Sri Mulyani Dorong Hilirisasi Agar RI Mampu Stabilkan Harga CPO, Begini Caranya

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Sri Mulyani. Instagram/@smindrawati

    Sri Mulyani. Instagram/@smindrawati

    TEMPO.CO, JakartaMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan hilirisasi industri sawit menjadi hal yang krusial bagi perekonomian nasional. Pasalnya, selain memberi nilai tambah, hiliriasi akan mendorong upaya Indonesia menstabilikan harga minyak sawit mentah atau CPO dan turunannya.

    “Indonesia memiliki objektif menjadi industri hilir sawit terbesar di dunia, sebagai produsen serta eksportir terbesar di dunia. Kita ingin menciptakan kemampuan untuk stabilisasi harga CPO,” kata Sri Mulyani saat berbicara dalam Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2021 yang digelar daring, Rabu, 1 Desember 2021.

    Adapun lonjakan harga CPO sepanjang tahun ini telah mengantarkan komoditas tersebut sebagai kontributor ekspor terbesar. Industri tersebut tercatat telah mendatangkan pendapatan ekspor hingga US$ 21,4 miliar.

    Harga rata-rata komoditas tersebut pada tahun 2020 lalu, hanya berkisar US$ 663 - US$ 742 per ton. Sementara harga rata-rata CPO pada 2021 telah melampaui US$1.000 per ton.

    Pada 2021, kata Sri Mulyani, rata-rata harga CPO menjadi US$ 1.000 per ton yang didorong oleh pemulihan ekonomi global dan naiknya permintaan minyak nabati. "Ini memberikan dukungan bagi pemulihan ekonomi Indonesia,” tuturnya.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Tutup Sementara PTM 100 Persen di Sekolah yang Terpapar Covid-19

    Pemprov DKI Jakarta menutup sejumlah sekolah yang menggelar PTM 100 persen karena terpapar Covid-19. Namun sejumlah sekolah sudah kembali berkegiatan.