Kemendag: Kami Optimistis Pasokan Kedelai Cukup hingga Kuartal I 2022

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi (kanan) berbicara dengan pedagang saat kunjungan kerja di Pasar Badung, Denpasar, Bali, Sabtu 25 September 2021. Menteri Perdagangan meninjau vaksinasi untuk pedagang dan pengelola pasar dalam persiapan penerapan SOP PeduliLindungi supaya kegiatan ekonomi bisa berjalan dengan baik dan sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

    Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi (kanan) berbicara dengan pedagang saat kunjungan kerja di Pasar Badung, Denpasar, Bali, Sabtu 25 September 2021. Menteri Perdagangan meninjau vaksinasi untuk pedagang dan pengelola pasar dalam persiapan penerapan SOP PeduliLindungi supaya kegiatan ekonomi bisa berjalan dengan baik dan sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan memastikan ketersediaan kedelai untuk bahan baku tempe dan tahu dalam negeri cukup untuk memenuhi kebutuhan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

    “Pasokan kedelai dari negara eksportir cukup baik. Saat ini negara produsen tengah memasuki masa panen, sehingga kami optimis pasokan kedelai akan cukup hingga kuartal pertama 2022,” kata Oke lewat keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat 3 Desember 2021. 

    Pemerintah berkoordinasi dengan pelaku usaha untuk mengantisipasi kebutuhan kedelai dengan memperkirakan jumlah saat panen dan kualitas di negara produsen.

    Oke menyampaikan, berdasarkan Chicago Board of Trade (CBOT), harga kedelai dunia pada akhir November 2021 sekitar 12,17 dolar AS per bushels atau setara 446 dolar AS per ton.

    Harga itu turun dibanding awal Juni 2021 yang tercatat sebesar 15,42 dolar AS per bushels setara 566 dolar AS per ton. Dengan kondisi tersebut, maka landed price diperkirakan berada pada kisaran Rp7.695 per kg dan di tingkat importir sebesar Rp8.378 per kg.

    “Dengan kondisi panen di negara produsen yang cukup baik, diperkirakan harga kedelai dunia akan relatif stabil. Untuk itu, diharapkan para pelaku usaha dapat bekerja sama dalam menjaga kelancaran pasokan kedelai ke pengrajin tahu dan tempe,” lanjut Oke.

    Oke memperkirakan, dengan kondisi harga kedelai saat ini, harga tempe akan berada di kisaran Rp10.129 per kg, lebih rendah dari pertengahan Juni sekitar Rp17.000 per kg. Sementara harga tahu akan berada di kisaran Rp605 per potong, sedikit turun dibanding sebelumnya sebesar Rp700 per potong.

    Oke berharap, panen kedelai negara produsen dapat memacu gairah pengrajin tahu dan tempe untuk tetap melakukan produksi dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat.

    “Kemendag terus konsisten memantau perkembangan harga dan pasokan kedelai untuk memenuhi kebutuhan produksi pengrajin tahu dan tempe nasional. Untuk itu, masyarakat tidak perlu merasa khawatir atas ketersediaan tahu dan tempe sebagai alternatif sumber protein dengan harga terjangkau, khususnya periode Natal 2021 dan Tahun Baru 2022,” pungkas Oke.

    BACA:  Siap-siap, Kemendag Larang Peredaran Minyak Goreng Curah per 1 Januari 2022

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    RUU IKN: Ibu Kota Negara Baru Dinamai Nusantara

    Dengan UU IKN, pembangunan akan dilakukan secara bertahap. Ada tiga kementrian dan lebih dari dua ribu PNS yang akan dipindahkan pada tahap awal.