Grab Klaim Operasikan 8.500 Mobil dan Motor Listrik di Indonesia

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Pengemudi taksi daring khusus untuk tenaga medis beraktivitas di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta, Jumat 22 Mei 2020. Mobil yang digunakan merupakan mobil listrik Hyundai Ionic yang didukung oleh Hyundai . TEMPO/Muhammad Hidayat

    Pengemudi taksi daring khusus untuk tenaga medis beraktivitas di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta, Jumat 22 Mei 2020. Mobil yang digunakan merupakan mobil listrik Hyundai Ionic yang didukung oleh Hyundai . TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan perusahaannya telah mengoperasikan sekitar 8.500 unit armada kendaraan listrik, baik roda dua maupun roda empat.

    "Ini adalah hasil kerja sama dengan mitra-mitra untuk melakukan pilot dan uji coba di berbagai kota dan tentu melakukan ekspansi," ujar Ridzki dalam acara Ngobrol Tempo, Jumat, 3 Desember 2021.

    Ia mengklaim dengan 8.500 armada kendaraan listrik perusahaannya telah membantu mengurangi 4.600 ton emisi karbon dioksida atau setara penyerapan CO2 dari 200 ribu pohon dalam setahun.

    Untuk mewujudkan armada kendaraan listrik, Ridzki mengatakan perseroan bekerja sama dengan berbagai mitra penyedia kendaraan, misalnya Gesits, Viar, Selis, Hyundai hingga Kymco. Perseroan juga menggandeng Intelligent Transport System dan Medco Energy dalam program tersebut.

    Menurut Ridzki, untuk bisa mengekspansi penggunaan kendaraan listrik, diperlukan kerja sama dalam penyediaan listrik. Untuk itu, perseroan menggandeng perusahaan pelat merah, yaitu PLN dan Pertamina untuk menghadirkan SPKLU untuk kendaraan roda empat.

    "Untuk roda dua, ada Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum alias SPBKLU atau battery swapping," ujar Ridzki.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Tutup Sementara PTM 100 Persen di Sekolah yang Terpapar Covid-19

    Pemprov DKI Jakarta menutup sejumlah sekolah yang menggelar PTM 100 persen karena terpapar Covid-19. Namun sejumlah sekolah sudah kembali berkegiatan.