumlah korban yang terdampak guguran awan panas Gunung Semeru. Saat ini dua kecamatan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, yang terkena dampak, yaitu Kecamatan Candipuro dan Kecamatan Pronojiwo.

    "Di Candipuro terkonfirmasi sepuluh yang meninggal, di Pronojiwo dua yang meninggal. Jadi, terkonfirmasi 12 orang meninggal. Di kampung sebelah Pronojiwo, ada lagi yang meninggal 5 orang,” ujar Khofifah kepada Ma'ruf.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    RUU IKN: Ibu Kota Negara Baru Dinamai Nusantara

    Dengan UU IKN, pembangunan akan dilakukan secara bertahap. Ada tiga kementrian dan lebih dari dua ribu PNS yang akan dipindahkan pada tahap awal.